Jan Engelbert Tatengkeng

Jan Engelbert Tatengkeng
J. E. Tatengkeng, 1954
Perdana Menteri Negara Indonesia Timur ke-4
Masa jabatan
27 Desember 1949 – 14 Maret 1950
PresidenTjokorda Gde Raka Soekawati
Sebelum
Pengganti
D P Diapari
Sebelum
Menteri Pendidikan Negara Indonesia Timur ke-2
Masa jabatan
12 Januari 1949 – 14 Maret 1950
PresidenTjokorda Gde Raka Soekawati
Perdana MenteriIda Anak Agung Gde Agung
Jan Engelbert Tatengkeng
Sebelum
Pendahulu
E. Katoppo
Pengganti
Izaak Huru Doko (sebagai Menteri Pengajaran)
Wakil Menteri Pendidikan Negara Indonesia Timur ke-1
Masa jabatan
15 Desember 1947 – 12 Januari 1949
PresidenTjokorda Gde Raka Soekawati
Perdana MenteriIde Anak Agung Gde Agung
MenteriE. Katoppo
Sebelum
Pendahulu
Tidak ada, jabatan baru
Pengganti
Tidak ada, jabatan dihapuskan
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1907-10-19)19 Oktober 1907
Belanda Kalongan, Sangihe, Sulawesi Utara, Hindia Belanda
Meninggal6 Maret 1968(1968-03-06) (umur 60)
Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
KebangsaanIndonesia
ProfesiPenyair
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Jan Engelbert Tatengkeng (19 Oktober 1907 – 6 Maret 1968) adalah penyair Indonesia dari era Pujangga Baru. Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan kemudian Perdana Menteri Negara Indonesia Timur.

Pendidikan

Jan Engelbert Tatengkeng berasal dari latar belakang keluarga yang menganut agama Kristen. Ayahnya bekerja sebagai misionaris sekaligus kepala sekolah di sebuah zending di wilayah Kepulauan Talaud.[1] J.E. Tatengkeng menempuh pendidikan pertama kali di Zendingsvolksschool berbahasa Sangihe di Mitung. Sesudah itu ia melanjutkan ke HIS di Manganitu. Dari sana ia meneruskan ke Christelijk Middagkweekschool di Bandung, Jawa Barat, lalu Christelijk Hogere Kweekschool di Solo, Jawa Tengah.[2]

Pada masa bersekolah ini, J.E. Tatengkeng mulai berkenalan dengan Tachtigers, suatu aliran kesusastraan Belanda yang disebut juga sebagai Angkatan 80-an. Aliran kesusastraan inilah yang kemudian banyak memengaruhi sajak-sajaknya.[3]

Karier

Selain sebagai penyair, J.E. Tatengkeng juga merupakan tokoh pendidikan dan negarawan. Sebagai tokoh pendidikan ia pernah menjadi guru bahasa Indonesia di Tahuna tahun 1932, Kepala Schakelschool di Pulau Siau, Kepala Sekolah HIS di Tahuna, Menteri Muda urusan Pengajaran tahun 1948, dan terakhir Kepala Jawatan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Kemendikbud perwakilan Sulawesi tahun 1951. Di Makassar, ia turut mengajar dan membidani lahirnya Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.

Sebagai negarawan, J.E. Tatengkeng pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Negara Indonesia Timur pada rentang tahun 1949-1950.

Karya

Karyanya yang terkenal ialah Rindu Dendam (1934) yang berisi 32 sajak yang ia tulis. Karya-karyanya yang lain disebutkan di sini:[4]

Prosa

  • Datuk yang Ketularan
  • Kemeja Pancawarna
  • Prawira Pers Tukang Nyanyi
  • Saya Masuk Sekolah Belanda
  • Sepuluh Hari Aku Tak Mandi

Drama

  • Lena (1958)

Referensi

  1. ^ Sugono, D., dkk., ed. (2003). Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern (PDF). Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 145. ISBN 979-685-308-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Pengelola Web Direktorat SMP (2021-11-03). "Yuk, Mengenal 5 Sosok Sastrawan Indonesia". Direktorat SMP. Diakses tanggal 2023-01-17.
  3. ^ "Artikel "J.E. Tatengkeng" - Ensiklopedia Sastra Indonesia". ensiklopedia.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2023-01-17.
  4. ^ R.S. Kurnia. Napas Kristen Pada Angkatan Pujangga Baru. Bio-Kristi edisi 13 (13-8-2007). http://www.biokristi.sabda.org/napas_kristen_pada_angkatan_pujangga_baru

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Ida Anak Agung Gde Agung
Perdana Menteri Negara Indonesia Timur
1949–1950
Diteruskan oleh:
Patuan Doli Diapari


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement