Getrakmoyan, Pangenan, Cirebon
Getrakmoyan adalah desa yang berada di Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Desa ini termasuk sebagai desa berkembang yang dipimpin oleh seorang yang disebut sebagai Kuwu atau jabatan setara Kepala Desa. Bahasa yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat Desa Getrakmoyan adalah bahasa sunda dengan aksen Cirebon dan beberapa tambahan kata khas Cirebon. Secara Geografis, Desa Getrakmoyan berjarak kurang lebih dua kilometer dari jalan raya Pantura. Desa Getrakmoyan secara langsung berbatasan dengan Desa Ender, dan Kecamatan Karangsembung, dan Kecamatan Gebang.
Desa Getrakmoyan memiliki wilayah pertanian yang cukup luas. Desa ini memiliki karakteristik sebagai daerah agraris dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Lahan pertanian di desa ini umumnya digunakan untuk menanam padi, palawija, buah-buahan, dan sayuran. Secara geografis, Desa Getrakmoyan berada di dataran rendah dengan iklim tropis, yang memiliki dua musim utama yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Selain sebagai petani, mata pencaharian warga di Getrakmoyan yang cukup kentara juga meliputi pedagang, pekerja buruh pabrik, dan juga menjadi pekerja di luar kota serta menjadi TKI di luar negeri.
Secara kewilayahan, Desa Getrakmoyan terbagi menjadi empat blok atau wilayah setara dusun, yakni Blok I, Blok, II, Blok III, Blok IV. Masing-masing blok dipimpin oleh seseorang yang disebut sebagai Lugu atau jabatan setara Kepala Dusun.
Sejarah Desa
Desa Getrakmoyan didirikan pada tahun 1938. Berdasarkan kisah yang diwariskan secara lisan oleh para sesepuh desa, wilayah ini dahulu merupakan sebuah pedukuhan kecil yang sering dijadikan tempat persembunyian oleh para perampok, sehingga mengganggu ketenteraman masyarakat di sekitarnya.
Menurut cerita, seorang tokoh penyiar agama Islam bernama Pangeran Suryanegara pernah singgah di daerah ini. Selain berdakwah, beliau dikenal sebagai sosok yang menentang kekuasaan kolonial Belanda. Salah satu murid beliau, seorang pertapa sakti berbudi luhur bernama Ki Gentong, kemudian datang ke pedukuhan tersebut.
Suatu hari, saat sedang berjemur setelah mandi (dalam bahasa setempat disebut moyan), Ki Gentong dikejutkan oleh kedatangan tiga orang jawara—dua laki-laki dan satu perempuan—yang merupakan sahabat lamanya. Ketiganya dikenal dengan nama Ki Buyut Sampan, Ki Buyut Jaimbar, dan Mbok Ejong. Mereka membuat Ki Gentong terkejut dengan suara keras (gertak), tetapi pertemuan tersebut membawa kegembiraan.
Kehadiran keempat tokoh tersebut mengguncang keberadaan para perampok, hingga akhirnya terjadi perkelahian sengit yang dimenangkan oleh para jawara. Kabar kemenangan tersebut menyebar ke wilayah sekitarnya. Dalam sebuah pertemuan, Ki Gentong bertanya kepada ketiga sahabatnya mengenai nama yang cocok jika kelak wilayah tersebut berkembang menjadi pemukiman. Ketiganya menyerahkan penamaan kepada Ki Gentong, yang kemudian mengusulkan nama "Getrakmoyan", gabungan dari kata "gertak" (mengagetkan) dan "moyan" (berjemur), untuk mengenang pertemuan mereka.
Pembagian wilayah pun dilakukan: Ki Gentong menempati wilayah barat (kini Blok 01), Ki Buyut Sampan di utara (Blok Manis), Ki Buyut Jaimbar di timur (Blok 3), dan Mbok Ejong di selatan (Blok 4). Sejak itu, pedukuhan Getrakmoyan mulai berkembang. Antara tahun 1938 hingga 1968, wilayah ini dipimpin oleh seorang kemit (semacam kepala dusun). Kemudian, sejak tahun 1969 hingga sekarang, kepemimpinan dilanjutkan oleh seorang Kuwu (kepala desa), seiring resmi berdirinya pemerintahan Desa Getrakmoyan.
Daftar Kuwu Desa Getrakmoyan
Sejak tahun 1935 hingga saat ini, terdapat tiga belas orang yang telah menjabat sebagai Kemit atau Kuwu, dengan I. Rianto yang menjabat sebanyak dua kali di tahun 1996 dan 2007.
| No. | Nama Kuwu | Masa Jabatan | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Cakra Siban | 1935-1940 | Kemit |
| 2 | Aswari | 1940-1944 | Kemit |
| 3 | Kanta | 1944-1948 | Kemit |
| 4 | Tamad | 1948-1952 | Kemit |
| 5 | Tasma | 1952-1956 | Kemit |
| 6 | Sujana Praja | 1956-1962 | Kemit |
| 7 | Sudiro | 1962-1969 | Kuwu |
| 8 | Warma | 1969-1972 | Kuwu |
| 9 | Sa'ad | 1972-1988 | Kuwu |
| 10 | Mukasan | 1988-1996 | Kuwu |
| 11 | I. Rianto | 1996-1999 | Pejabat Kuwu |
| 12 | Wasna | 1999-2007 | Kuwu |
| 13 | I. Rianto | 2007-2013 | Kuwu |
| 14 | Junandi | 2013-2027 | Kuwu |
Klasifikasi Desa
Desa Getrakmoyan tergolong sebagai desa Swakarya, yaitu desa yang sedang berada dalam tahap perkembangan menuju kemandirian. Masyarakatnya mulai terbuka terhadap perubahan zaman dan menunjukkan pola pikir yang lebih progresif. Tradisi dan adat istiadat setempat perlahan mengalami transisi, seiring dengan dinamika sosial yang terjadi. Mata pencaharian penduduk pun semakin beragam, mencerminkan adaptasi terhadap perkembangan ekonomi dan teknologi
Kategori Desa
Desa Getrakmoyan diklasifikasikan sebagai Desa Mula, yaitu desa yang ebrada pada tahap awal dalam proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Pembangunan infrastruktur di desa ini sebagian besar telah terealisasi berkat dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten. Namun demikian, kondisi perekonomian masyarakat masih memerlukan perhatian lebih untuk mencapai kesejahteraan yang optimal.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan bagi anak-anak tergolong tinggi dan merata, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
Tipologi Desa
Desa Getrakmoyan merupakan desa berpenduduk padat yang dikelilingi oleh area kebun dan persawahan. Terletak di wilayah dataran rendah, mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, buruh tani, buruh bangunan, serta wiraswasta dan profesi lainnya yang beragam. Pemukiman warga umumnya berada jauh dari jalan utama atau pusat kota, dan tidak dilalui oleh angkutan umum. Kondisi ini membuat kepemilikan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, menjadi kebutuhan utama untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Geografis dan Demografis Desa
Letak Geografis dan Batas Wilayah Desa

Desa Getrakmoyan adalah salah desa yang berada di wilayah Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon dengan luas wilayah 175 Ha dengan jumlah penduduk sebanyak 5.460 jiwa yang terdiri dari 2.798 laki-laki dan 2.662 perempuan dengan jumlah kepala keluarga 1.758 kepala keluarga.
Adapun batas-batas wilayah Desa Getrakmoyan adalah sebagai berikut:
| Batas | Desa | Kecamatan |
|---|---|---|
| Sebelah Utara | Ender | Pangenan |
| Sebelah Timur | Dompyong Kulon | Gebang |
| Sebelah Selatan | Tambelang | Karangsembung |
| Sebelah Barat | Kalimeang | Karangsembung |
Topografi Desa Getrakmoyan pada umumnya berupa tanah datar dengan ketinggian sekitar +4 meter di atas permukaan laut. Suhu udara di wilayah ini berkisar antara 21 °C hingga 34 °C. Dari total luas wilayah, sekitar 53,350 hektare merupakan lahan darat. Secara administratif, desa ini terbagi ke dalam 4 dusun/blok, yang selanjutnya terbagi menjadi 8 Rukun Warga (RW) dan 48 Rukun Tetangga (RT).
Orbitasi/Jarak Desa Getrakmoyan ke Pusat-pusat Pemerintahan
Orbitasi merupakan jarak dan waktu tempuh dari suatu wilayah ke pusat-pusat pemerintahan di sekitarnya. Data orbitasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai posisi geografis Desa Getrakmoyan terhadap pusat administrasi di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Informasi ini disajikan dalam bentuk jarak tempuh dalam satuan kilometer serta estimasi waktu perjalanan dengan kendaraan bermotor.
| Orbitasi | Nilai | Satuan |
|---|---|---|
| Jarak ke Kecamatan | 3 | Km |
| Lama waktu tempuh ke Kecamatan dengan kendaraan bermotor | 7 | Menit |
| Jarak ke Kabupaten | 30 | Km |
| Lama waktu tempuh ke Kabupaten dengan kendaraan bermotor | 1 | Jam |
| Jarak ke Provinsi | 150 | Km |
| Lama waktu tempuh ke Provinsi dengan kendaraan bermotor | 5 | Jam |
Demografis Desa
Demografi merupakan studi ilmiah mengenai penduduk, yang mencakup aspek jumlah, struktur, dan perkembangannya dari waktu ke waktu. Jumlah penduduk yang besar dapat menjadi salah satu modal dasar pembangunan, tetapi juga berpotensi menjadi beban apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, pengelolaan kependudukan memegang peranan penting dalam mendukung proses pembangunan yang berkelanjutan.
Beberapa aspek penting dalam demografi antara lain mencakup jumlah penduduk desa dan pengelompokannya berdasarkan kelompok usia. Data demografis Desa Getrakmoyan tersaji dalam tabel-tabel berikut ini:
| Jumlah (Orang) | |
|---|---|
| Laki-laki | 2.798 |
| Perempuan | 2.662 |
| Total | 5.460 |
| Kepala Keluarga | 1.758 |
| No | Kelompok Umur | Laki-laki (Orang) | Perempuan (Orang) | Jumlah (Orang) |
|---|---|---|---|---|
| 1. | Usia 0 - 5 Tahun | 242 | 225 | 467 |
| 2. | Usia 6 - 7 Tahun | 114 | 90 | 204 |
| 3. | Usia 8 - 13 Tahun | 278 | 228 | 506 |
| 4. | Usia 14 - 16 Tahun | 138 | 104 | 242 |
| 5. | Usia 17 - 19 Tahun | 115 | 110 | 225 |
| 6. | Usia 20 - 23 Tahun | 175 | 188 | 363 |
| 7. | Usia 24 - 30 Tahun | 314 | 275 | 589 |
| 8. | Usia 31 - 40 Tahun | 480 | 490 | 970 |
| 9. | Usia 41 - 56 Tahun | 585 | 594 | 1.179 |
| 10. | Usia 57 - 65 Tahun | 206 | 209 | 415 |
| 11. | Usia 66 - 75 Tahun | 119 | 112 | 231 |
| 12. | Usia >76 Tahun | 32 | 37 | 69 |
Getrakmoyan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Barat | ||||
| Kabupaten | Cirebon | ||||
| Kecamatan | Pangenan | ||||
| Kode Kemendagri | 32.09.11.2001 | ||||
| Luas | 175 Ha | ||||
| Jumlah penduduk | 5460 jiwa | ||||
| Kepadatan | 33 jiwa/km² | ||||
| |||||
Pranala luar
- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



