Ekomusikologi

Ekomusikologi adalah bidang kajian yang meneliti hubungan antara musik atau bunyi dengan lingkungan alam.[1] Bidang ini melibatkan sejumlah disiplin ilmu, termasuk musikologi, biologi, ekologi, dan antropologi. Ekomusikologi mempelajari proses produksi bunyi oleh lingkungan alam serta cara nilai budaya dan perhatian terhadap alam diwujudkan melalui medium bunyi.[2] Kajian ini mencakup analisis komposisi musik yang meniru citra alam, penggunaan bunyi dari lingkungan alam dalam komposisi musik, serta studi ekologis mengenai bunyi yang dihasilkan oleh hewan dalam habitatnya. Pada abad ke-21, penelitian ekomusikologi juga mencakup isu keberlanjutan dalam produksi dan pertunjukan musik.[3]

Ekomusikologi membahas musik, budaya, dan alam dengan mempertimbangkan aspek musikal dan sonik, baik dalam bentuk teks maupun dalam praktik pertunjukan, yang terkait dengan ekologi dan lingkungan alam. Dalam pengertian holistik yang dikemukakan oleh Charles Seeger, bidang ini merupakan perpaduan antara ekokritik dan musikologi. Ekomusikologi dikategorikan sebagai bidang penelitian lintas disiplin. Karena ruang lingkupnya luas dan mencakup berbagai pendekatan, ekomusikologi dipahami sebagai wadah kajian mengenai hubungan antara bunyi dan lingkungan.[1]

Keterkaitan ekomusikologi dengan banyak bidang penelitian membuat batasannya tidak selalu mudah ditetapkan. Sebagai istilah kolektif, ekomusikologi menghubungkan studi-studi mengenai musik dan lingkungan tanpa menetapkan definisi tunggal yang mengikat. Musikolog Aaron S. Allen mendefinisikan ekomusikologi sebagai kajian tentang musik, budaya, dan alam dalam seluruh kompleksitas istilah-istilah tersebut, dengan fokus pada isu-isu musikal dan sonik, baik tekstual maupun performatif, yang berkaitan dengan ekologi dan lingkungan alam.[4][5]

Latar Belakang

Latar belakang ekomusikologi sebagai bidang kajian dikaitkan dengan komponis dan pemerhati lingkungan R. Murray Schafer, yang menggunakan istilah tersebut untuk menjelaskan sifat sonik dari lingkungan fisik tertentu atau lanskap bunyi. Gagasan mengenai bunyi atau musik sebagai sesuatu yang membentuk atau menangkap suasana tertentu dikemukakan oleh Schafer melalui pengembangan konsep ekologi lanskap bunyi pada akhir 1970-an. Schafer menggunakan istilah tersebut untuk merujuk pada lingkungan akustik yang luas, yang mencakup berbagai jenis bunyi yang dapat didengar oleh manusia. Lanskap bunyi dapat mencakup seluruh bunyi yang terdengar di suatu area tertentu, seperti pegunungan, hutan, atau lapangan.[6][7]

Sejak tahun 1970-an, minat terhadap istilah ekomusikologi mengalami peningkatan. Istilah ini mulai mapan pada awal abad ke-21 di lingkungan akademik Amerika Utara dan Skandinavia.[1] Sebagai bidang kajian, ekomusikologi berkembang dari titik temu antara ekokritik dan musikologi, dan diperluas oleh berbagai kelompok akademisi serta praktisi, termasuk komponis, ekolog akustik, etnomusikolog, biomusikolog, dan peneliti lainnya.[8]

Referensi

  1. ^ a b c Allen, Aaron S.; Dawe, Kevin, ed. (2015-09-25). Current Directions in Ecomusicology. Routledge. ISBN 978-1-317-61953-6.
  2. ^ Wright, Claire C (2017-07-27). "Towards an Interdisciplinary Focus on Sound in Ethnobiology Research". Ethnobiology Letters. 8 (1). doi:10.14237/ebl.8.1.2017.788. ISSN 2159-8126.
  3. ^ Pedelty, Mark (2012). Ecomusicology: rock, folk, and the environment. Philadelphia, Pa: Temple University Press. ISBN 978-1-4399-0711-5.
  4. ^ Allen, Aaron S. (2012-06-01). "Ecomusicology: music, culture, nature . . . and change in environmental studies?". Journal of Environmental Studies and Sciences (dalam bahasa Inggris). 2 (2): 192–201. doi:10.1007/s13412-012-0072-1. ISSN 2190-6491.
  5. ^ Allen, Aaron S. (2020-03-05). "A "Stubbornly Persistent Illusion"?:: Climate Crisis and the North, Ecomusicology and Academic Discourse". European Journal of Musicology. 18 (1): 16–35. doi:10.5450/EJM.18.1.2019.16. ISSN 2504-1916.
  6. ^ Schafer, R. Murray (1993). The soundscape: our sonic environment and the tuning of the world. Rochester, Vt. : [United States]: Destiny Books ; Distributed to the book trade in the United States by American International Distribution Corp. ISBN 978-0-89281-455-8.
  7. ^ Shevock, Daniel J. (2018). Eco-literate music pedagogy: Routledge new directions in music education. Routledge focus on music education: new directions. New York: Routledge. ISBN 978-0-415-79257-8.
  8. ^ Allen, Aaron S. (2011-08). "Ecomusicology: Ecocriticism and Musicology". Journal of the American Musicological Society (dalam bahasa Inggris). 64 (2): 391–394. doi:10.1525/jams.2011.64.2.391.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement