Evolusi divergen

| Bagian dari serial tentang |
| Biologi evolusioner |
|---|
|
|
Evolusi divergen atau seleksi divergen adalah akumulasi perbedaan di antara populasi-populasi suatu spesies yang berkerabat dekat, yang terkadang mengarah ke spesiasi. Evolusi divergen biasanya terjadi saat dua populasi terpisah oleh sebuah pembatas geografis (seperti pada spesiasi peripatrik atau alopatrik) dan mengalami tekanan selektif yang mendorong adaptasi terhadap lingkungan baru. Setelah banyak generasi dan evolusi berkelanjutan, populasi-populasi tersebut makin sulit untuk saling kawin dengan satu sama lainnya.[1] Naturalis asal Amerika Serikat John Thomas Gulick (1832–1923) adalah orang pertama yang menggunakan istilah evolusi divergen,[2] dan penggunaannya kini tersebar luas literatur evolusi modern. Contoh divergensi di alam adalah radiasi adaptif burung ketilang di Galápagos, perubahan dalam perilaku pengeroyokan burung Camar tiga-jari, dan evolusi anjing modern (Canis lupus familiaris) dari serigala (Canis lupus).
Istilah tersebut juga dapat diterapkan dalam evolusi molekuler, seperti pada protein yang berasal dari gen homolog. Baik gen ortolog (yang dihasilkan dari peristiwa spesiasi) maupun gen paralog (yang dihasilkan dari duplikasi gen) dapat mengilustrasikan evolusi divergen. Melalui duplikasi gen, evolusi divergen sangat mungkin terjadi di antara dua gen dalam satu spesies. Kemiripan antar spesies yang telah mengalami divergensi disebabkan oleh asal-usul leluhur yang sama, sehingga kemiripan tersebut merupakan homologi.[3]
Kemiripan antar spesies yang terlah ter-divergen adalah karena mereka memiliki leluhur bersama, jadi kemiripan tersebut adalah sebuah homologi. Sebagai kontras, evolusi konvergen terjadi saat sebuah adaptasi terjadi secara independen, menghasilkan struktur-struktur serupa seperti sayap pada burung dan serangga.
Referensi
- ^ "Sympatric speciation". Diakses tanggal 2 February 2016.
- ^
Gulick, John T. (September 1888). "Divergent Evolution through Cumulative Segregation". Journal of the Linnean Society of London, Zoology. 20 (120): 189–274. doi:10.1111/j.1096-3642.1888.tb01445.x. Diakses tanggal 26 September 2011. (perlu berlangganan)
- ^ Zuckerkandl, E., & Pauling, L. (1965). Evolutionary divergence and convergence in proteins. In Evolving genes and proteins (pp. 97-166). Academic press.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


