Elang Hitam

Elang Hitam adalah Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV/drona) tipe Medium Altitude Long Endurance (MALE) buatan PT Dirgantara Indonesia hasil kerja sama dari konsorsium enam lembaga dan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Dirgantara Indonesia Elang Hitam
Elang Hitam di-roll out di hangar PT DI
Jenis UAV tempur (UCAV)
Negara asal Indonesia
Pembuat PT Dirgantara Indonesia
Penerbangan perdana 28 Juli 2025[1]
Diperkenalkan 30 Desember 2019;[2] 6 tahun yang lalu
Status Dalam pengembangan
Pengguna utama Tentara Nasional Indonesia
Dibuat Tidak diketahui
Jumlah Tidak diketahui

Drona ini pertama ditampilkan pada Desember 2019 di hanggar PTDI, Bandung. Jawa Barat. Drona tersebut merupakan hasil kolaborasi pembentukan konsorsium antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Pertahanan, TNI AU, ITB, PT Dirgantara Indonesia, dan PT LEN Persero.[3]

Sejarah pengembangan

PUNA MALE ini mampu terbang selama 24 jam dan mencapai ketinggian 30.000 kaki. Dengan kamera dan radar yang telah terpasang, drone ini dapat digunakan untuk pengawasan perbatasan yang difungsikan demi menjaga pertahanan dan keamanan wilayah Indonesia.[4] Pesawat nirawak ini ditargetkan beroperasi tahun 2024 setelah mendapatkan sejumlah uji sertifikasi.[5]

Pembuatan Konsorsium

Menurut data PT DI dan BPPT, inisiasi pengembangan PUNA MALE telah dimulai oleh Balitbang Kemhan sejak 2015 dengan melibatkan TNI, Ditjen Pothan Kemhan, BPPT, ITB, dan PT Dirgantara Indonesia (Persero). Dalam pengembangan tersebut, disepakati rancangan kebutuhan dan tujuan (DR&O) yang akan dioperasikan oleh TNI khususnya TNI AU.

Pada 2019, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) masuk sebagai anggota konsorsium tersebut. Kemudian dimulai tahap manufacturing drona yang diawali oleh proses design structure, perhitungan finite element method, pembuatan gambar 3D, dan detail drawing 2D yang dikerjakan oleh engineer BPPT dan disupervisi oleh PT Dirgantara Indonesia (Persero).[6]

Kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan tooling, molding, cetakan dan selanjutnya fabrikasi dengan proses pre-preg dengan autoclave.

Pada 2019 juga dilakukan pengadaan Flight Control System (FCS) yang diproduksi di Spanyol yang diproyeksikan akan diintegrasikan pada prototype pertama PUNA MALE yang telah di manufaktur oleh PT Dirgantara Indonesia pada awal 2020.

Hadirnya drona Elang Hitam ini, merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mengimplementasikan teknologi di sektor pertahanan. Drona ini memungkinkan dilaksanakannya operasi pengawasan yang lebih efisien, baik di darat, laut, maupun udara guna menjaga kedaulatan NKRI. Dengan menggunakan drona, risiko kehilangan jiwa dalam operasi keamanan dapat diminimalkan karena pesawat dioperasikan tanpa adanya pilot.[7]

Dampak Covid-19 dan Perubahan Status PUNA / Drone

Karena pandemi Covid-19, PUNA MALE Elang Hitam yang awalnya dijadwalkan terbang pertama pada 2020 diundur menjadi 2021.[8]Penundaan ini disebabkan oleh pembatasan kegiatan pabrik akibat pandemi.

Namun belum sempat melakukan penerbangan perdana (maiden flight), proyek pesawat udara nir awak tempur Elang Hitam ini dialihkan dari yang semulanya ditujukan untuk pertahanan menjadi hanya untuk kebutuhan sipil.[9] Dengan pengalihan untuk tujuan sipil, BRIN dapat menghindari kendala akses untuk mendapatkan komponen yang diproduksi oleh negara lain dengan alasan pembatasan produk untuk tujuan militer.

Dengan kata lain, apabila BRIN membutuhkan komponen pesawat untuk tujuan pertahanan, maka biasanya pihak penyedia akan terkena banyak batasan regulasi global terkait penjualan komponen militer tersebut.[9]

Penerbangan Perdana

Pada hari Senin, 28 Juli 2025, prototipe drone MALE (Medium Altitude Long Endurace) Elang Hitam, akhirnya berhasil melaksanakan uji terbang perdana, yang berlangsung di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. [10]

Selama uji terbang, drone Elang Hitam didampingi oleh pesawat Kodiak milik PTDI sebagai chaser aircraft, yang berfungsi untuk melakukan pemantauan langsung terhadap performa Elang Hitam di udara, serta mendukung aspek keselamatan penerbangan. Uji terbang ini merupakan bagian dari rangkaian pengujian yang akan terus berlanjut hingga Elang Hitam memperoleh sertifikasi resmi dari otoritas yang berwenang. [11]

Dalam uji penerbangan perdana ini, data dari ground control station memperlihatkan drone terbang dengan kecepatan 80 knots pada ketinggian 200 meter. Dengan berat saat tinggal landas 1.170 kg, Elang Hitam berhasil terbang selama tujuh menit, dan mendarat kembali di Bandara Kertajati.[12]

Spesifikasi

Data dari LAPAN,[13] BRIN,[14] Video BRIN,[15] SINDOgrafis[16]

Ciri-ciri umum

  • Panjang: 8.65 m (28 kaki 5 inci)
  • Rentang sayap: 16 m (52 kaki 6 inci)
  • Tinggi: 2.6 m (8 kaki 6 inci)
  • Berat kosong: 575 kg (1,268 pon)
  • Berat maksimum saat lepas landas: 1,300 kg (2,866 pon)
  • Mesin: 1 x Mesin Rotax 915 iS turbocharged, 104 kW (139 hp)
  • Baling-baling: Baling-baling 2 bilah

Kinerja

  • Laju maksimum: 235 km/jam (146 mpj, 127 kn)
  • Laju jelajah:
  • Jangkauan: 250 km (160 mi, 130 nmi) LOS
  • Jangkauan tempur:
  • Jangkauan feri:
  • Langit-langit batas: 9.144 m (30.000 kaki)
  • Laju tanjak:
  • Beban sayap:
  • Rasio tenaga-berat:
  • Daya tahan: 30 jam

Persenjataan

  • Roket FFAR 70 mm PT DI
  • MAM-L
  • MAM-C

Lihat Juga

Drone intai dan penelitian buatan Indonesia

Drone tempur di kelas yang sama

Referensi

  1. ^ https://www.indomiliter.com/setelah-lama-dinanti-drone-male-elang-hitam-akhirnya-uji-terbang-perdana-dari-bandara-kertajati/
  2. ^ https://www.kompas.id/artikel/wulung-dan-elang-hitam-drone-tumpuan-anak-bangsa
  3. ^ "BPPT Pamer Drone Pertahanan Buatan Indonesia". CNN Indonesia. 2019-12-30. Diakses tanggal 2020-03-26. ;
  4. ^ Siregar, Efrem (2019-12-30). "Ngeri! RI Punya Drone 'Mata-Mata' Bernama Elang Hitam". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2020-03-26.
  5. ^ Redaksi (2019-12-30). "Top! Indonesia Kini Punya Black Eagle, Ini Drone-drone Top Dunia". Warta Ekonomi. Diakses tanggal 2020-03-26.
  6. ^ Liputan6.com (2019-12-31). "Mengintip 3 Kecanggihan Drone Elang Hitam Buatan Anak Bangsa". Liputan6. Diakses tanggal 2020-03-26. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  7. ^ "Indonesia Kembangkan Drone Black Eagle untuk Cegah Terorisme Hingga Karhutla". Deutsche Welle. 2019-12-31. Diakses tanggal 2020-03-26.
  8. ^ "PUNA MALE Elang Hitam Ditargetkan Terbang Perdana Agustus 2021 | Ekonomi". Bisnis.com. 2021-01-28. Diakses tanggal 2021-08-15.
  9. ^ a b "Kepala BRIN Jelaskan Status Riset PUNA MALE kepada Anggota Komisi VII DPR RI". BRIN - Kepala BRIN Jelaskan Status Riset PUNA MALE kepada Anggota Komisi VII DPR RI. Diakses tanggal 2023-02-26.
  10. ^ indomiliter (2025-07-29). "Setelah Lama Dinanti, Drone MALE Elang Hitam Akhirnya Uji Terbang Perdana dari Bandara Kertajati". Indomiliter.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-07.
  11. ^ Sawiyya, Rangga Baswara (2025-07-29). "Selamat! Setelah dinanti-nanti, drone Elang Hitam akhirnya sukses melakukan penerbangan perdananya". Airspace Review (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-07.
  12. ^ "Jalan Panjang Pembuktian di Balik Terbang 7 Menit Drone Elang Hitam". Tempo. 3 Agustus 2025 | 10.15 WIB. Diakses tanggal 2025-08-07.
  13. ^ "Ini Kecanggihan Elang Hitam, "Drone" Indonesia yang Tak Kalah dengan Buatan Amerika". LAPAN. 12 February 2021. Diakses tanggal 17 May 2021. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. ^ "Inovesia Triwulan 1 Januari-Maret 2020" (PDF). BRIN. December 2020. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-05-17. Diakses tanggal 17 May 2021.
  15. ^ https://www.youtube.com/watch?v=fkXGjYsyXxk
  16. ^ Prisni, I Made Adhisanu (24 October 2020). "Drone Indonesia Elang Hitam Akan Dipadu Amunisi Presisi Turki". SINDOgrafis. Diakses tanggal 18 May 2021. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement