Gedung Geo Wehry Padang

Gedung Geo Wehry Padang pada 2023 setelah direvitalisasi.

Gedung Geo Wehry Padang adalah sebuah bangunan bersejarah dari masa Hindia Belanda yang terletak di Jalan Batang Arau, Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Dibangun tahun 1919 dan selesai pada tahun 1920, gedung ini dulunya merupakan kantor dan gudang bagi perusahaan Geo Wehry & Co. Desainnya dirancang oleh Frans Johan Louwrens Ghijsels. Pemerintah Kota Padang telah menetapkan bangunan ini sebagai cagar budaya pada tahun 1998.[1] Saat ini, bangunannya telah direvitalisasi dan dialihfungsikan menjadi tempat hiburan.[2]

Sejarah

Firma Geo Wehry & Co didirikan oleh Georges Wehry dan C. Frolke pada 21 Oktober 1867 di Batavia (kini Jakarta). Pada masa kolonial, firma ini menjadi salah satu dari lima perusahaan ekspor-impor terbesar di Hindia Belanda. Selain mengimpor barang kebutuhan sehari-hari, Geo Wehry juga mengekspor hasil perkebunan seperti teh, kopi, karet, dan tembakau, serta terlibat dalam perdagangan kulit dan eksplorasi minyak bumi.[3]

Sejak tahun 1911, Geo Wehry meluaskan jangkauan bisnisnya di Padang. Seiring perkembangan, untuk menampung persediaan produk dan kepentingan bisnis perusahaan di masa depan, manajemen perusahaan memutuskan membangun gedung yang representatif. Menurut penelusuran Ego Arianto, pembangunan gedung ini dimulai pada tahun 1919 dan selesai pada tahun 1920.[4][5]

Arsitektur

Gedung Geo Wehry Padang pada masa Hindia Belanda.

Gedung Geo Wehry Padang dirancang oleh Frans Johan Louwrens Ghijsels, arsitek kenamaan kelahiran Hindia Belanda yang terkenal dengan sejumlah rancangannya seperti Stasiun Jakarta Kota dan gedung Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) di Jakarta. Pada tahun 1916, ia mendirikan biro arsitektur Algemeen Ingenieurs- en Architectenbureau (AIA). Biro ini bertanggung jawab atas desain tiga kantor Geo Wehry, termasuk gedung di Padang.[4]

Gedung ini memiliki tinggi sekitar 24 meter dan luas bangunan 840 meter persegi. Arsitekturnya menampilkan langgam Hindia Baru yang menonjolkan fungsi adaptasi terhadap iklim tropis. Ciri khas bangunan ini terletak pada atapnya berbentuk gambrel dengan jendela atap dan cerobong asap.[2]

Revitalisasi

Pada Oktober 2022, Gedung Geo Wehry direvitalisasi oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai bagian dari program pemanfaatan aset negara yang telantar. Selanjutnya, gedung ini disewakan kepada PT Geometry Mandiri Indonesia untuk dijadikan tempat hiburan. Proses renovasi dilakukan tanpa mengubah bentuk asli bangunan karena statusnya sebagai cagar budaya. Namun demikian, seluruh bahan yang rusak telah diganti, seperti besi dan atap, dengan material serupa.[6]

Referensi

  1. ^ Surat Keputusan Wali Kota Padang Nomor 03 tahun 1998 tentang Peneta- pan Bangunan Cagar Budaya dan Kawasan Bersejarah di Kota Padang.
  2. ^ a b Padang, kota Andaleh di pesisir barat Sumatera Barat. Balai Arkeologi Medan. 2007. ISBN 978-979-98772-3-9.
  3. ^ Colombijn, Freek (1994). Patches of Padang: The History of an Indonesian Town in the Twentieth Century and the Use of Urban Space (dalam bahasa Inggris). Research School CNWS. ISBN 978-90-73782-23-5.
  4. ^ a b https://rban.or.id/2022/09/11/menelisik-sejarah-gedung-geo-wehry-di-kawasan-kota-tua-padang/
  5. ^ Safwan, Drs Mardanas; Taher, Drs Ishaq; Asnan, Drs Gusti; Syafrizal, Drs (1987-01-01). Sejarah Kota Padang. Direktorat Jenderal Kebudayaan.
  6. ^ Selvia, Novitri. "Gedung GEO Wehry & CO Direvitalisasi Jadi Restoran - Padek Jawapos". Gedung GEO Wehry & CO Direvitalisasi Jadi Restoran - Padek Jawapos. Diakses tanggal 2025-06-17.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement