Kali Mujur

Kali Mujur
PetaKoordinat: 8°16′48″S 113°10′35″E / 8.28000°S 113.17639°E / -8.28000; 113.17639
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KabupatenLumajang
Ciri-ciri fisik
Muara sungaiSamudera Hindia
 - lokasiPandanwangi
Daerah Aliran Sungai
Sistem sungaiDAS Mujur
Luas DAS247 km2 (95 sq mi)
Markah tanahTaman Nasional Bromo Tengger Semeru
JembatanJembatan Pandanwangi, Jembatan Kali Mujur, Jembatan Kali Mujur Gesang
Otoritas DASBPDAS Brantas-Sampean
Informasi lokal
GeoNames1634753
KML Peta DAS Mujur


Kali Mujur adalah sungai yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.[1] Alirannya berasal dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menuju kawasan hilir Pandanwangi hingga bermuara di Samudera Hindia.[2]

Hidrologi DAS

Kali Mujur merupakan aliran utama dalam sistem daerah aliran sungai atau DAS Mujur dengan luas daerah tangkapan air mencapai 247 km2 (95 sq mi). Hulu DAS Mujur berbatasan dengan DAS Brantas di sebelah barat. Di sebelah utara mulai dari kawasan hulu hingga tengah berbatasan DAS Bondoyudo, kemudian menyusul DAS Wotgajih di sebelah timur hingga ke kawasan hilirnya. Di sebelah barat berbatasan dengan DAS Rejali di bagian hulu dan Legong di hilir.[2]

Pengelolaan DAS

Dalam pengelolaan daerah aliran sungai terkait konservasi, DAS Mujur termasuk ke dalam wilayah kerja BPDAS Brantas-Sampean[2] yang merupakan unit pelaksana teknis pada Ditjen PDASHL dibawah Kementerian Lingkungan Hidup.[3] Sedangkan dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya air, DAS Mujur merupakan bagian dari satuan wilayah sungai (WS) Bondoyudo-Bedadung.[4]

Bencana hidrologi dan erupsi Semeru

Kali Mujur yang berhulu di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, menjadikannya salah satu Daerah Aliran Sungai (DAS) utama yang rentan terdampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Pada April 2024, intensitas hujan yang tinggi memicu banjir lahar dingin yang meluap dari Kali Mujur dan beberapa DAS lain di sekitarnya. Banjir ini membawa material vulkanik yang menumpuk di lereng Semeru, mengakibatkan kerusakan signifikan di sembilan kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dampak bencana ini mencakup putusnya 17 jembatan, termasuk Jembatan Mujur II, rusaknya 24 dam irigasi, serta menyebabkan korban jiwa dan pengungsian warga. Untuk memitigasi risiko di masa depan, pihak berwenang seperti BNPB telah memasang sensor peringatan dini banjir di sepanjang aliran sungai.[5][6]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Kali Mujur". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-21.
  2. ^ a b c "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK - Klasifikasi DAS". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 2025-09-17.
  3. ^ "Peraturan Menteri LHK No.14 Tahun 2022" (PDF). JDIH Kehutanan. 2025. Diakses tanggal 2025-09-21.
  4. ^ ""PerMenPUPR No.04/PRT/M/2015 - Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai"". PERATURAN.GO.ID.
  5. ^ detikcom, Tim. "4 Fakta Banjir Lahar Dingin Semeru yang Tewaskan 3 Orang". detiknews. Diakses tanggal 2025-09-21.
  6. ^ TV, Metro. "Sensor Peringatan Dini Banjir Dipasang di Gunung Semeru". https://www.metrotvnews.com. Diakses tanggal 2025-09-21.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement