Gadis Sampul 1988
| Gadis Sampul 1988 | |
|---|---|
| Tanggal | 25 Maret 1988 |
| Tempat | Panti Surya, Hotel Hyatt Aryaduta Jakarta |
| Pembawa acara | Bagito |
| Pengisi acara | Elfa’s Big Band Elfa's Singers Ruth Sahanaya Nicky Astria Oddie Agam Chintami Atmanegara |
| Pemenang | Mareta Artuti (Palembang) |
| Pemenang Favorit | Mareta Artuti (Palembang) |
| Penghargaan khusus | Pemenang Favorit |
Gadis Sampul 1988 adalah kontes remaja wanita yang diselenggarakan kedua kalinya oleh majalah GADIS, yang bertujuan untuk mencari wajah-wajah baru yang akan menghiasi sampul majalah GADIS. Diikuti oleh 12 peserta dan dijuarai oleh Mareta Artuti dari Palembang.
Acara penobatan GADIS Sampul 1988 diadakan pada 28 Maret 1988 dalam acara Pesta Remaja 1988 yang diadakan di Panti Surya, Hotel Hyatt Aryaduta. Sponsor utama GADIS Sampul 1988 dan acara Pesta Remaja adalah Permen HEXOS (Konimex). Pada penobatan GADIS Sampul 1988, para finalis tampil cantik dengan tata rias dari Hanky Tandayu Coiffure et Beaute Jakarta (Hanky Salon).
Karantina dan Malam Penobatan
Acara karantina GADIS Sampul 1988 diadakan dari 22 hingga 26 Maret 1988. Selama 4 hari karantina ditambah satu malam penobatan, para finalis akan menghadapi banyak kegiatan. Dari kegiatan serius, seperti penjurian, hingga kegiatan menyenangkan akan dilalui selama karantina.
Tania bikin deg-degan!
Rasa penasaran terpancar pada setiap orang yang berada di Ruang Serba Guna yang berada di dalam Gedung Femina, Kuningan, Jakarta Selatan. Para finalis penasaran dengan kegiatan yang akan mereka ikuti, sementara panitia dan redaksi GADIS penasaran dengan wajah asli para finalis GADIS Sampul 1988 yang sudah dipublikasikan di majalah GADIS selama dua bulan.
Ekspektasi pihak redaksi GADIS pun terbayar dengan kehadiran para finalis yang ceria, segar, dan memiliki gairah hidup ditambah mereka juga luwes dalam bergaul. Para finalis langsung mengakrabkan diri dengan sesamanya dan dengan redaksi GADIS, yang kebanyakan disapa sebagai tante oleh beberapa finalis. Beberapa finalis pun sudah memberikan panggilan sayang kepada finalis lainnya.
Satu jam setelah Pia Alisjahbana membuka acara karantina, para finalis langsung meminta foto bersama. Namun salah satu finalis, Tania Titaley, belum bisa langsung akrab dengan cepat dengan finalis lainnya dan redaksi GADIS. Tania, cucu Bram Titaley dan sepupu Harvey Malaihollo, datang terlambat karena ia menunggu ayahnya.
Beruntungnya, Tania bisa berbaur dengan para finalis saat dibawa ke tempat mereka menginap di Hotel Hyatt Aryaduta. Wajahnya pun semakin antusias, saat ia dan bersama finalis lainnya diajak ke Teater IMAX Keong Emas di Taman Mini Indonesia Indah.
Ih... manis-manis amat sih!
12 finalis dan redaksi GADIS bertolak dari Hotel Hyatt Aryaduta menuju Keong Mas di Taman Mini. Namun saat sampai di area Taman Mini, tiba-tiba hujan gerimis mulai turun. Para finalis dan redaksi sampai di Keong Mas dua jam sebelum jam pemutaran film di IMAX Keong Mas yang dijadwalkan pada jam 16:00. Selama menunggu, para finalis menjadi perhatian para pengunjung.
Seperti rombongan ibu-ibu dari Malang yang 'mengelilingi' Ismi Dalia Andajani untuk bertanya dari mana asalnya dan diajak foto bersama saat tahu Ismi berasal dari Surbaya. Mereka juga mendoakan agar Ismi menang.
Setelah menonton film di Keong Mas, para finalis dan panitia, yang berasal dari redaksi GADIS, melanjutkan perjalanan ke Blok M. Saat mereka sampai di Blok M, para finalis tidak sabar ingin berbelanja di kawasan Blok M meskipun Trisa Febrida (finalis dari Jakarta) dan Sonya Morina (finalis asal Bandung) lebih memilih melihat barang-barang unik.
Ternyata acara jalan-jalan di Blok M memakan waktu cukup lama, sehingga para finalis dan panitia langsung menuju Rumah Makan 'Sari Alam' di Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Kebayoran Baru, untuk makan malam. Karena rombongan tiba lebih awal, mereka bermain games bisik kalimat. Setelah menu makan malam dihidangkan, permainan pun berakhir.
Wajahpun disulap!
23 Maret pagi, Hanky Salon dipenuhi oleh tamu-tamu cantik yang menarik perhatian pengunjung lain. Banyak yang bertanya kepada Hanky, sang pemilik salon. Hanky pun menerangkan bahwa para gadis cantik ini adalah finalis GADIS Sampul 1988.
Para finalis terlihat pasrah ketika menunggu giliran didandani. Apalagi wajah mereka selama ini jarang disentuh oleh make-up. Mereka penasaran dengan penampilan mereka setelah didandani. Penampilan para finalis pun diubah sehingga membuat pihak panitia dan sesama finalis pangling dengan penampilan baru mereka.
Setelah penampilan mereka diubah, mereka pun dipotret dengan arahan dari pengarah gaya dan fotografer. Beberapa finalis sudah paham dan percaya diri dengan arahan pengarah gaya sedangkan finalis lainnya masih sedikit malu dalam bergaya. Beberapa finalis merebut hati pengarah gaya dan redaksi lainnya, seperti Tania Titaley dan Morina Wanda Bimbuain.
Setelah pemotretan, 12 finalis dibawa ke Dunia Fantasi , Taman Impian Jaya Ancol. Finalis yang lelah setelah pemotretan pun bersenang-senang saat menaiki wahana di Dunia Fantasi. Khususnya, saat mereka naik wahana "Kora-kora".
Saat ditanyai oleh panitia, wahana permainan apa lagi yang ingin dicoba oleh para finalis. Mereka menjawab wahana permainan yang menegangkan. Para finalis sangat menikmati permainan dan lupa bahwa besok mereka harus menghadapi penjurian. Mereka berpikir bahwa suasana kebersamaan ini jangan sampai dilupakan.
Permainan di Dunia Fantasi pun berakhir pada jam 20:00. Perjalanan hari kedua pun dilanjutkan dengan makan malam di Bakmi Gadjah Mada yang berada di Studio 21, Jalan M.H Thamrin.
Ngeceng di Country Club Cinere
Hari ketiga karantina mungkin adalah hari yang mendebarkan untuk para finalis. Hari ini finalis akan melakukan pemotretan untuk halaaman mode dan malamnya, akan melakukan penjurian dengan dewan juri yang kompeten di bidangnya.
Pada pagi itu, kesibukan sudah terjadi dari kamar finalis di Hotel Hyatt Aryaduta. Kamar finalis penuh dengan barang-barang yang menjadi hadiah untuk para finalis. Hadiah untuk finalis adalah sebagai berikut:
- 3 pasang sepatu dari Bata
- 1 pasang sepatu dari Groupie
- Baju penobatan dari Alex AB
- Baju koleksi Contempo
- Aksesoris dari Fandiasta
- Hadiah dari HEXOS
Mereka juga didandani sebelum bertolak ke tempat pemotretan mode.
Setelah sampai di Country Club Cinere, para finalis disambut dengan makan siang sambil memandangi kolam renang. Menu yang disediakan adalah nasi tim ayam.
Setelah makan siang, 12 finalis dibagi menjadi 2 tim. Tim pemotretan untuk busana karya Alex AB dan busana koleksi Contempo. Untuk busana karya Alex AB pemotretan diadakan di dalam ruangan, sementara untuk koleksi Contempo pemotretan dilakukan di luar ruangan. Setelah makan siang, finalis pun semakin semangat untuk melakukan pemotretan ditambah para finalis gampang diarahkan oleh pengarah gaya sehingga pemotretan berlangsung dengan cepat. Setelah pemotretan selesai, para finalis beserta panitia kembali ke Hotel Hyatt Aryaduta.
"Sport jantung, Mbak...!"
Kalimat yang diucapkan Mareta Artuti sebelum masuk ke dalam ruangan penjurian. Hal ini harap dimaklumi karena dewan juri, yang terdiri dari Poppy Dharsono, Irma Hadisurya, Slamet Rahardjo (yang pada hari penjurian GADIS Sampul tiba-tiba sakit dan digantikan oleh Pia Alisjahbana), Hanky Tandayu (pemilik salon Hanky Salon), dan Firman Ichsan (fotografer terkenal), kadang melontarkan pertanyaan "jahil" kepada finalis.
Seperti pada Ismi Dalia Andajani yang memiliki pengalaman di dunia modeling, khususnya foto modeling, mengaku pernah difoto untuk iklan sebuah kalender untuk produk lampu. Atau Trisa Febrida yang mengaku cita-cita awalnya adalah guru tetapi setelah ia ikut GADIS Sampul, cita-citanya berubah menjadi seorang peragawati.
Meskipun ada yang sudah percaya diri saat penjurian beberapa finalis masih ada yang grogi, seperti Karlina yang jalan menuju ruang makan hingga diteriaki juri. Selain Karlina, finalis lain pun masih terlihat grogi. Seperti Mareta Artuti yang memelintirkan ikat rambutnya, Tania Titaley yang kakinya tidak bisa diam, Sonia Dora Cascalo dan Sonya Morina yang yang selalu mengutak-atik jempol tangan.
Setelah selesai acara penjurian, para finalis, yang kembali ke kamar mereka, menceritakan pengalaman mereka saat penjurian kepada sesama rekan finalis. Mereka menceritakan dengan ekspresif dan ditambah alasan jawaban mereka. Hal ini membuat para finalis lain yang mendengarkan tertawa dan membandingkannya dengan pengalaman penjurian mereka.
Tegangnya Para Primadona
Jumat, 25 Maret 1988, merupakan hari yang penuh ketegangan. Hari itu kedua belas finalis akan menjadi primadona di acara Pesta Remaja '88 dan akan mengetahui nasib masing-masing.
Dari pagi hingga waktu makan siang, mereka latihan untuk muncul di atas panggung. Latihan yang langsung diadakan di Ballroom Hotel Hyatt Aryaduta Jakarta ini memang cepat ditambah para finalis mudah diaturnya. Namun, wajah para finalis yang tegang tidak bisa disembunyikan.
Acara latihan yang cukup singkat ini dilanjutkan dengan finalis didandani oleh tim dari Hanky Salon. Setelah didandani oleh tim Hanky Salon, para finalis menyempatkan diri unyuk menyegarkan diri dan menetralisir ketegangan. Saat acara puncak, finalis tampil di Pesta Remaja '88 dengan wajah segar dan berseri ditambah mereka menikmati acara dan aksi panggung mereka. Ditambah terpingkal-pingkal dengan lawakan Bagito Group. Mereka juga menerima keputusan juri di akhir acara dengan lega.
Mareta Artuti, Desy Ratnasari, dan Ismi Dalia Andajani, yang terpilih sebagai Pemenang I dan Pemenang Favorit, Pemenang II, dan Pemenang III, bersama para 9 finalis lain tetap berwajah ceria dan gembira. Pesta lu berakhir dan berakhir pula rangkaian kegiatan GADIS Sampul 1988.
Pada pagi hari tanggal 26 Maret 1988, para peserta berpisah di lobby hotel. Suasana haru mendominasi momen ini. Ditambah sebagian finalis merencanakan acara ini untuk bertemu dan menambah teman. Kemenangan memang soal keberuntungan masing-masing. Poin pentingnya adalah mereka sudah mencoba kesempatan yang diberikan oleh GADIS untuk melangkah ke dunia, yang menurut para finalis, menarik.
Pembawa acara
Pengisi acara
Hasil
| Utama | |||
|---|---|---|---|
| Gelar | Kontestan | ||
| Gadis Sampul 1988 | Palembang - Mareta Artuti | ||
| Juara 2 | Sukabumi - Desy Ratnasari | ||
| Juara 3 | Surabaya - Ismi Dalia Andajani | ||
| Penghargaan khusus | |||
| Gelar | Kontestan | ||
| Pemenang Favorit | Palembang - Mareta Artuti | ||
Peserta
Finalis
12 peserta tampil sebagai finalis pada tahun ini:
| No. Urut | Peserta | Kota asal | Usia |
|---|---|---|---|
| 12 | Bella Saphira Veronica S | Jakarta | 15 |
| 6 | Desy Ratnasari | Sukabumi | 15 |
| 4 | Dini Desita | Jakarta | 18 |
| 1 | Fransisca Sandra Gunawan | Bandung | 18 |
| 3 | Ismi Dalia Andajani | Surabaya | 18 |
| 10 | Karlina | Jakarta | 18 |
| 9 | Mareta Artuti | Palembang | 15 |
| 5 | Morina Wanda Bimbuain | Jakarta | 14 |
| 2 | Sonia Dora Carrascalao | Dili | 17 |
| 8 | Sonya Morina | Bandung | 15 |
| 11 | Tania Titaley | Jakarta | 13 |
| 7 | Trisa Febrida | Jakarta | 15 |
Semi Finalis
Sebelum terpilih menjadi 12 finalis, terpilihlah 20 semi finalis yang akan disaring menjadi 20 finalis
| Nama | Usia | Daerah Asal |
|---|---|---|
| Sonya Morina | 15 | Bandung |
| Diah Permata Sari | 17 | Solo |
| Morina Wanda Bimbuain | 14 | Jakarta |
| Claudia Hidayat | 14 | Semarang |
| Tania Titaley | 13 | Jakarta |
| Bella Saphira Veronica S | 17 | Jakarta |
| Sonia Dora Carrascalao | 17 | Dilli |
| Dini Desita | 18 | Jakarta |
| Seliani Sofjan | 18 | Jakarta |
| Diana Saraleli | 17 | Palembang |
| Yanet Elizabeth Manurip | 17 | Bandung |
| Devi Nila W Darmadin | 14 | Jakarta |
| Ismi Dalia Andajani | 18 | Jakarta |
| Poppy Puspita Soeratman | 17 | Jakarta |
| Mareta Artuti | 15 | Palembang |
| Rosalina Adiwinata | 18 | Bogor |
| Trisa Febrida | 15 | Jakarta |
| Desy Ratnasari | 15 | Sukabumi |
| Fransisca Sandra Gunawan | 18 | Bandung |
Catatan: nama yang ditebalkan lolos menjadi finalis.
Calon Semi Finalis
Dar 3406 formulir yang masuk ke redaksi GADIS dari penjuru Indoensia, terpilihlah 40 nama yang akan disaring menjadi calon semi finalis GADIS Sampul 1988.
| Nama | Usia | Asal |
|---|---|---|
| Mareta Artuti | 15 | Palembang |
| Y. Marina Andrini | 14 | Jakarta |
| Yanet Elizabeth Manurip | 17 | Bandung |
| Seliani Sofjan | 18 | Jakarta |
| Rosalina Adiwinata | 18 | Bogor |
| Chera Octaviani | 18 | Jakarta |
| Liza Riani | 18 | Jakarta |
| Bella Saphira Veronica S | 17 | Jakarta |
| Evi Clarissa | 19 | Jakarta |
| Sani Budiantini | 14 | Jakarta |
| Eendi Anawhati Henry | 17 | Jakarta |
| Poppy Puspita Soeratman | 17 | Jakarta |
| Novi Emalia | 15 | Makassar |
| Ervina Sari Yudi | 15 | Jakarta |
| Ligaya Safitrie | 19 | Jakarta |
| Swastu Poncorini | 17 | Jakarta |
| Silvia | 16 | Jakarta |
| Ria Dwi Hartatik | 14 | Malang |
| Diana Saraleli | 17 | Palembang |
| Inez Yuanna | 17 | Jakarta |
| Yunita Christanti | 14 | Jakarta |
| Desy Ratnasari | 15 | Sukabumi |
| Claudia Hidayat | 14 | Semarang |
| Sonya Morina | 15 | Bandung |
| Fransisca Sandra Gunawan | 18 | Bandung |
| Dini Desita | 18 | Jakarta |
| Ratna Juwita Purba | 17 | Sukabumi |
| Herny Agustianti | 16 | Banjarmasin |
| Rizka Indira | 14 | Jakarta |
| Anastasia Susan Bachtiar | 15 | Jakarta |
| Devi Nila W. Darmadin | 14 | Jakarta |
| Morina Wanda Bimbuain | 14 | Jakarta |
| Astri Novanintha | 16 | Jakarta |
| Tania Titaley | 13 | Jakarta |
| Ismi Dalia Andajani | 18 | Surabaya |
| Karlina | 18 | Jakarta |
| Sonia Dora Carascalao | 17 | Dilli |
| Trisa Febrida | 15 | Jakarta |
| Diah Permata Sari | 17 | Solo |
| Mia Yunita | 19 | Jakarta |
Catatan: nama-nama yang ditebalkan lolos menjadi semifinalis.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


