Hipokinesia

Hipokinesia adalah gangguan utama dalam mengendalikan gerakan tubuh yang terkait dengan penyakit Parkinson, kondisi lain yang mirip Parkinson, dan terkadang demensia. Kondisi ini ditandai dengan gerakan yang melambat (bradikinesia) atau hilangnya kemampuan untuk bergerak (akinesia). Pada penyakit Parkinson, hipokinesia muncul bersamaan dengan gemetar saat istirahat dan kekakuan. Hipokinesia disebabkan oleh kerusakan pada ganglia basal, dan pada penyakit Parkinson, oleh hilangnya sel-sel dopaminergik di substantia nigra pars compacta. Secara umum, dugaan yang mendasari hipokinesia adalah bahwa jalur ganglia basal tidak langsung terlalu aktif, yang mengakibatkan penghambatan talamus yang hampir terus-menerus, dan kesulitan dalam memilih rencana gerakan yang diinginkan. Dalam praktik klinis, hipokinesia tampak sebagai kontraksi otot yang sering terjadi di mana sulit untuk mematikan otot-otot yang tidak diperlukan dan mengaktifkan otot-otot yang diperlukan untuk melakukan gerakan tertentu. Masalah otot ini mengakibatkan postur tubuh membungkuk ke depan, ketidakstabilan, dan cara berjalan yang lambat serta terseret-seret. Penderita hipokinesia kesulitan memulai gerakan dan dapat tiba-tiba berhenti saat bergerak. Gejala utama pada anggota tubuh bagian atas adalah gemetar dan tulisan tangan yang kecil, terkadang sulit dibaca (mikrografia). Ketidakstabilan postur, gangguan cara berjalan, gemetar, dan mikrografia akan memburuk seiring perkembangan penyakit dan ketika pengobatan farmakologis menjadi kurang efektif.[1] Hipokinesia menggambarkan perlambatan umum dalam gerakan, baik gerakan halus maupun kasar, dan melibatkan unsur kesengajaan. Hipokinesia memiliki korelasi dengan gejala negatif (avolisi) dan tanda-tanda parkinsonisme.

GEJALA

Gerakan sukarela yang melambat, kurangnya gerakan otomatis seperti mengayunkan lengan saat berjalan, jarang berkedip, ekspresi wajah kaku, tremor (Gemetar atau getaran yang tidak terkendali,terutama saat istirahat), senyum yang muncul dan hilang perlahan, serta suara yang cenderung pelan dan sulit diatur, kekakuan otot, ketidak stabilan postur, gaya berjalan yang lambat dan terseret-seret dan kesulitan memuai gerakan (akinesia). Hipokinesia sering dianggap sebagai bagian dari bradikinesia, yaitu kondisi gerakan yang sangat lambat. Bradikinesia juga dapat mencakup akinesia, yaitu kondisi tidak adanya gerakan. Hipokinesia dapat dikurangi dengan aktivitas fisik beberapa kali sehari. Aktivitas fisik membantu mengurangi kekakuan kolagen yang dapat terjadi pada sendi atau otot yang lama dalam posisi memanjang atau memendek. Perlu diingat bahwa hipokinesia sering dikaitkan dengan penyakit Parkinson, tetapi juga dapat disebabkan oleh kondisi-kondisi lain, seperti:

  • Masalah kesehatan mental (contohnya, depresi).
  • Efek samping dari penggunaan obat-obatan.
  • Kurangnya aktivitas fisik yang berlangsung lama akibat penyakit lain.

PENYEBAB

Penyebab paling umum dari hipokinesia adalah gangguan fungsi ganglia basal dan penurunan proses rangsangan di korteks motorik. Kurangnya aktivitas motorik juga dapat memicu hipokinesia, misalnya, saat tubuh tidak bergerak dalam waktu lama akibat cedera atau penyakit parah. Pengurangan aktivitas fisik juga sering terlihat pada beberapa gangguan kejiwaan.[2]

Penyebab hipokinesia meliputi:

  1. gangguan degeneratif;
  2. mengonsumsi obat-obatan tertentu;
  3. gangguan pembuluh darah ;
  4. luka
  5. kemabukan;
  6. infeksi sistem saraf pusat ;
  7. gangguan metabolisme ;
  8. gangguan neuromuskular.

REFERENSI

  1. ^ Avers dan A. Wong, Dale Avers dan Rita A. Wong (2020). Guccione's Geriatric Physical Therapy. Bahasa Indonesia: Elsevier mosby. hlm. bab 17 halaman 379-399. ISBN 978-0-323-60912-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Dhanyamraju, sandeep Dhanyamraju (2021-06-12). "APA ITU HIPOKINESIS? MEMAHAMI GANGGUAN PERGERAKAN". LONE STAR NEOROLOGY. Diakses tanggal 12-07-2024.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement