Hatta Taliwang
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
Hatta Taliwang (lahir 17 Februari 1954)[1] adalah seorang aktivis Indonesia yang sekaligus menjabat sebagai Direktur Institut Soekarno Hatta.[2] Ia lahir di Desa Brang Rea, Sumbawa Barat pada 17 Februari 1954. Hatta merupakan anak angkat Jenderal Besar (TNI) Abdul Haris Nasution.[1] Hatta sempat menjadi pemenang lomba puisi Kementerian Sosial 1973.[2] Ia menjadi Ketua Dewan Mahasiswa Muhammadiyah pada 1977-1978.[1]
Perjalanannya sebagai aktivis menemukan puncaknya saat ia menjadi satu dari 50 tokoh yang turut menandatangani akta notaris pendirian Partai Amanat Nasional (PAN). Hatta pun menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi PAN periode 1999-2004.[1]
Setelah tak menjadi anggota DPR dan keluar dari PAN, ia meluncurkan tulisan di sebuah media daring yang berjudul Waspada Politik Cina Raya. Dalam tulisan itu, Hatta mengutip berbagai referensi tentang upaya Republik Rakyat Tiongkok memperluas emporium kekuasaannya hingga Indonesia. Saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjadi Presiden RI, Hatta juga mengeluarkan tulisan dan pernyataan yang mengkritik kebijakan-kebijakan SBY.[1]
Pada tahun 2014, Hatta mengirimkan surat terbuka kepada MPR-DPR untuk memanggil SBY atas dugaan tidak transparan tentang utang yang masih ditanggung negara. Ia bersama Komite Nasional Penyelamat Rakyat (KN-KPR) juga pernah mendorong adanya sidang istimewa untuk menurunkan Presiden SBY. Ajakan itu tak pernah bersambut. Hatta Taliwang dalam pemikirannya ingin mengembalikan UUD 1945 ke naskah aslinya.[1]
Hatta dikabarkan turut hadir dalam pertemuan dengan sejumlah makar yang telah ditangkap pada 2 Desember 2016. Akibat dugaan tersebut, pihak kepolisian tengah mencari keberadaan Hatta. Sebelas orang yang sudah diperiksa dan tiga orang ditahan. Dari keterangan dan bukti petunjuk, mengarah ke Hatta Taliwang. Dia dituding menjadi salah satu inisiator penggulingan pemerintahan Presiden Joko Widodo.[2]
Referensi
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


