Sabana dan dataran rumput Trans Fly
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (September 2025) |
Sabana dan padang rumput Trans-Fly adalah ekoregion dataran rendah di pesisir selatan Pulau Nugini, baik di wilayah Indonesia maupun Papua Nugini . Dengan iklim musim hujan dan musim kemaraunya, padang rumput ini sangat berbeda dari hutan hujan tropis yang menutupi sebagian besar pulau dan menyerupai lanskap Australia utara yang terletak di selatan.[1][2]
Namanya mengacu pada Sungai Fly.
Sejarah
Sejak kemungkinan awal abad ke-16, para pedagang dari Makassar , Seram, dan wilayah lain di Indonesia berdagang dengan penduduk asli pesisir wilayah tersebut. Meskipun kontak dagang antara pedagang Asia Tenggara dan penduduk asli semakin jarang seiring berjalannya waktu, keberadaan pedagang di wilayah tersebut masih berlanjut hingga akhir tahun 1870-an. Banyak suku asli memperoleh peralatan besi melalui perdagangan ini beberapa waktu sebelum para misionaris Eropa pertama tiba di wilayah tersebut pada akhir abad ke-19.[3]
Tumbuhan
Wilayah ini sebagian besar berupa padang rumput yang menyerupai Australia utara di dekatnya dan mencakup area hutan eukaliptus , albizzia , dan melaleuca . Padang rumput ini diperbarui oleh kebakaran rutin di akhir musim kemarau.
Sebagian besar wilayahnya terdiri dari padang rumput dan sabana, meskipun terdapat beberapa petak hutan kering yang selalu hijau. Keragaman habitat di wilayah ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti curah hujan musiman, topografi setempat, drainase air, dan praktik pembakaran yang dilakukan penduduk setempat. Di daerah yang mengalami banjir selama musim hujan, hutan Melaleuca mendominasi. Spesies bambu Schizistachyum dapat ditemukan di antara hutan-hutan di sekitarnya dan vegetasi sabana di daerah musim hujan.[4]
Hewan
Meskipun padang rumput ini tidak sekaya satwa liar seperti hutan hujan di Nugini, padang rumput ini merupakan rumah bagi sejumlah spesies endemik. Mamalia di wilayah ini antara lain planigale Nugini (Planigale novaeguineae) , quoll perunggu (Dasyurus spartacus) , walabi kelinci berkacamata (Lagorchestes conspicillatus) , dan pademelon kusam (Thylogale brunii) . Burung-burung di wilayah ini antara lain burung rumput Sungai Fly (Megalurus albolimbatus) dan kookaburra berbintik , kerabat burung kingfisher yang terkenal yang memakan hewan pengerat dan reptil alih-alih ikan. Wilayah ini memiliki sejumlah besar reptil dan amfibi, termasuk kura-kura hidung babi (Carettochelys insculpta) yang unik .
Ancaman Dan Pelestarian
Ini adalah wilayah terpencil dengan populasi suku yang besar namun sangat terlokalisasi. Sebagian besar habitatnya masih utuh meskipun satwa liar rentan terhadap pengumpulan, perburuan, dan kerusakan akibat penebangan dan pembukaan lahan, terutama karena migrasi manusia ke wilayah ini di wilayah Indonesia. Padang rumput juga dimodifikasi oleh penggembalaan rusa jawa (Cervus timorensis) yang diintroduksi . Sepertiga wilayah ini dilindungi, terutama di Taman Nasional Wasur yang luas di pesisir Indonesia dan Kawasan Pengelolaan Satwa Liar Tonda yang bersebelahan di seberang perbatasan di Papua Nugini.[5]
Referensi
- ^ "Ecoregions 2017 ©". ecoregions.appspot.com. Diakses tanggal 2025-08-30.
- ^ "Trans Fly savanna and grasslands | DOPA Explorer". dopa-explorer.jrc.ec.europa.eu. Diakses tanggal 2025-08-30.
- ^ Flower, Scott (2016-08-12). Islam and Cultural Change in Papua New Guinea (dalam bahasa Inggris). Taylor & Francis. ISBN 978-1-317-68084-0.
- ^ "Trans Fly Savanna and Grasslands". One Earth (dalam bahasa Inggris). 2021-12-15. Diakses tanggal 2025-08-30.
- ^ "Southeastern Asia: Southern portion of the island | Ecoregions | WWF". World Wildlife Fund (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-30.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


