Hutan rawa air tawar Papua Selatan

Hutan rawa air tawar Papua Selatan
Wilayah ekoregion (berwarna ungu)
Ekologi
WilayahWilayah Australasia
BiomaHutan tropis dan subtropis basah berdaun lebar
Batas
Geografi
Luas99,022 km2 (38,233 sq mi)
Negara
Provinsi
KoordinatKesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal.km 7°00′S 141°23′E / 7°S 141.38°E / -7; 141.38
Konservasi
Status konservasiRelatif stabil/utuh
Dilindungi8,583 km² (9%)[1]

Hutan rawa air tawar Papua Selatan adalah sebuah ekoregion hutan lembap tropis di Papua bagian selatan. Ekoregion ini mencakup hutan rawa yang luas di Papua bagian selatan dan barat.[2][3][4]


Geografi

Papua memiliki hutan rawa yang luas. Hutan-hutan ini tergenang air secara permanen atau tergenang air secara musiman selama musim hujan. Hutan rawa air tawar di Papua Selatan membentang dari Semenanjung Kepala Burung bagian barat hingga Semenanjung Papua di tenggara. Hutan-hutan ini terletak di bagian hilir sungai-sungai yang mengaliri dataran tinggi Papua. Hutan rawa yang paling luas berada di cekungan Sungai Fly.[5] Ekoregion Hutan hujan dataran rendah Papua Selatan dan Hutan hujan dataran rendah Vogelkop-Aru menempati dataran rendah yang berdekatan. Di dekat pantai, hutan rawa air tawar bertransisi menjadi hutan bakau Nugini seiring dengan perubahan air menjadi payau atau asin.[butuh rujukan]

Iklim

Iklim dari ekoregion ini adalah tropis basah, yang merupakan karakteristik wilayah Melanesia (terletak di Samudra Pasifik bagian barat di utara Australia). Walaupun curah hujan di sini lebih rendah daripada di sebagian besar wilayah Papua, relief rendah wilayah ini dan sungai-sungai besar yang mengaliri Pegunungan Tengah di dekatnya mengakibatkan ekoregion ini tergenang air selama musim hujan. Oleh karena itu ekoregion ini memiliki iklim tropis yang lembap.[5][6]

Flora

Hutan rawa air tawar mendukung beragam habitat, dari perairan terbuka hingga rawa rumput dari beberapa jenis (didominasi oleh Leersia, Saccharum-Phragmites, Pseudoraphis, atau rawa campuran tanpa tumbuhan dominan), sabana rawa (didominasi Melaleuca atau campuran), hutan rawa (didominasi oleh pohon sagu (Metroxylon sagu), Pandanus, atau campuran), dan hutan rawa yang didominasi oleh Campnosperma, Terminalia, atau Melaleuca.[7]

Fauna

Ekoregion ini merupakan rumah bagi lima puluh spesies mamalia, termasuk marsupial, kelelawar, dan tikus. Terdapat satu spesies mamalia endemik, yaitu tikus air Sungai Fly (Leptomys signatus).[7]

Ekoregion ini memiliki 339 spesies burung, termasuk burung yang menetap dan burung yang bermigrasi. Danau dan lahan basah di ekoregion ini mendukung populasi burung air yang besar.[7]

Kawasan Lindung

Penilaian tahun 2017 menemukan bahwa 8.583 km², atau 9%, dari ekoregion ini berada dalam kawasan lindung. Lebih dari 80% ekoregion ini memiliki vegetasi yang relatif utuh.[1]

Referensi

  1. ^ a b Eric Dinerstein, David Olson, et al. (2017). An Ecoregion-Based Approach to Protecting Half the Terrestrial Realm, BioScience, Volume 67, Issue 6, June 2017, Pages 534–545; Supplemental material 2 table S1b. [1]
  2. ^ "Map of Ecoregions 2017" (dalam bahasa Inggris). Resolve. Diakses tanggal August 20, 2021.
  3. ^ "Southern New Guinea freshwater swamp forests" (dalam bahasa Inggris). Digital Observatory for Protected Areas. Diakses tanggal August 20, 2021.
  4. ^ "Southern New Guinea freshwater swamp forests" (dalam bahasa Inggris). The Encyclopedia of Earth. Diakses tanggal August 20, 2021.
  5. ^ a b Wikramanayake, Eric; Eric Dinerstein; Colby J. Loucks; et al. (2002). Terrestrial Ecoregions of the Indo-Pacific: a Conservation Assessment. Washington, DC: Island Press.
  6. ^ "Southern New Guinea Freshwater Swamp Forests". One Earth (dalam bahasa Inggris). 2024-02-29. Diakses tanggal 2025-09-26.
  7. ^ a b c "Southern New Guinea freshwater swamp forests". Terrestrial Ecoregions. World Wildlife Fund.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement