Dinasti Chudasama
Dinasti Chudasama | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| ca abad ke-10–1472 | |||||||||||
Negara-negara utama di Asia Selatan pada tahun 1000, menjelang invasi Ghaznawiyah ke anak benua.[1][2] | |||||||||||
| Ibu kota | Vamanasthali Junagadh | ||||||||||
| Agama | Hinduisme | ||||||||||
| Pemerintahan | Monarki | ||||||||||
• c. abad ke-9 | Chudachandra | ||||||||||
• c. abad ke-10 | Graharipu | ||||||||||
• akhir abad ke-11 | Navaghana | ||||||||||
• awal abad ke-12 | Khengara | ||||||||||
• 1294–1306 | Mandalika I | ||||||||||
• 1451–1472 | Mandalika III | ||||||||||
| Sejarah | |||||||||||
• Didirikan | ca abad ke-10 | ||||||||||
• Dibubarkan | 1472 | ||||||||||
| |||||||||||
Dinasti Chudasama, yang merupakan cabang dari Samma, adalah dinasti yang memerintah sebagian wilayah yang kini menjadi daerah Saurashtra di negara bagian Gujarat, India, antara abad ke-9 hingga abad ke-15.[3] Ibu kota mereka berpusat di Junagadh dan Vamanasthali.
Sejarah awal dinasti Chudasama hampir seluruhnya hilang. Legenda-legenda para penyair berbeda jauh dalam hal nama, urutan, dan jumlah raja, sehingga dianggap tidak dapat diandalkan. Secara tradisional, dinasti ini diyakini didirikan pada akhir abad ke-9 oleh Chudachandra. Penguasa-penguasa berikutnya, seperti Graharipu, Navaghana, dan Khengara, terlibat dalam konflik dengan para penguasa Chaulukya, yaitu Mularaja dan Jayasimha Siddharaja. Karena itu, nama-nama mereka disebutkan dalam kronik Jain pada masa itu maupun masa sesudahnya.[4]
Setelah berakhirnya pemerintahan Chaulukya dan dinasti penerusnya, Vaghela, para penguasa Chudasama terus memerintah secara independen atau sebagai vasal dari negara-negara penerus, yaitu Kesultanan Delhi dan Kesultanan Gujarat. Penguasa Chudasama pertama yang diketahui melalui prasasti adalah Mandalika I, pada masa pemerintahannya Gujarat diserbu oleh dinasti Khalji dari Delhi. Raja terakhir dinasti ini, Mandalika III, dikalahkan dan dipaksa memeluk Islam pada tahun 1472 oleh Sultan Mahmud Begada, yang sekaligus menganeksasi wilayah kerajaan tersebut.[4]
Referensi
- ^ Chandra, Satish (2004). Medieval India: From Sultanat to the Mughals-Delhi Sultanat (1206–1526) – Part One (dalam bahasa Inggris). Har-Anand Publications. hlm. 19–20. ISBN 978-81-241-1064-5.
- ^ Schwartzberg, Joseph E. (1978). A Historical atlas of South Asia. Chicago: University of Chicago Press. hlm. 32, 146. ISBN 0226742210.
- ^ Sheikh, Samira (2009). "Pastoralism, Trade, and Settlement in Saurashtra and Kachchh". Forging a region: sultans, traders, and pilgrims in Gujarat, 1200-1500. Oxford University Press. hlm. 101–128. doi:10.1093/acprof:oso/9780198060192.003.0004. ISBN 9780198060192.
- ^ a b Gupta, R. K.; Bakshi, S. R., ed. (2008). Studies In Indian History: Rajasthan Through The Ages: Marwar and British Administration. Vol. 5. New Delhi: Sarup & Sons. hlm. 22–23. ISBN 978-8-17625-841-8. Diakses tanggal 2012-05-21.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




