Gadis Sampul 1996
| Gadis Sampul 1996 | |
|---|---|
| Tanggal | 28 Juni 1996 |
| Tempat | Puri Agung Sahid Jaya Hotel |
| Pembawa acara | Taufik Savalas |
| Pemenang | Diandra Paramita Sastrowardoyo (Jakarta) |
| Pemenang Favorit | Anindhita Sriayu W Dasuki (Jakarta) |
| Penghargaan khusus | Pemenang Favorit |
Gadis Sampul 1996 adalah kontes remaja wanita Gadis Sampul yang diselenggarakan kesepuluh kalinya oleh majalah GADIS, yang bertujuan untuk mencari wajah-wajah baru yang akan menghiasi sampul majalah GADIS. Diikuti oleh 14 peserta dan dijuarai oleh Diandra Paramita Sastrowardoyo dari Jakarta.
Rangkaian Acara
GADIS Sampul 1996 memiliki tema Peace, Love, and Friendship yang diadakan di Puri Agung, Hotel Sahid Jaya. Acara ini disponsori oleh H&R dan Lux Beauty Soap.
Karantina
Karantina untuk keempat belas finalis GADIS Sampul 1996 dimulai pada 22 Juni 1996 hingga 29 Juni 1996 selama 8 hari. Berikut adalah rangkaian acara karantina GADIS Sampul 1996:
- Hari Pertama (22 Juni 1996): Pada hari ini keempat belas finalis mulai mengikuti karantina yang dimulai dengan perkenalan antar finalis dan chaperone yang akan berperan sebagai orang tua pengganti saat karantina selama 8 hari. Setelah acara perkenalan, para finalis melakukan fitting baju H&R dan gaun penobatan karya Adjie Notonegoro. Setelah acara fitting baju, keempat finalis dibawa ke Gedung Ad Force di Jalan Proklamasi untuk mengenal produk Lux Beauty Shower dan pentingnya menjaga kebersihan dan wangi tubuh. Acara hari ini ditutup dengan makan malam di Big Boy Restaurant yang terletak di Kuningan.[1]
- Hari Kedua (23 Juni 1996): Hari ini kegiatan karantina keempat belas finalis diisi oleh pemotretan sampul majalah GADIS Edisi 17 dengan koleksi dari H&R dan melakukan pemotretan untuk rubrik "Kecantikan". Setelah pemotretan, para finalis diajak makan siang di Kenny Rogers Roaster yang berada di Pondok Indah Mall 1 dan pada malam harinya mereka menghadiri acara makan malam di Chilli's Grill & Bar di Thamrin.[2][3]
- Hari Ketiga (24 Juni 1996): Pada hari ketiga, keempat belas finalis mengunjungi Supermal Karawaci di Tangerang untuk mengadakan pemotretan untuk halaman "Mode" dengan pakaian rancangan Adjie Notonegoro, Rizaldy 1950, Jeanny Johanes, Raizal Rais, Itang Yunasz, dan Nicolaz Edo. Selain pemotretan, kegiatan hari ini diisi oleh makan siang di Soto Gentong dan makan malam di Wok Express yang masih berada di dalam area Supermal Karawaci.[4]
- Hari Keempat (25 Juni 1996): Hari keempat diisi kegiatan latihan jalan ala model bersama Denny Malik lalu dibawa ke H&R untuk acara pengenalan H&R dan kegiatan menggambar karikatur wajah sendiri di atas t-shirt. Mereka juga menghadiri acara makan siang di Caza Suki Restaurant dan acara makan malam di Tony Roma's A Place For Ribs.[5]
- Hari Kelima (26 Juni 1996): Acara pada hari kelima diisi dengan kunjungan ke Radio Prambors lalu dilanjutkan dengan acara makan siang di Hard Rock Cafe dan mencicipi es krim Häagen-Dazs. Setelah makan siang, para finalis kembali berlatih dengan Denny Malik untuk malam penobatan. Setelah latihan untuk malam penobatan, para finalis kembali ke apartemen tempat mereka menginap untuk membersihkan diri dan bersiap-siap untuk acara belanja yang dilanjutkan acara makan di Pisa Ice Cream.[6]
- Hari Keenam (27 Juni 1996): Hari keenam ini adalah hari yang penuh dengan rasa cemas dari para finalis karena pada hari keenam, para finalis akan berhadapan dengan dewan juri. Juri untuk acara GADIS Sampul 1996 adalah Pia Alisjahbana (pendiri majalah GADIS), Patrick Widjaja, Rendy, Naratamanda, dan Ratih Sanggarwati. Sebelum penjurian, keempat belas finalis mengikuti workshop "Modal Jadi Model", latihan akhir untuk malam penobatan, dan makan siang di Chi-Chi's Mexican Restaurante. Setelah makan siang, keempat belas finalis dibawa untuk mengikuti penjurian untuk memilih GADIS Sampul 1996 yang membuat para gadis cantik itu deg-degan. Setelah penjurian, keempat belas finalis menghadiri acara makan malam bersama dewan juri.[7]
- Hari Ketujuh (28 Juni 1996): Hari ketujuh adalah hari yang diisi oleh kegiatan naik-turun panggung di Puri Agung Sahid Jaya Hotel untuk gladiresik malam penobatan dengan komando Denny Malik dan Ai Syarif. Setelah gladiresik, para finalis didandani untuk tampil di malam final.[8]
- Hari Kedelapan (29 Juni 1996): Kegiatan setelah malam penobatan ini diisi oleh acara perpisahan setelah keempat belas finalis dan para chaperone melakukan check out dari Apartemen Sahid Jaya lalu dibawa ke kantor redaksi GADIS di Kuningan. Beberapa finalis melakukan pemotretan untuk rubrik "Mode" dan finalis lainnya menonton acara pemotretan sambil menyanyi atau bertukar alamat rumah dan nomor telepon. Pada saat yang sama, keempat pemenang diwawancarai oleh Radio Prambors lewat telepon. Setelah kegiatan-kegiatan terpisah, mereka diminta berkumpul untuk acara perpisahan GADIS Sampul 1996 yang diisi dengan pemilihan finalis favorit chaperone dan pembagian honor dari H&R. Setelah acara perpisahan, keempat belas finalis berpamitan dengan panitia dan sesama finalis lalu kembali kepada keluarga masing-masing.
Malam Penobatan[9]
Malam penobatan di Puri Agung, Hotel Sahid Jaya pada Jumat, 28 Juni 1996 diberikan tema Love, Peace, and Friendship. Konsep malam penobatan GADIS Sampul 1996 ini dibuat dalam balutan drama musikal tentang cinta, perdamaian dan persahabatan yang dipadu musik dan fashion show.
Panggung malam penobatan GADIS Sampul 1996 dibuat dengan nuansa sebuah sekolah. Menjelang pukul 20:00, lampu-lampu di Puri Agung Sahid Jaya Hotel dipadamkan. Kemudian, layar monitor yang berada di tengah panggung memunculkan slide foto keempat belas finalis. Keriuhan dan tepuk tangan penonton mengiringi saat wajah finalis muncul di layar.
Lampu di panggung pun menyala kembali dan di sudut kanan panggung yang ditata menyerupai sebuah ruang kelas, empat pasang penari dari Tirtasari Pentasindo membuka acara dengan tarian dinamis dalam balutan ala murid sekolah. Keempat pasang penari itu menari di atas meja dan kursi yang ada di pojok panggung. Tiba-tiba, muncullah Taufik Savalas, yang berperan sebagai guru dengan peluitnya, menghentikan ulah muridnya (empat pasang penari dari Tirtasari Pentasindo) yang sedang heboh. Setelah selesai pembukaan acara dengan tarian dari Tirtasari Pentasindo, acara dilanjutkan dengan peragaan busana oleh alumni GADIS Sampul dan model pria pilihan GADIS yang memakai busana dari H&R. Sontak, suasana langsung riuh dan banyak penonton yang membawa kamera pocket mencoba maju mendekat ke arah panggung untuk mengambil gambar.
Suasana pun semakin heboh ketika 14 finalis muncul dalam balutan busana H&R dan memperagakan busana H&R yang dibuat untuk mereka. Kemudian, Melly Manuhutu muncul sebagai kakak kelas finalis yang meminta keempat belas finalis (yang dianggap murid baru) berbaris rapi. Kemudian, ia memberikan nomor peserta kepada para finalis.
Setelah penampilan keempat belas finalis, acara berlanjut ke peragaan busana karya Itang Yunasz yang dibawakan oleh Ria Pentasari, Maharani Djodi, Dewi Rezer, Jihan Fahira, Tessa Kaunang, Melanie Anggraini, Awang, Teddy Syach, dan Attila Syach. Selain sembilan model tersebut, muncullah Oka Sugawa yang ikut dalam peragaan busana karya Itang Yunasz. Selain sebagai model, Oka Sugawa menjadi pemeran dalam operet malam penobatan GADIS Sampul 1996 sebagai tokoh pria yang diperebutkan oleh Melly Manuhutu dan Dwi Deninta.
Setelah peragaan busana karya Itang Yunasz, acara dilanjutkan dengan peragaan busana karya Nicolaz Edo yang dibawakan oleh Aimee Juliette, Novita Angie, Ira Rayani, Egidia Savitri, Reviyanti, Dewi Sari, Pierre Rolland, Irgi Fahrezi, dan Gunawan Sudrajat. Selain itu, Dwi Deninta muncul dengan melakukan lip sync lagu Bawalah Daku Pergi yang dipopulerkan oleh Ruth Sahanaya.
Setelah peragaan busana dari Nicolaz Edo, Hedi Yunus muncul dengan menyanyikan lagu Prahara Cinta yang ditemani para model yang membawakan fashion show busana rancangan Rizaldy 1950.
Puncak dari operet dibuka dengan penampilan penari dari Tirtasari Pentasindo, Melly, Dwi, dan Oka yang melakukan gerakan-gerakan seakan berkelahi yang menggambarkan sengitnya persaingan antara Melly dan Dwi memperebutkan Oka. Sementara itu, para model yang dibalut baju Nicolaz Edo "memanasi" suasana. Pertengkaran berakhir setelah Pak Guru (Taufik Savalas) muncul untuk mendamaikan muridnya yang berseteru.
Suasana panas operet kemudian berubah menjadi semakin seru ketika para finalis memeperkenalkan diri mereka dengan dipandu Taufik Savalas yang menggojlok satu persatu finalis saat mereka diminta menampilkan bakat mereka di hadapan penonton oleh Taufik Savalas yang berperan sebagai Pak Guru. Beberapa finalis menampilkan bakat atau hobi mereka, seperti Senny Novianti yang diminta menari dan menyanyi, Tinneke Yulia yang rapping, Mirna Firuskhan diminta berjalan ala peragawati, dan Astrid Meliani yang menunjukkan kemahiran berbicara bahasa Perancis.
Setelah unjuk bakat keempat belas finalis, munculah Coboy yang membawakan cover lagu Bee Gees, How Deep Is Your Love, dengan diiringi fashion show produk H&R dan lagu hits mereka, Renungkanlah, dengan kemunculan Oka Sugawa sebagai penari latar yang memegang bunga mawar sebagai tanda ia ingin Melly dan Dwi berdamai.
Setelah penampilan Coboy, muncullah model-model yang memperagakan busana rancangan Jeanny Johanes dengan kemunculan Melly Manuhutu yang lip sync lagu Aku Ini Milik Siapa yang dipopulerkan oleh January Christy. Hedi Yunus pun kembali muncul setelah peragaan busana dan ia membawakan lagu hitsnya, Suratku, dengan adanya penampilan Dwi dan dua penari menari balet di sisi kanan panggung dan Oka Sugawa, yang mengharapkan perhatian Dwi, memegang bunga mawar di sisi kiri panggung.
Setelah penampilan Hedi Yunus, acara berlanjut ke peragaan busana karya Raizal Rais dengan iringan lagu Kala Senja Tenggelam yang dipopulerkan oleh Chrisye. Penampilan para model dan penari mendapaykan tepuk tangan panjang dari penonton yang hadir pada malam itu.
Acara pun mulai mendekati puncaknya, ketika GIGI muncul dan Armand Maulana, sang vokalis yang tampil kalem, menghibur penonton dengan tiga lagu Kuingin, Garis Warna, dan Janji. Penampilan mereka mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton.
Puncak acara pun dimulai dengan tampilnya para penari serta Oka, Melly, Dwi, dan Taufik menutup operet mereka. Melly, Dwi, dan Oka berdamai sambil mengumumkan tibalah saat yang ditunggu-tunggu penonton, yaitu penobatan GADIS Sampul 1996. Setelah Melly, Dwi, dan Oka kembali ke belakang panggung, muncullah empat belas finalis memperagakan busana penobatan yang dirancang oleh Adjie Notonegoro untuk keempat belas finalis. Para finalis tersenyum cantik meskipun hati mereka sedang berdebar-debar.
Setelah keempat belas finalis berbaris anggun di panggung, Taufik Savalas muncul dengan pakaian resmi. Ia pun memanggil Desy Ratnasari untuk mengumumkan GADIS Sampul Favorit Pilihan Pembaca. Desy pun muncul dan membacakan nama Anindhita Sriayu W. Dasuki, finalis asal Jakarta yang memenangkan penghargaan GADIS Sampul Favorit Pilihan Pembaca.
Kemudian, Taufik memanggil Gunawan dan Marcelino untuk mengumumkan Pemenang III. Gunawan dan Marcelino, yang membuat penonton histeris, pun membacakan nama Jane Allan, finalis asal Jakarta yang terpilih sebagai Pemenang III GADIS Sampul 1996. Acara pun berlanjut dengan kemunculan Atalarik Syach dan Thomas Djorghi yang diundang oleh Taufik untuk mengumumkan Pemenang II GADIS Sampul 1996. Kedua pemuda itu pun memanggil nama Mentari Mayangsari, finalis asal Depok yang menjadi Pemenang II GADIS Sampul 1996 dan mendapatkan kecupan dari Thomas dan Atalarik.
Momen yang ditunggu oleh semua yang hadir di Puri Agung Sahid Jaya Hotel pun tiba, yaitu pengumuman pemenang GADIS Sampul 1996. Lampu di panggung dipadamkan kemudian mengalun lagu GADIS Sampul yang diciptakan oleh Yovie Widianto dan dinyanyikan oleh Krisdayanti. Dari belakang panggung, muncullah Regina Pingkan, GADIS Sampul 1995, yang diikuti oleh alumni GADIS Sampul yang menjadi model pada malam itu. Regina Pingkan pun memutari para finalis dengan diiringi oleh lagu GADIS Sampul. Ketika lagu berakhir, Regina Pingkan mendekati Diandra Paramita Sastrowardoyo atau Dian Sastrowardoyo, finalis dari Jakarta, dan menyematkan selempang kepada Dian yang memang dijagokan oleh banyak penonton pada malam itu. Dian pun mendapatkan rangkaian kecupan ucapan selamat dari sesama finalis yang mengiringi keharuannya setelah terpilih sebagai pemenang.
Pembawa acara
Pengisi acara
- Hedi Yunus
- Gigi
- Coboy
- Tirtasari Pentasindo Dancer
Model
Alumni GADIS Sampul
- Melly Manuhutu (Pemenang 3 GADIS Sampul 1990)
- Dwi Deninta (Finalis GADIS Sampul 1994)
- Aimee Juliette (Pemenang Favorit GADIS Sampul 1992)
- Novita Angie (Finalis GADIS Sampul 1992)
- Ira Rayani (Pemenang 1 GADIS Sampul 1994)
- Egidia Savitri (Finalis GADIS Sampul 1994)
- Reviyanti (Finalis GADIS Sampul 1993)
- Dewi Sari (Finalis GADIS Sampul 1993)
- Ria Pentasari (Finalis GADIS Sampul 1991)
- Maharani Djodi (Pemenang 3 GADIS Sampul 1991)
- Dewi Rezer (Finalis GADIS Sampul 1995)
- Jihan Fahira (Finalis GADIS Sampul 1993)
- Tessa Kaunang (Finalis GADIS Sampul 1993)
- Melanie Anggraini (Pemenang 3 GADIS Sampul 1995)
Model Pria
- Oka Sugawa
- Pierre Rolland
- Irgi Fahrezi
- Gunawan Sudrajat
- Awang
- Teddy Syach
- Attila Syach
Pembaca Pengumuman Pemenang
- Desy Ratnasari (Pemenang 2 GADIS Sampul 1988)
- Marcellino
- Atalarik Syach
- Thomas Djorghi
Hasil
| Utama | |||
|---|---|---|---|
| Gelar | Kontestan | ||
| Gadis Sampul 1996 | Jakarta - Diandra Paramita Sastrowardoyo | ||
| Juara 2 | Depok - Mentari Mayangsari | ||
| Juara 3 | Jakarta - Jane Allan | ||
| Penghargaan khusus | |||
| Gelar | Kontestan | ||
| Pemenang Favorit | Jakarta - Anindhita Sriayu W Dasuki | ||
Peserta
Finalis
14 peserta tampil sebagai finalis pada tahun ini:
| Nomor Urut | Peserta | Kota asal | Usia | Sekolah Asal |
|---|---|---|---|---|
| 8 | Amanda Dwi Adistya | Jakarta | 13 | SMP Negeri 68 Jakarta |
| 1 | Anindhita Sriayu W Dasuki | Jakarta | 15 | SMP Negeri 61 Jakarta |
| 13 | Astrid Meilani | Bandung | 17 | SMA Negeri 1 Bandung |
| 7 | Dewi Suzana Nuswar | Bengkulu | 15 | SMP Negeri 2 Bengkulu |
| 5 | Diandra Paramita Sastrowardoyo | Jakarta | 14 | SMP St. Vincentius Jakarta |
| 12 | Dianti Irawati | Jakarta | 15 | SMP Negeri 77 Jakarta |
| 9 | Ina Ratna Intania | Kuningan | 13 | SMP Negeri 1 Kuningan |
| 6 | Jane Allan | Jakarta | 14 | SMP Mahatma Gandhi Jakarta |
| 11 | Mentari Mayangsari | Depok | 14 | SMP Negeri 49 Jakarta |
| 10 | Melvy Noviza | Jakarta | 14 | SMP Negeri 92 Jakarta |
| 4 | Mirna Firuskhan | Pontianak | 17 | SMA Mujadin Pontianak |
| 14 | Pocut Israita | Medan | 16 | SMA Al Azhar Medan |
| 2 | Senny Novianty | Bandung | 15 | SMP Negeri 2 Bandung |
| 3 | Tinekke Yulia Mahubessy | Jakarta | 16 | SMP Perguruan Advent Jakarta |
Semifinalis
Dari 60 Unggulan, terpilihlah 30 nama yang menjadi semifinalis, berikut adalah nama-nama yang terpilih
| Peserta | Kota asal | Usia |
|---|---|---|
| Amanda Dwi Adistya | Jakarta | 13 |
| Anindhita Sriayu W. Dasuki | Jakarta | 15 |
| Astrid Meilani | Bandung | 17 |
| Ayu Suryanitha | Denpasar | 14 |
| Calista Argentina WS | Jakarta | 16 |
| Dahlia Meilida | Jakarta | 13 |
| Dewi Suzana Nuswar | Bengkulu | 15 |
| Diandra Paramita Sastrowardoyo | Jakarta | 14 |
| Dianti Irawati | Jakarta | 15 |
| Diany Nurrahma | Malang | 13 |
| Etik Guruh Purwaningsih | Sidoarjo | 15 |
| Frisca Desyani Z | Jakarta | 15 |
| Ina Ratna Intania | Kuningan | 13 |
| Jane Allan | Jakarta | 14 |
| Jolanda Marlen Ningke Kalangi | Manado | 15 |
| Kurniati Kamalia | Bekasi | 14 |
| Ladya Cheryl Baharrizki | Jakarta | 15 |
| Margaret Elfrida Basaria Sirait | Medan | 15 |
| Margaretha Veronica Ratuliu | Jakarta | 14 |
| Mentari Mayangsari | Depok | 14 |
| Melvy Noviza | Jakarta | 14 |
| Mirna Firuskhan | Pontianak | 17 |
| Mungki Diana | Bandung | 15 |
| Pocut Israita | Medan | 16 |
| Rheny Soedaryo | Pekalongan | 15 |
| Senny Novianty | Bandung | 15 |
| Sherly Lenggogeni | Jakarta | 13 |
| Sintia Sukma | Jakarta | 14 |
| Tinekke Yulia Mahubessy | Jakarta | 16 |
| Yeane Marlina Siregar | Makassar | 15 |
Catatan: nama yang ditebalkan lolos menjadi finalis.
Unggulan
Dari ribuan formulir yang masuk, berikut adalah 9nama-nama yang terpilih sebagai 60 unggulan GADIS Sampul 1996:
| Peserta | Kota asal |
|---|---|
| Adisty Wulandari | Jakarta |
| Amanda Dwi Adistya | Jakarta |
| Amanda Resmiasih | Bandung |
| Anastasia | Jakarta |
| Anindhita Sriayu W. Dasuki | Jakarta |
| Astrid Meilani | Bandung |
| Ayla Dewi A. Surrindra | Bogor |
| Ayu Suryanitha | Denpasar |
| Betti Susanti | Semarang |
| Calista Argentina WS | Jakarta |
| Cherry Bonetha | Jakarta |
| Dahlia Meilida | Jakarta |
| Devi Ariyani Safitri | Tangerang |
| Devi Permata Sari | Jakarta |
| Deviyanti | Medan |
| Dewi Suzana Nuswar | Bengkulu |
| Diandra Paramita Sastrowardoyo | Jakarta |
| Dianti Irawati | Jakarta |
| Diany Nurrahma | Malang |
| Donna Herman | Kediri |
| Etik Guruh Purwaningsih | Sidoarjo |
| Fina Yusnida Noer | Semarang |
| Fitria Sari Putri | Lampung |
| Gina Garsia | Bandung |
| Githa Erythrina | Bogor |
| Frisca Desyani Z | Jakarta |
| Ina Ratna Intania | Kuningan |
| Jane Allan | Jakarta |
| Jelita Putri | Jakarta |
| Jolanda Marlen Ningke Kalangi | Manado |
| Kend Sukma Ceria | Jawa Timur |
| Kurniati Kamalia | Bekasi |
| Ladya Cheryl Baharrizki | Jakarta |
| Lia Apriliani | Tangerang |
| Lolita | Semarang |
| Margaret Elfrida Basaria Sirait | Medan |
| Margaretha Veronica Ratuliu | Jakarta |
| Melissa Yasmin Kapitan | Jakarta |
| Mentari Mayangsari | Depok |
| Melvy Noviza | Jakarta |
| Mirna Firuskhan | Pontianak |
| Mungki Diana | Bandung |
| Nazla Farizy | Semarang |
| Nurul Ulfa | Tasikmalaya |
| Pocut Israita | Medan |
| Rahmidian Safitri | Mataram |
| Rheny Soedaryo | Pekalongan |
| Sarah Judith H | Semarang |
| Senny Novianty | Bandung |
| Shally Tria Amanda | Jakarta |
| Sherly Lenggogeni | Jakarta |
| Shinta Swasti S Rumeser | Jakarta |
| Shysilia Novita | Jakarta |
| Sindy Deviana | Jakarta |
| Sintia Sukma | Jakarta |
| Tinekke Yulia Mahubessy | Jakarta |
| Wahida Humtaza | Bandung |
| Yane Ardian Rachman | Jakarta |
| Yeane Marlina Siregar | Makassar |
| Yuniar Satriani | Tangerang |
Catatan: nama yang ditebalkan lolos menjadi semi finalis.
Trivia
- Pocut Israita, mewakili DI Aceh pada kontes Puteri Indonesia 2000 dan meraih posisi 6 Besar dan penghargaan khusus Puteri Indonesia Favorit.
- Amanda Dwi Adistya, mengikuti ajang Wajah Femina pada tahun 2004 dan berhasil terpilih sebagai pemenang utama.
- Beberapa nama terkenal pernah mengikuti ajang ini tetapi hanya lolos hingga babak semi final, seperti Titi Kamal (Kurniati Kamalia), Ladya Cheryl, dan Mona Ratuliu (Margaretha Veronica Ratuliu).
- Callista Argentina, pemenang II GADIS Sampul 1997, mengikuti ajang ini namun hanya lolos sampai babak semi finalis. Ia pun mengikuti lagi ajang ini di tahun 1997.
Referensi
- ^ Arda, author (1996-07-17). "Senyum Malu-malu". Majalah GADIS Edisi 18 Tahun 1996.
- ^ Tarsi, Dianti (1996-07-17). "Pinter Berekspresi". Majalah GADIS Edisi 18 Tahun 1996.
- ^ Iss, author (1996-07-17). "Klik Di Balik Cover". Majalah GADIS Edisi 17 tahun 1996.
- ^ Ummy, author (1996-07-17). "Pakaian 6 Perancang". Majalah GADIS Edisi 18 tahun 1996.
- ^ Ike, author (1996-07-17). "Jalan ala Model". Majalah GADIS Edisi 18 tahun 1996.
- ^ Ike, author (1996-07-17). "Lelah tapi Seru". Majalah GADIS Edisi 17 tahun 1996.
- ^ Tarsi, Dianti (1996-07-17). "Deg-degan". Majalah GADIS Edisi 18 Tahun 1996.
- ^ Tarsi, Dianti (1996-07-17). "Naik-Turun Panggung". Majalah GADIS Edisi 18 Tahun 1996.
- ^ Panca, author (1996-07-17). "Love, Peace and Friendship GADIS Sampul '96". Majalah GADIS Edisi 18 Tahun 1996.
Pranala luar
- Situs resmi Diarsipkan 2023-07-16 di Wayback Machine.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


