Kampung Mandar, Banyuwangi, Banyuwangi

Kampung Mandar

Kantor Kelurahan Kampung Mandar.
Peta lokasi Kelurahan Kampung Mandar
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBanyuwangi
KecamatanBanyuwangi
Kodepos
68413
Kode Kemendagri35.10.16.1013 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3510180013 Suntingan nilai di Wikidata
Luas..68. km2
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km2
Peta
Peta
Peta
Peta
Koordinat:
Masyarakat Kampung Mandar bergotong royong mengangkut pasir di jalan utama kelurahan.

Kampung Mandar adalah kelurahan di wilayah Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sesuai namanya, kelurahan ini didirikan oleh orang Mandar asal Kerajaan Sendana dan Banggae yang saat ini terletak di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Di Kampung Mandar juga terdapat Pelabuhan Boom.[1][2]

Sejarah

Kampung Mandar adalah pemukiman penduduk yang cukup tua di Banyuwangi. Hal ini bisa dilihat pada foto yang diambil dari Pantai Boom pada dekade 1920-an menunjukkan lanskap yang identik dengan masa kini. Pemukiman penduduk Kampung Mandar terdapat di daratan utama (Pulau Jawa) dan ada yang berlokasi di Pulau Boom. Di sepanjang jalan utama kelurahan banyak bangunan atau rumah-rumah boyang yang dimiliki penduduk. Selain itu, terdapat juga pedagang garek (umpan memancing berupa cacing tambang) yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan, mengingat letaknya yang bedekatan dengan Pantai Boom, juga ciri khas orang Mandar yang merupakan seorang pelaut.

Pembagian wilayah

Kelurahan Kampung Mandar terdiri dari 2 lingkungan yaitu Lingkungan Krajan dan Lingkungan Krobokan.

Demografi

Suku bangsa

Masyarakat Kampung Mandar memiliki kondisi yang heterogen, komposisinya terdiri dari etnis Mandar, Jawa, Madura, Osing, juga keturunan Tionghoa dan Arab.

Bahasa

Bahasa utama yang digunakan oleh masyarakat di Kampung Mandar adalah bahasa Melayu yang berfungsi sebagai basantara masyarakatnya. Hal ini dikarenakan masyarakatnya yang heterogen, berbeda dengan kelurahan-kelurahan lainnya yang biasanya homogen. Kemudian terdapat juga penutur bahasa Madura, Jawa, dan Osing.

Bahasa Mandar yang digunakan di kelurahan ini berbeda dengan bahasa Mandar asli yang digunakan di kampung halaman mereka di Sulawesi. Bahasa yang digunakan oleh keturunan Mandar lebih tergolong sebagai bahasa Melayu yang kemudian disisipi imbuhan kata khas Mandar. Namun saat ini kondisi bahasa Mandar di kelurahan ini sangat terancam punah, sebagian penuturnya memilih beralih ke bahasa Madura ataupun bahasa lainnya yang lebih banyak digunakan di wilayah sekitarnya.[3]

Akses dan transportasi

Jalan menuju Kampung Mandar dari arah utara (arah Situbondo) dahulunya bisa diakses langsung dari lampu lalu lintas yang terletak di Kelurahan Lateng dan masuk ke arah timur di Jalan D.I. Panjaitan. Namun, setelah pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengumumkan perubahan konfigurasi lalu lintas pada 3 April 2013, beberapa jalan protokol satu arah di perkotaan Banyuwangi diubah arahnya.

Tradisi

Masyarakat Kampung Mandar memiliki tradisi yang khas, berbeda dengan masyarakat di sekitarnya. Hal ini karena mereka merupakan keturunan pelaut Mandar asal Sulawesi, berbeda dengan kelurahan-kelurahan di sekitarnya yang dihuni oleh etnis Osing, Jawa, dan Madura.

Saulak

Berkas:Saulak.jpg
Saulak, tradisi khas orang Mandar dan Bugis di Kampung Mandar.

Saulak adalah salah satu bentuk tradisi khas Mandar yang masih dilestarikan dan memiliki makna mistik bagi para pelakunya, khususnya masyarakat Kampung Mandar yang memiliki keturunan Bugis dan Mandar. Sebelum saulak dimulai, keluarga calon mempelai akan membuat lingkaran, kemudian mempelai wanita menduduki lingkaran itu dan beberapa sesaji disiapkan antara lain bunga tiga rupa, colok yang telah dibakar, tumpukan baju serta tumpeng kecil dengan pisang yang diletakkan di nampan.[4]

Petik laut

Petik laut, tradisi khas orang Mandar yang sebagian besar merupakan pelaut.

Tradisi petik laut pertama kali diselenggarakan oleh orang Mandar di Majene, di tanah asal mereka, kemudian dibawa ke Penajam Paser Utara dan Banyuwangi. Tradisi ini menjadi ciri khas dari orang Mandar di kedua daerah tersebut, sedangkan pengertian dari petik laut adalah sebuah upacara adat atau ritual sebagai rasa syukur kepada Tuhan, dan untuk memohon berkah rezeki dan keselamatan yang dilakukan oleh para nelayan. Kemudian tradisi ini dibawa oleh orang Mandar di Banyuwangi yang kemudian menyebar ke wilayah pesisir Jawa bagian timur.[5]

Pariwisata

Kampung Mandar sub-district has the only cinema in Banyuwangi. Bioskop ini berada dalam jaringan Bioskop NSC (New Star Cineplex) dengan 2 studio, memutar film baru box office yang bertiket Rp. 25.000 pada hari-hari biasa, sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu, memiliki harga Rp. 30.000. Selain itu, terdapat Pantai Boom, sebuah tempat wisata berupa pantai yang dengan pusat kota. Direncanakan PT. Pelindo III akan membangun kawasan ini menjadi sebuah pelabuhan marina.

Referensi

  1. ^ Banyuwangi Festival “Parade Gandrung Sewu” Diakses 11 Juli 2013.
  2. ^ Pantai Boom Banyuwangi
  3. ^ Najamudin, Athoilah Aly (26 Mei 2025). "Dialek Kampung Mandar Banyuwangi, Mengapa Berbeda dengan Tanah Leluhurnya?". alif.id. Alif. Diakses tanggal 26 Juli 2025.
  4. ^ "Saulak, Tradisi Pra-nikah nan Mistis Suku Mandar di Banyuwangi - Semua Halaman - National Geographic". nationalgeographic.grid.id. Diakses tanggal 2020-10-25.
  5. ^ "Petik laut". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2016-03-20.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement