Kanoman, Karangnongko, Klaten
Kanoman | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Kantor Desa Kanoman, Klaten | |||||
Peta lokasi Desa Kanoman | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Klaten | ||||
| Kecamatan | Karangnongko | ||||
| Kode Kemendagri | 33.10.10.2010 | ||||
| Luas | 2.435,055 hektar | ||||
| Jumlah penduduk | 2.895 jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Kanoman adalah desa di kecamatan Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, Indonesia.
Letak wilayah Desa Kanoman sekitar 13 km dari pusat Kabupaten Klaten dan 2 km dari kantor kecamatan Karangnongko. Infrastruktur seperti jalan dalam kondisi baik tetapi akses jalan menuju Desa Kanoman sedang dalam masa perbaikan. Jarak antar dukuh di Desa Kanoman tidak saling berjauhan, terletak membentang 26 Dukuh 12 RW 24 RT yang saling berhubungan.
| Utara | Desa Gemampir |
| Timur | Desa Blimbing |
| Selatan | Desa Jetis |
| Barat | Desa Logede |
Geografis
- Ketinggian tanah dari permukaan laut:
- Banyaknya curah hujan: 6 %
- Kelembapan: 80 %
- Suhu udara rata-rata: 22,3 oC
- Angin: 8 km/h
Lahan
- Status
- Tanah Kas Desa: 31 buah 185.580 Ha
- Tanah Bengkok: 133.525 Ha
Penggunaan:
Perkantoran: 9.250 Ha dan Tanah Wakaf: 1.695 Ha
+[1]
+[1]| Desa | Bangunan dan Halaman | Tegal, Kebun, Ladang | Kolam/Rawa | Lainnya | Jumlah |
|---|---|---|---|---|---|
| Kanoman | 84,4 | 155,5 | 0 | 3,8 | 243,7 |
Kependudukan
| Jenis Kelamin | Jumlah |
|---|---|
| Laki Laki | 1.383 Jiwa |
| Perempuan | 1.512 Jiwa |
| Total | 2.895 Jiwa |
Kegiatan
Di dalam mencukupi kebutuhan hidup keluarga yang menyangkut kebutuhan pangan dan sandang yang sehari-hari dilakukan di desa Kanaoman,para penduduk desa Kanaoman memilih untuk melakukan kegiatan yang di mana merupakan mata pencaharian mereka (mayoritas) antara lain bertani, pedagang dan beternak hewan besar
Beberapa penghasilan yang di dapat dari hasil tani berupa: ketela, kacang, papaya dan jagung. Untuk memupuk hasil tani tersebut, petani memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk kandang. Namun apabila musim kemarau tiba para petani sedikit kesulitan memperoleh air untuk mengairi ladangnya, mereka harus membawa drigen berisi air dari rumah untuk mengairi ladang.
Referensi
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.





