Graciano López Jaena
| Graciano López Jaena | |
|---|---|
| Lahir | Graciano López y Jaena 18 Desember 1856 Jaro, Iloilo, Kekaptenjenderalan Filipina, Imperium Spanyol[1] |
| Meninggal | 20 Januari 1896 (umur 39) Barcelona, Spanyol |
| Makam | Fossar de la Pedrera, Pemakaman Montjuïc, Barcelona, Spanyol |
| Pendidikan | Seminarium St. Vincent Ferrer Universitas Valencia |
| Pekerjaan | Penulis, jurnalis, orator, propagandis |
| Dikenal atas | La Solidaridad |
Graciano López y Jaena (18 Desember 1856 – 20 Januari 1896), dikenal sebagai Graciano López Jaena (pelafalan dalam bahasa Tagalog: [ˈlopes ˈhaɪna]), adalah seorang jurnalis, ortaor, reformis, dan pahlawan nasional asal Filipina. Ia dikenal sebagai penulis surat kabar La Solidaridad pada tahun 1888, sebuah surat kabar yang menjadi pendorong Gerakan Propaganda.[2][3]
Sejarawan Filipina menilai López Jaena, bersama dengan cendikiawan hukum Marcelo H. del Pilar dan polimat José Rizal, sebagai ilustrados yang bersama-sama menjadi "triumvirate" bagi Gerakan Propaganda Filipina. Di antara kaum ilustrados lainnya, López Jaena menjadi yang pertama yang berada di Spanyol pada tahun 1880, di mana ia menjadi salah satu inisiator aksi politik bagi . Gerakan Propaganda sendiri merupakan gerakan damai yang memperjuangkan reformasi sosial, politik, dan ekonomi di Filipina, termasuk menuntut adanya perwakilan Filipina di Cortes Spanyol. Meskipun bersifat reformis, gerakan tersebut memainkan peran krusial dalam pembentukan identitas nasional Filipina, terutama dari esai-esai yang ditulis oleh López Jaena seperti Fray Botod, yang pada akhirnya meletakan fondasi intelektual bagi Revolusi Filipina pada tahun 1896, beberapa bulan setelah kematiannya akibat tuberkulosis.
Biografi

Graciano López Jaena lahir di Jaro, Kota Iloilo, yang pada waktu itu berada dalam kontrol Kekaptenjenderalan Filipina, yang merupakan bagian dari Imperium Spanyol pada tahun 1865. Orang tuanya ada Plácido López dan María Jacoba Jaena. Ia dibaptis di sebuah gereja di Jaro.[1][4][5] Ibunya mengirimkannya ke Seminarium St. Vincent Ferrer, Jaro, dengan harapan supaya anaknya dapat menjadi imam. Ketika ia di sana, Graciano bekerja sebagai sekretaris bagi pamannya, Claudio López, yang merupakan konsul kehormatan bagi Portugal di Iloilo.[5]
López sendiri berkeinginan untuk menjadi seorang dokter, berlawanan dengan keinginan ibunya. Namun, pada akhirnya, orang tuanya berhasil diyakinkannya dan ia kemudian mendaftar di Universitas Santo Tomas, meski ia ditolak karena ia tidak memiliki gelar bachelor of arts yang tidak ia dapat di seminariumnya. Ia kemudian mendaftarkan diri sebagai pekerja magang di Rumah Sakit San Juan de Dios dan diterima bekerja. Beberapa waktu kemudian, ia kemudian meninggalkan pekerjaan magangnya karena tidak memiliki biaya dan kembali ke Iloilo untuk melakukan praktik kedokteran mandiri.[5]
Pada masa itu, kunjungan penanganan terhadap orang miskin di kotanya membuat López merasakan ketidakadilan di antara masyarakat.[butuh rujukan] Terinspirasi akan hal itu, ia kemudian menulis esai satir berjudul Fray Botod, yang menggambarkan seorang frater yang gemuk dan bejat. López tidak mempublikasikan esai tersebut, tetapi salinan esai tersebut beredar di kotanya. Baik penduduk maupun friar tidak dapat membuktikan bahwa López Jaena adalah penulisnya.[butuh rujukan]
Beberapa waktu kemudian, López mengalami masalah ketika ia menolak bersaksi palsu mengenai penyebab kematian beberapa tahanan di Pototan, yang diduga meninggal di tangan wali kotanya. Akibat perjuangannya dan ancaman kematiannya, ia akhirnya pergi ke Spanyol pada tahun 1880.[4] Di sana, ia menjadi penulis dan pembicara terkemuka yang mendorong reformasi di Filipina Spanyol. Pada waktu itu juga ia menyebut dirinya sebagai López Jaena dengan menggabungkan nama lahir ibunya.
López Jaena kemudian memulai pendidikan kedokteran kembali di Universitas Valencia, tetapi ia tidak menyelesaikannya. Mahasiswa Filipina lainnya, José Rizal [butuh rujukan] dikabarkan mencela Lopez Jaena karena tidak melanjutkan studinya, yang ia jawab, "Di pundak budak tidak seharusnya ada jubah dokter". Rizal kemudian dikabarkan menjawab "Bahu tidak menghormati jubah dokter, tetapi jubah dokter menghormati bahu."
Tidak lagi memiliki ketertarikan dalam bidang akademik dan politik, López Jaena kemudian terjun ke jurnalisme. Ia kemudian menikmati hidupnya di Barcelona dan Madrid. Meski ia dianggap memiliki hidup yang sembrono, tetapi kawan-kawan sesama orang Filipina memaafkannya, terutama karena kelihaiannya dalam jurnalismenya dan kemampuan oratorinya. Mariano Ponce, yang juga merupakan propagandis Filipina di Spanyol mencatat, "... tepuk tangan meriah terdengar setelah pidato penutupan, para wanita melambaikan sapu tangan mereka dengan liar, dan para pria bertepuk tangan dengan meriah saat mereka berdiri dari tempat duduk mereka untuk memeluk pembicara". Sementara itu, Rizal menulis "Kecintaannya yang terbesar adalah politik dan sastra. Saya tidak yakin apakah ia mencintai politik agar bisa berpidato atau ia mencintai sastra agar bisa menjadi politisi".

Pada tahun 1888, ia kemudian memdirikan surat kabar dua mingguan, La Solidaridad. Surat kabar ini menjadi media yang berperan penting dalam Gerakan Propaganda. Kantor penerbitan surat kabar ini berada di Barcelona, sebelum pindah ke Madrid. Selain itu, ia juga menulis publikasi Discursos y Artículos Varios (Pidato dan Berbagai Artikel), yang menunjukkan keterampilannya sebagai orator dan penulis bagi gerakan tersebut.
López Jaena kemudian meninggal akibat tuberkulosis pada bulan Januari 1896 di Barcelona.[4][5] Ia kemudian dimakamkan dalam Pemakaman Montjuïc dan dikabarkan meninggal dalam keadaan miskin, sehingga jasadnya tidak bisa dibawa ke Filipina.[6] Sementara itu, sepeninggalnya, jabatan di La Solidaridad digantikan oleh Marcelo H. del Pilar.
Referensi
- ^ a b "Film # 004218150 Image Film # 004218150; ark:/61903/3:1:3QS7-89GQ-L9HC-C — FamilySearch.org". FamilySearch. Diakses tanggal 8 Desember 2016.
- ^ "Republic Act No. 6155 - An Act Declaring December Eighteenth of Each Year an Official Public Holiday in the City and Province of Iloilo to Commemorate the Birth Anniversary of Graciano Lopez Jaena". November 9, 1970. Diakses tanggal July 23, 2016.
- ^ Yap, Tara (December 18, 2012). "Iloilo celebrates Lopez Jaena Day". The Daily Guardian. Diarsipkan dari asli tanggal December 31, 2012. Diakses tanggal March 18, 2013.
- ^ a b c Agoncillo, Teodoro A. (1990). History of The Filipino People (8th ed.) GAROTECH publishing: Quezon City, Philippines
- ^ a b c d Yoder, Robert L. (7 Agustus 1999). Graciano López Jaena. Department of Social and Cultural Anthropology, Faculty of Social Sciences, Universitas Vienna.
- ^ Tuano, D. (March 11, 2013). Graciano Lopez Jaena's remains still in Barcelona. ABS-CBN News.
Bibliografi
- Zaide, Gregorio F. (1984). Philippine History and Government. National Bookstore Printing Press.
- Agoncillo, Teodoro A. (1967). History of The Filipino People (8th ed.). GAROTECH publishing.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


