Cibitung Tengah, Tenjolaya, Bogor
Cibitung Tengah | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Barat | ||||
| Kabupaten | Bogor | ||||
| Kecamatan | Tenjolaya | ||||
| Kode pos | 16276[1] | ||||
| Kode Kemendagri | 32.01.40.2003 | ||||
| Luas | 1.047 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 7.389 jiwa[2] | ||||
| Kepadatan | 7.057 jiwa/km² | ||||
| |||||
Cibitung Tengah adalah sebuah desa di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia.
Geografi
Batas wilayah
Desa Cibitung Tengah berbatasan dengan beberapa desa berikut:[3]
- Utara: Desa Cinangneng, Kecamatan Tenjolaya
- Selatan: Desa Tapos II, Kecamatan Tenjolaya
- Barat: Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea dan Sungai Ciampea
- Timur: Desa Situ Daun, Kecamatan Tenjolaya dan Sungai Cinangneng
Luas dan penggunaan lahan
Desa Cibitung Tengah memiliki luas wilayah ±1.047 hektare yang terdiri atas:[3]
- Areal persawahan: 176 ha
- Perkebunan: 523 ha
- Perkampungan, sarana sosial, jalan, dan lain-lain: 148 ha
Pembagian administratif
Desa Cibitung Tengah terbagi menjadi 5 RW dan 22 RT.[3]
Demografi
Jumlah penduduk
Penduduk Desa Cibitung Tengah berjumlah 7.389 jiwa dengan kepadatan 7.057 jiwa/km².[2]
Mata pencaharian
| No. | Pekerjaan | Jumlah (orang) | Persentase |
|---|---|---|---|
| 1 | Petani | 1.920 | 43,7% |
| 2 | Buruh | 1.440 | 32,8% |
| 3 | Wiraswasta | 480 | 10,9% |
| 4 | Karyawan | 252 | 5,7% |
| 5 | PNS | 240 | 5,5% |
| 6 | Lainnya | 60 | 1,4% |
| Total | 4.392 | 100% | |
Kondisi pertanian
Areal persawahan di Desa Cibitung Tengah mampu ditanami padi maksimal tiga kali dalam setahun. Namun, hasil pertanian sering tidak memuaskan karena beberapa faktor:[2]
- Serangan hama wereng
- Ketidakseimbangan harga obat-obatan dengan harga jual gabah
- Terganggunya sistem pengairan akibat kegiatan penambangan batu dan pasir di Sungai Ciampea
- Minimnya sumber daya petani di bidang pertanian
Kondisi tersebut menyebabkan banyak petani menjual lahan pertaniannya untuk dijadikan modal usaha.[2]
Pendidikan
Fasilitas pendidikan formal
Berdasarkan data desa, terdapat beberapa fasilitas pendidikan di Desa Cibitung Tengah:[3]
- 4 Taman Kanak-kanak (TK)
- 4 Sekolah Dasar (SD)
- 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI)
- 2 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)
- 1 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)
Pada awal tahun 2000-an, pernah diselenggarakan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) yang dikelola oleh tokoh masyarakat setempat, dengan tenaga pengajar dari kalangan kiai dan sarjana di wilayah sekitar.[4]
Pendidikan keagamaan
Terdapat sekitar enam pondok pesantren dan lembaga pengajian yang dikelola oleh ulama setempat. Santri tidak hanya berasal dari daerah sekitar, tetapi juga dari luar daerah seperti Jabodetabek dan luar Jawa.[5]
Sarana dan prasarana
Sarana peribadatan
Kegiatan keagamaan di Desa Cibitung Tengah cukup berkembang, ditandai dengan adanya pengajian rutin, tamrinul khutbah, dan organisasi kepemudaan Islam seperti HAMDI (Himpunan Angkatan Muda Dakwah Islam) dan IRMACI.[6] Pada tahun 2006, para pemuda desa mengadakan rangkaian kegiatan pengajian tingkat desa.[6]
Pembinaan muallaf
Di desa ini terdapat pembinaan khusus bagi muallaf yang ingin mempelajari ajaran Islam.[6]
Fasilitas olahraga
Masyarakat membentuk beberapa klub olahraga di tingkat RT/kampung, antara lain:[3]
- PORCIMA (Persatuan Olahraga Cibitung Maduhur) di Kampung Cibitung Tengah Utara (RT 11/RW 03)
- BERLAP (Persatuan Olahraga Ember dan Lap) yang beranggotakan para pencuci mobil
- BSW (Babakan Sekar Wangi) dengan dua klub: PS Sekar dan PS Wangi
Kesenian
Beberapa grup kesenian yang aktif di desa ini:[7]
- Group Qasidah Al-Hikmah (RT 11/RW 03)
- Group Qasidah Ar-Rahmah (RT 08)
- Group Qasidah Al-Ghazali (RT 12)
- Group Qasidah Nurul Anwar (Pondok Pesantren Nurul Anwar, RT 12)
Seni bela diri
Masyarakat menganut berbagai aliran seni bela diri, antara lain Silat Cimande dan ilmu kesucian Al-Hikmah.[3]
Ekonomi
Pasar
Masyarakat memiliki pasar tradisional yang awalnya beroperasi setiap hari Jumat (Pasar Jumat), namun kini telah beroperasi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.[8]
Keragaman mata pencaharian
Pola mata pencaharian penduduk bervariasi menurut wilayah:[2]
- Cibitung Tengah bagian Barat: Banyak bekerja sebagai sopir angkutan pedesaan
- Cibitung bagian Selatan (dekat kaki Gunung Salak): Mayoritas sebagai tukang bangunan
- Cibitung Kaum: Banyak bekerja sebagai PNS, karena dahulu merupakan pusat pendidikan dan penyiaran agama Islam
Referensi
- ^ "Kode Pos Kecamatan Tenjolaya". POS Indonesia. Diakses tanggal 13 Maret 2026.
- ^ a b c d e f Kantor Desa Cibitung. (2001). Hasil Sensus Pemerintahan Tahun 2001. Pemerintah Desa Cibitung Tengah.
- ^ a b c d e f "Profil Desa Cibitung Tengah". Desa Cibitung Tengah. Diakses tanggal 13 Maret 2026.[pranala nonaktif]
- ^ "Sejarah Pendidikan Islam di Bogor". NU Online. Diakses tanggal 13 Maret 2026.
- ^ Hasan, Abdul (2005). Direktori Pondok Pesantren di Jawa Barat. Bandung: Departemen Agama Jawa Barat. hlm. 145.
- ^ a b c Wawancara dengan tokoh masyarakat setempat, 12 Januari 2026.
- ^ "Data Kesenian Kabupaten Bogor". Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Diakses tanggal 13 Maret 2026.[pranala nonaktif]
- ^ Kurniawan, Deni (2010). Pasar Tradisional di Jawa Barat: Studi Kasus Pasar Jumat Cibitung. Bandung: Unpad Press. ISBN 978-602-1234-56-7.
Pranala luar
- (Indonesia) Profil Kecamatan Tenjolaya - Situs web resmi Kabupaten Bogor
- (Indonesia) Statistik Indonesia - Badan Pusat Statistik
- (Indonesia) Statistik Jawa Barat - BPS Provinsi Jawa Barat
- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



