Cagar Alam Riung

Cagar Alam Riung adalah kawasan konservasi yang berada di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini merupakan bagian dari kawasan konservasi di utara Pulau Flores yang ditetapkan untuk melindungi keanekaragaman hayati darat dan laut, serta menjadi salah satu habitat penting bagi komodo.[butuh rujukan]

Sejarah

Awalnya kawasan ini ditunjuk sebagai Cagar Alam Laut Tujuh Belas Pulau berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 427/Kpts-II/1987 tanggal 28 Desember 1987 dengan luas sekitar 11.900 hektare. Kawasan ini merupakan perpaduan ekosistem laut dan darat yang berfungsi untuk pendidikan, penelitian, serta memiliki potensi pariwisata.[butuh rujukan]

Pada tahun 1996, status kawasan ini diubah melalui SK Menteri Kehutanan Nomor 589/Kpts-II/1996, dengan pembagian fungsi: ±2.000 hektare ditetapkan sebagai Cagar Alam dengan nama Cagar Alam Riung, sementara ±9.900 hektare dialokasikan sebagai Taman Wisata Alam Tujuh Belas Pulau. Penetapan terakhir berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.357/Menlhk/Setjen/PLA.0/5/2016 menetapkan luas Cagar Alam Riung menjadi 429 hektare.[1]

Secara administratif, kawasan ini berbatasan dengan Taman Wisata Alam Tujuh Belas Pulau di utara, Desa Sambinasi di selatan dan barat, serta Desa Latung di timur. Lokasinya berjarak sekitar 80 kilometer dari Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada, dan berada dalam pengelolaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur.[butuh rujukan]

Kondisi Ekosistem

Komodo

Cagar Alam Riung merepresentasikan ekosistem hutan dataran sedang, hutan pantai, hutan mangrove, serta kawasan savana. Mangrove didominasi oleh jenis Bruguiera gymnorhiza, sedangkan hutan darat meliputi vegetasi campuran hutan kering khas Pulau Flores.

Kawasan ini juga penting sebagai habitat komodo (Varanus komodoensis). Penelitian vegetasi menunjukkan bahwa Riung memiliki ekosistem hutan bakau, ekoton, hingga hutan bukit yang menyediakan pakan herbivora seperti rusa timor (Rusa timorensis), yang selanjutnya menjadi sumber makanan bagi komodo.[2] Struktur vegetasi mencakup strata bawah, menengah, dan tajuk atas, yang berperan dalam menjaga keseimbangan rantai makanan.[butuh rujukan]

Flora

Jenis flora yang tumbuh di kawasan ini antara lain: kayu hitam (Diospyros sp.), waru (Hibiscus tiliaceus), ketapang (Terminalia catappa), kepuh (Sterculia foetida), ampupu (Eucalyptus urophylla), asam (Tamarindus indica), johar (Cassia siamea), kayu manis (Cinnamomum burmani), kemiri (Aleurites moluccana), jati (Tectona grandis), cendana (Santalum album), nyamplung (Calophyllum inophyllum), serta berbagai jenis mangrove seperti Rhizophora sp., Sonneratia sp., dan Bruguiera gymnorhiza.[3]

Fauna

Cagar Alam Riung menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa darat, burung, hingga biota laut. Satwa darat yang dijumpai di antaranya rusa timor (Rusa timorensis), komodo, monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), biawak (Varanus salvator), babi hutan (Sus vitatus), landak (Hystrix javanica), dan kuskus (Phalanger sp.).[1]

Jenis burung yang tercatat meliputi nuri (Lorius domicella), beo flores (Gracula religiosa), burung puyuh (Turnix suscitator), perkici dada kuning (Trichoglossus haematodus), kakatua kecil jambul-kuning (Cacatua sulphurea), bangau putih (Egretta sacra), bangau hitam (Ciconia episcopus), serta burung gosong (Megapodius reinwardt).[butuh rujukan]

Di kawasan pesisir dan perairan sekitarnya juga dijumpai penyu hijau (Chelonia mydas), dugong (Dugong dugon), lumba-lumba, serta berbagai jenis ikan hias yang hidup di terumbu karang.[butuh rujukan]

Fasilitas dan aksesibilitas

Kawasan Cagar Alam Riung belum memiliki sarana dan prasarana pengelolaan yang memadai. Untuk mencapai kawasan ini dapat ditempuh melalui jalur udara dan laut.[1]

  • Jalur udara: rute KupangSoa sekitar 1 jam, dilanjutkan perjalanan darat ke Riung sekitar 3 jam; atau KupangEnde sekitar 45 menit, dilanjutkan perjalanan darat EndeMbayRiung sekitar 4 jam.
  • Jalur laut: rute KupangEnde menggunakan kapal feri (±18 jam, 2 kali seminggu) atau kapal PELNI (±18 jam, 2 kali sebulan), dilanjutkan perjalanan darat EndeRiung sekitar 4–5 jam.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c "Cagar Alam Riung - BBKSDA NTT". bbksdantt.ksdae.kehutanan.go.id. Diakses tanggal 2025-09-29.
  2. ^ Blegur, Willem Amu (2022-11-30). "Profil Vegetasi Habitat Komodo Di Riung Dan Pulau Ontoloe, Nusa Tenggara Timur". INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI (dalam bahasa Inggris). 5 (2): 49–62. doi:10.33323/indigenous.v5i2.292. ISSN 2656-9787.
  3. ^ "Cagar Alam". Mudita Online. Diakses tanggal 2025-09-29.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement