Future of Life Institute

Future of Life Institute (disingkat FLI) adalah organisasi nirlaba yang memiliki tujuan untuk mengarahkan perkembangan teknologi transformatif agar memberikan manfaat bagi kehidupan dan mengurangi risiko berskala besar, dengan perhatian khusus pada risiko eksistensial dari kecerdasan buatan tingkat lanjut.[1][2] Kegiatan FLI mencakup pemberian hibah penelitian, penyuluhan edukatif, sampai dengan advokasi di tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa, pemerintah Amerika Serikat, dan lembaga Uni Eropa.[3] Pendiri institusi ini meliputi kosmolog dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT) Max Tegmark, kosmolog dari Universitas California, Santa Cruz (UCSC) Anthony Aguirre, dan salah satu pendiri Skype, Jaan Tallinn, di antara penasihatnya terdapat pengusaha Elon Musk.[4]

Tujuan

Misi Future of Life Institute (FLI) adalah mengarahkan pengembangan teknologi transformatif agar memberikan manfaat bagi kehidupan sekaligus mengurangi risiko berskala besar.[1] Filosofi organisasi ini menekankan potensi risiko bagi umat manusia yang mungkin timbul dari pengembangan kecerdasan umum buatan (AGI) setara manusia atau kecerdasan super (superintelligent), serta mencakup upaya untuk memitigasi risiko yang berkaitan dengan bioteknologi, senjata nuklir, dan perubahan iklim.[5]

Kegiatan

Advokasi

Pada Oktober 2023 pemimpin mayoritas Senat Amerika Serikat, mengundang FLI untuk menyampaikan perspektifnya mengenai regulasi kecerdasan buatan kepada sejumlah senator.[6] Di Eropa, FLI mengadvokasi agar sistem kecerdasan buatan umum, termasuk GPT-4, dimasukkan dalam Undang-Undang Kecerdasan Buatan Uni Eropa.[7] Dalam kebijakan militer, FLI memfasilitasi dukungan komunitas ilmiah terhadap Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir dan mendukung perjanjian mengenai senjata otonom di Perserikatan Bangsa-Bangsa serta forum internasional lain.[8][9]

Hibah penelitian

Program hibah penelitian FLI dimulai pada 2015 dengan donasi awal sebesar 10 juta dolar AS dari Elon Musk.[10][11][12] Pada putaran awal, total 7 juta dolar AS diberikan kepada 37 proyek penelitian.[13] Pada Juli 2021, FLI mengumumkan program hibah baru senilai 25 juta dolar AS yang didanai oleh programmer Rusia-Kanada, Vitalik Buterin. Program ini mendukung penelitian yang berfokus pada mitigasi risiko dari teknologi transformatif dan kecerdasan buatan.[14]

Konferensi

Sejak 2014, FLI menyelenggarakan konferensi untuk mempertemukan peneliti kecerdasan buatan dari akademia dan industri. Acara pembukaan di Institut Teknologi Massachusetts berupa diskusi panel “The Future of Technology: Benefits and Risks” yang menghadirkan ilmuwan biologi sintetik George Church, ahli genetika Ting Wu, ekonom Andrew McAfee, fisikawan dan pemenang Nobel Frank Wilczek, serta Jaan Tallinn.[15][16][17][18] Sejak 2015, FLI mengadakan konferensi dua tahunan, termasuk konferensi “The Future of AI: Opportunities and Challenges” di Puerto Riko (2015),[19][20] konferensi Beneficial AI di Asilomar, California (2017) yang menghasilkan prinsip-prinsip pengembangan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab,[21][22][23] serta konferensi Beneficial AGI di Puerto Riko (2019) yang berfokus pada pertanyaan jangka panjang untuk memastikan kecerdasan umum buatan memberikan manfaat bagi umat manusia.[24][25]

Referensi

  1. ^ a b "Our mission". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  2. ^ "Future of Life Institute (FLI)". InfluenceWatch (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  3. ^ "Our work". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  4. ^ "Emilia Javorsky on Big Tech A.I. Monopolies and Why You Should Care". The Overview (dalam bahasa Inggris). 2024-11-18. Diakses tanggal 2025-11-22.
  5. ^ Chen, Angela (2014-09-11). "Is Artificial Intelligence a Threat?". The Chronicle of Higher Education (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-22.
  6. ^ Krishan, Nihal (2023-10-26). "Sen. Chuck Schumer's second AI Insight Forum covers increased R&D funding, immigration challenges and safeguards". FedScoop (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  7. ^ "EU artificial intelligence act not 'futureproof', experts warn MEPs | Science|Business". sciencebusiness.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-22.
  8. ^ Future of Life Institute (2017-06-16), Scientists Support a Nuclear Ban, diakses tanggal 2025-11-22
  9. ^ "Educating about Autonomous Weapons". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  10. ^ "Elon Musk donates $10M to keep AI beneficial - Future of Life Institute". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). 2015-10-12. Diakses tanggal 2025-11-22.
  11. ^ Burns, Chris (2015-01-15). "Elon Musk Donates $10M To Artificial Intelligence Research". SlashGear (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  12. ^ "Wayback Machine". www.fastcompany.com. Diakses tanggal 2025-11-22.
  13. ^ Kumar, Revathi (2015-10-28). "New International Grants Program Jump-Starts Research to Ensure AI Remains Beneficial". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  14. ^ "FLI June 2021 Newsletter". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  15. ^ "The Future of Technology: Benefits and Risks". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  16. ^ Muehlhauser, Luke (2014-06-01). "MIRI's June 2014 Newsletter - Machine Intelligence Research Institute" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  17. ^ Future of Humanity Institute - FHI. "Future of Life Institute hosts opening event at MIT, "The Future of Technology: Benefits and Risks" - Future of Humanity Institute". www.fhi.ox.ac.uk (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-11-22.
  18. ^ "The Future of Technology: Benefits and Risks". Personal Genetics Education Project (dalam bahasa American English). 2014-05-09. Diakses tanggal 2025-11-22.
  19. ^ "AI safety conference in Puerto Rico". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  20. ^ "Research Priorities for Robust and Beneficial Artificial Intelligence: An Open Letter". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  21. ^ "Beneficial AI 2017". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  22. ^ "Mark Zuckerberg, Elon Musk and the Feud Over Killer Robots (Published 2018)" (dalam bahasa Inggris). 2018-06-09. Diakses tanggal 2025-11-22.
  23. ^ "Asilomar AI Principles". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  24. ^ "Beneficial AGI 2019". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  25. ^ "CSER at the Beneficial AGI 2019 Conference". www.cser.ac.uk. Diakses tanggal 2025-11-22.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement