Ikmal Jaya
Ikmal Jaya | |
|---|---|
![]() | |
| Wali Kota Tegal ke-16 | |
| Masa jabatan 2009–2014 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Gubernur | Bibit Waluyo Ganjar Pranowo |
| Wakil | Ali Zaenal Abidin |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 14 Juli 1973 Tegal, Jawa Tengah, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Partai politik | PDI-P |
| Suami/istri | Rosalina[1] |
| Anak | 3 |
| Orang tua |
|
Ikmal Jaya (lahir 14 Juli 1973) adalah pengusaha dan politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Wali Kota Tegal pada periode 2009–2014. Berasal dari keluarga pemilik perusahaan otobus Dewi Sri, Jaya terjun ke dunia politik dengan menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Pada Pilkada 2008, ia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Tegal dengan dukungan besar dari PDI-P bersama partai koalisi lainnya, dan memenangkan kontestasi itu. Ia resmi dilantik menjabat wali kota pada Maret 2009, menggantikan wali kota sebelumnya, Adi Winarso.
Kehidupan awal
Ikmal Jaya lahir pada tanggal 14 Juli 1973. Ia adalah anak dari pasangan Ismail dan Rokhayah, dan dibesarkan di Tegal.[2] Keluarga ini awalnya hidup sebagai petani, kemudian mengelola pabrik es lilin, hingga berdagang beras.[3][4] Dalam perkembangannya, keluarga ini beralih membuka perusahaan otobus pada tahun 1992, dengan nama Dewi Sri. Setelah tiga tahun berselang, perusahaan otobus ini menjadi penguasa Pantura dengan membuka bus antarkota antarprovinsi Tegal–Jakarta.[4]
Jaya terakhir menyelesaikan program studi Magister di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung, dengan mempertahankan tesisnya yang berjudul "Implementasi Kebijakan Diskresi pada Sistem Pelayanan Publik di Kota Tegal".[5]
Karier
Menjadi pengusaha
Pada awal dekade 2000-an, Ismail menyerahkan bisnis Dewi Sri kepada istrinya, Rokhayah, dan anaknya, Ikmal Jaya sendiri.[3] Sejak 2003, Jaya melihat peluang yang sangat terbuka untuk mengembangkan bisnis yang sudah dikembangkan ayahnya, dengan membuka bus perkotaan Jabodetabek. Melalui anak usahanya, PT Wifend Darma Persada , salah satu keberhasilannya adalah mengelola bus angkutan Bumi Serpong Damai (BSD), Kemang Pratama, Lippo Karawaci, Bintaro Jaya, dan Bukit Sentul. Armada angkutan ini, pada perkembangannya menjadi cikal bakal feeder bus Transjakarta, Transjabodetabek, dan JR Connexion. Ia juga menjadi direktur utama dari perusahaan induknya, Dewi Sri.[6][7][8]
Menjadi Wali Kota Tegal
Pada 26 Oktober 2008, Jaya terpilih sebagai Wali Kota Tegal, berpasangan dengan Habib Ali Zaenal Abidin yang diusung oleh PDI-P dan PKS. Berdasarkan rekapitulasi suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Tegal, tercatat bahwa Jaya meraih 88.662 suara (70,99%). Sementara Ristanto–Kun Haryati diusung oleh Partai Golongan Karya memperoleh 28.434 suara (22,77%)'; Basri Budi Utomo–Ayu Soraya 3.794 suara (3,04%); serta Darmowiyoto–Harun Abdi Manaf yang diusung Partai Indonesia Baru dan Partai Amanat Nasional memperoleh 3.158 suara (2,53%).[9] Ia dilantik pada Maret 2009. Kakaknya, Idza Priyanti, dan adiknya, Mukti Agung Wibowo, juga ikut berpolitik, dengan menjadi Bupati Brebes dan Bupati Pemalang, berturut-turut.[10]
Selama masa jabatannya, Jaya menempatkan pembangunan kota sebagai fokus utama dan memperkenalkan berbagai program tahunan dengan arah yang berbeda-beda, seperti Tegal Sehat, Tegal Cerdas, Tegal Bisnis, hingga Tegal Maritim—upaya ini dimaksudkan untuk memberi arah pembangunan yang komprehensif pada aspek kesehatan, pendidikan, perekonomian, dan pemanfaatan potensi kemaritiman Tegal sebagai kota pesisir.[11] Misalnya, pada tahun 2013, program Tegal Maritim digulirkan untuk meningkatkan potensi laut dan sektor nelayan di Kota Tegal, termasuk dukungan fasilitas seperti cold storage dan pelatihan untuk pengolahan hasil laut guna menambah kesejahteraan masyarakat nelayan.[12] Selain itu, dalam kunjungannya ke lingkungan masyarakat, Jaya juga pernah ikut makan nasi aking—makanan darurat yang biasa dikonsumsi warga kurang mampu—sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan terhadap kondisi sosial ekonomi warganya serta disertai pemberian bantuan beras dari pemerintah setempat kepada keluarga yang memang membutuhkannya.[13]
Dalam menangani persoalan sosial lainnya, Jaya juga menunjukkan ketegasan dalam menanggapi fenomena yang meresahkan masyarakat, seperti maraknya perjudian togel di Tegal pada awal 2013, kala ia meminta aparat kepolisian untuk memberantas praktik tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan moral masyarakat.[14] Kolaborasi dengan lembaga lain juga dilakukan: misalnya kegiatan bersama Rektor Universitas Negeri Semarang dan Pemkot Tegal bersepeda keliling kampung dan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas publik di Slerok pada awal dekade 2010 menunjukkan upaya sinergi dengan dunia pendidikan dan komunitas akademik untuk meningkatkan kualitas hidup warga.[15]
Kasus hukum
Namun periode kepemimpinannya tidak lepas dari kontroversi dan tantangan. Menjelang akhir masa jabatannya, Jaya menghadapi proses hukum terkait kasus dugaan korupsi dalam transaksi tukar guling lahan untuk pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Bokongsemar, yang kemudian membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dan menetapkannya sebagai tersangka sejak 2014 dan negara rugi Rp35,1 miliar. Kasus ini berlanjut hingga pengadilan, dan pada akhirnya Ia divonis bersalah serta dijatuhi hukuman penjara selama total tujuh tahun atas kerugian negara yang ditimbulkan dari proses tersebut.[16][17] Setelah menyelesaikan masa hukuman pada pertengahan 2022, Jaya menyatakan memilih untuk tidak lagi terjun ke dunia politik dan beralih ke kegiatan sosial serta dakwah, dengan mengambil pelajaran dari pengalaman panjangnya baik sebagai pemimpin daerah maupun narapidana, dan menekankan pentingnya kerja yang amanah dan sungguh-sungguh dalam pelayanan kepada masyarakat.[18]
Karya tulis
- Jaya, Ikmal (2014-08-01). "IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DISKRESI PADA SISTEM PELAYANAN PUBLIK DI KOTA TEGAL". Jurnal Pembaharuan Hukum (dalam bahasa indonesia). 1 (2): 200–208. doi:10.26532/jph.v1i2.1477. ISSN 2580-3085. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Referensi
- ^ diswayjateng.id. "Mantan Wali Kota Tegal Ikmal Jaya Bebas, Disambut Ratusan Warga Bregas". diswayjateng.id. Diakses tanggal 2025-12-15.
- ^ "6 Juragan Bus yang Pernah Pegang Kekuasaan, Nomor 1-3 Ternyata Satu Keluarga!". SINDOnews Ekbis. Diakses tanggal 2025-12-15.
- ^ a b Ramadan, M.F. (2023-02-24). "Kisah Pemilik PO Dewi Sri, Berawal dari Pedagang Beras Kini Punya Ratusan Bus". iNews. Diakses tanggal 2025-12-13.
- ^ a b Widoretmo 2015, hlm. 31.
- ^ Jaya 2014, hlm. 200.
- ^ "6 Juragan Bus yang Pernah Pegang Kekuasaan, Nomor 1-3 Ternyata Satu Keluarga! - News+ on RCTI+". RCTI+. Diakses tanggal 2025-12-13.
- ^ Haboddin 2016, hlm. 93.
- ^ Kompas, Tim Harian (2017-04-19). "Terlelap di Bus JRC di Tengah Kemacetan..." Kompas.id. Diakses tanggal 2025-12-15.
- ^ "Ayu Soraya Pasrah Kalah". Tempo. 27 Oktober 2008 | 16.05 WIB. Diakses tanggal 2025-12-15.
- ^ Prayudi 2009, hlm. 69.
- ^ infotegal (2013-06-29). "Walikota Tegal dari Masa ke Masa | infotegal" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-17.
- ^ "Tahun ini, Tegal akan jadi kota maritim". SINDOnews Daerah. Diakses tanggal 2025-12-17.
- ^ Okezone (2012-04-23). "Wali Kota ikut makan nasi aking : Okezone News". https://news.okezone.com/. Diakses tanggal 2025-12-17.
- ^ "TOGEL KEMBALI MARAK | ANTARA Foto". antarafoto.com. Diakses tanggal 2025-12-17.
- ^ humas (2011-03-11). "Di Tegal, Rektor dan Wali Kota Bersepeda Keliling Kampung". Universitas Negeri Semarang. Diakses tanggal 2025-12-17.
- ^ Kompas, Tim Harian (2018-09-26). "Perubahan Politik dan Ekonomi "Negeri Poci"". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-12-15.
- ^ Jateng, ANTARA News. "Ikmal Jaya: Dicekal KPK, Tidak Masalah". ANTARA News Jateng. Diakses tanggal 2025-12-17.
- ^ Trisno (2022-06-20). "Mantan Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya Bebas dari Lapas Kedung Pane". iNews. Diakses tanggal 2025-12-17.
Daftar pustaka
- Aji, J.A.K. (2020). "Relasi Bisnis dan Politik: Studi Peran Keluarga "Dewi Sri" Dalam Memengaruhi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Brebes 2017–2022". Journal of Politic and Government Studies. 9 (3): 71–80.
- Haboddin, M. (2016). Dinamika pilkada dan demokrasi lokal di Indonesia. Malang: UB Press. ISBN 9786024320454. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- Prayudi (2013). Posisi birokrasi dalam persaingan politik pemilukada. Jakarta: P3DI Setjen DPR Republik Indonesia dan Azza Grafika. ISBN 9789799052889. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- Widoretmo, A.S. (2015). Rancang Bangun Pemesanan Tiket Bus Online Menggunakan PHP dan MySQL Untuk Mempermudah Dalam Pemesanan Tiket Pada PO Dewi Sri Tegal (D3 thesis). Politeknik Harapan Bersama Tegal. Diakses tanggal 2025-12-15.
| Didahului oleh: Adi Winarso |
Wali Kota Tegal 2009–2014 |
Diteruskan oleh: Siti Masitha Soeparno |
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.







