CVLT (organisasi)

CVLT
Nama lainCult
PendiriRohan Rane
PemimpinColin Walker, Kaleb Merritt
Pendirian2019
Waktu operasiTidak aktif
NegaraPrancis
Kelompok764 (organisasi)
Wilayah operasiGlobal
Ideologi
Bagian dariThe Com

CVLT, juga dikenal sebagai Cult,[1] adalah[diperdebatkan ] organisasi daring internasional neo-Nazi dan nihilistik yang bertanggung jawab atas tindakan eksploitasi anak. Beberapa pemimpin organisasi tersebut ditangkap di Amerika Serikat karena memproduksi pornografi anak dan memaksa anak di bawah umur untuk melakukan pencederaan diri. Menurut kepolisian, CVLT telah mengeksploitasi sekitar 2 anak di California dan total 16 anak di seluruh dunia.[2][3] Departemen Kehakiman Amerika Serikat menggambarkannya sebagai "sebuah kelompok daring yang menjadikan neo-Nazisme, nihilisme, dan pedofilia sebagai prinsip intinya".[4] CVLT berafiliasi dengan The Com, sebuah jaringan luas penjahat siber internasional.[5] CVLT mulai dikenal setelah salah satu pemimpinnya, Kaleb Merritt, tertangkap dan divonis bersalah karena memperkosa seorang anak perempuan serta mengambil gambar-gambar tidak pantas terhadapnya.[6]

CVLT dibentuk pada tahun 2019 oleh seorang pelajar sekolah asal India bernama Rohan Rane. CVLT awalnya bermula sebagai sebuah komunitas Discord dengan beberapa ratus anggota yang merupakan pengikut berbagai ideologi sayap kanan jauh. Rohan kemudian mulai menarik gadis-gadis di bawah umur dari seluruh dunia untuk bergabung dengan komunitasnya dan mengobrol dengannya serta para anggota CVLT. Pada akhirnya, ia berhasil membujuk mereka untuk mengirimkan foto telanjang diri mereka dan menggunakan foto-foto tersebut untuk memeras mereka agar melakukan tindakan pencederaan diri, termasuk bunuh diri, sebelum ia ditangkap pada tahun 2021, anggota CVLT lainnya ditangkap pada tahun 2025.[7][8][9] CVLT dianggap sebagai pendahulu dari 764, jaringan eksploitasi anak yang berpengaruh.[10][11] Pendiri 764, Bradley Cadenhead, terinspirasi oleh CVLT untuk membentuk jaringan tersebut, khususnya setelah berbicara dengan salah satu anggota CVLT di sebuah peladen Minecraft.[12]

Sejarah

Latar belakang

CVLT dibentuk sekitar tahun 2019 oleh seorang mahasiswa sekolah bisnis ternama yang berusia 23 tahun bernama Rohan Rane, seorang imigran asal India yang tinggal di Antibes, Prancis. Dilaporkan bahwa ia merasa bosan akibat pembatasan karantina wilayah Covid-19 dan memutuskan untuk membuat komunitasnya sendiri di Discord untuk mengobrol dengan orang lain, yang dinamai CVLT. Rohan mengatakan bahwa komunitas tersebut merupakan "tempat baginya untuk menyatakan kebenciannya terhadap orang Yahudi dan Muslim," dengan para anggota CVLT menganut ideologi neo-Nazi dan fasis. CVLT menghimpun lebih dari 150 anggota, yang sebagian di antaranya tidak berhasil diidentifikasi oleh FBI selama penyelidikan.[7] Seorang agen FBI mulai tertarik pada CVLT pada musim semi 2020 ketika ia menyelidiki seorang gadis Amerika yang berusia 15 tahun yang gagal melakukan percobaan bunuh diri dengan menggorok lehernya setelah berkomunikasi dengan Rohan. Terungkap bahwa gadis tersebut mengirimkan foto telanjang dirinya kepada Rohan setelah ia membentuk 'hubungan romantis' dengannya dan memperoleh kepercayaannya. Setelah memiliki foto-foto tersebut, Rohan memerasnya untuk mengirimkan lebih banyak foto dan mengancam akan mengirimkannya kepada kerabat korban jika ia tidak menuruti perintahnya. Agen tersebut menyampaikan temuannya kepada penegak hukum Prancis, yang kemudian memicu penyelidikan yudisial oleh OCRVP pada 6 Oktober 2020. Rohan ditahan pada tahun berikutnya, pada 6 April 2021, dan hingga kini menunggu vonis dalam sel isolasi.[13][14] Per tahun 2025, ia berusia 28 tahun dan didakwa atas tuduhan "tindakan penyiksaan dan kebiadaban," "perusakan moral anak di bawah umur dalam kelompok terorganisasi", serta "pemerasan dalam kelompok terorganisasi".[15]

Ketika Rohan ditangkap, polisi menggeledah rumahnya dan menemukan lebih dari selusin video para korbannya di ponsel dan komputernya. Rekaman tersebut memperlihatkan gadis-gadis muda yang berusia antara 11 hingga 16 tahun yang merekam diri mereka sendiri saat melakukan pencederaan diri. Tindakan tersebut meliputi melukai diri dengan benda tajam, mencekik diri dengan ikat pinggang, serta meminum cairan pemutih sambil menangis. Saat berada dalam tahanan, Rohan menggambarkan dirinya sebagai seorang "psikopat yang tidak memiliki emosi apa pun," ia mengatakan bahwa dirinya tertarik pada fasisme dan Aryan Brotherhood. Ia juga menyatakan bahwa ia merasa terangsang ketika melihat "darah dan kekerasan" terhadap para korbannya. Le Figaro melaporkan bahwa Rohan menulis sebuah panduan berjudul "How to Get a Girl." Dalam panduan tersebut, ia menggambarkan dirinya sebagai seorang guru dan membanggakan kemampuannya menarik puluhan gadis muda. Panduan itu menjelaskan caranya menarik mereka, termasuk dengan mengancam akan menghancurkan kehidupan "mangsa"-nya dan memaksa mereka melukai diri sendiri dengan memasukkan benda tumpul ke area intim mereka, melakukan bunuh diri, atau memakan tinja. Rohan juga menyatakan bahwa semua "feminis Barat" memiliki fantasi pemerkosaan.[16][17] Rohan diizinkan mengakses ponselnya selama masa penahanan, yang digunakannya untuk melanjutkan aktivitasnya. Dalam sebuah wawancara dengan penyidik, Rohan membela dirinya dengan mengatakan bahwa semua gadis yang direkam adalah orang dewasa yang melakukan tindakan tersebut secara sukarela dan bahwa semua yang mereka lakukan direkayasa, termasuk ekspresi rasa sakit mereka.[18] Dalam satu interogasi, ia mengatakan tidak ada kaitan antara CVLT dan 764, serta menyatakan bahwa ia membenci umat manusia.[19] Ia mengaku menargetkan gadis-gadis keturunan Yahudi dan Muslim, serta "feminis yang mengecam Hitler atau Mussolini".[20]

Organisasi

Dalam sebuah unggahan Reddit sebelum ia tertangkap, Rohan menggambarkan CVLT sebagai "gelap dan sadistis", ia mengatakan bahwa ia membuat para "budaknya" mengukir namanya di tubuh mereka dan bahwa semua yang ia lakukan merupakan hal yang "legal". Ia menambahkan bahwa "tujuan akhir" CVLT adalah "menciptakan pasokan tanpa akhir orang-orang masokistis untuk memuaskan sadisme saya dan kultus saya ada untuk alasan tersebut".[21][22] Dua pria, Colin Walker dan Kaleb Merritt, bertindak sebagai pemimpin CVLT, mereka bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan pemeliharaan server daring CVLT serta pengendalian keanggotaannya. Keduanya ditangkap dan didakwa pada tahun 2025 dengan satu dakwaan keterlibatan dalam perusahaan eksploitasi anak.[4] Kaleb Merritt juga merupakan salah satu anggota awal CVLT dan perayu anak yang menonjol, ia menggunakan nama panggilan daring "eterrorist", "o9a", dan "evil". Salah satu kelompok yang berafiliasi dengan CVLT, yang dipimpin oleh Bradley Cadenhead, memisahkan diri dan kemudian dikenal sebagai 764. Sebelum membentuk 764, Cadenhead memproduksi video eksploitasi anak yang menampilkan dirinya memutilasi diri sendiri atau melakukan kekejaman terhadap hewan, nama daringnya dikenal sebagai "brad764", "felix", dan "felix764" dalam komunitas CVLT. Beberapa kelompok yang memisahkan diri dari CVLT menganut ideologi neo-Nazi dan akselerasionis, meniru gaya jaringan Terrorgram. AAST merupakan salah satu kelompok pecahan neo-Nazi dari CVLT beberapa anggotanya dilaporkan ikut serta dalam invasi Rusia ke Ukraina di pihak Rusia dan mempostingnya di Telegram.[21][23] Menurut Grey Dynamics, baik CVLT maupun 764 merupakan penerus dari organisasi yang lebih tua, Order of Nine Angles (O9A), dan berbagi ideologinya (neo-Nazisme, Setanisme, dan esoterisme Barat).[12] Le Monde menyatakan bahwa kedua organisasi tersebut memiliki banyak anggota yang bersumpah setia kepada O9A.[19]

Rohan menyatakan bahwa terdapat hierarki di dalam CVLT, dan para anggota kelompok dipromosikan ke "peringkat" yang lebih tinggi berdasarkan tingkat keparahan konten ilegal yang mereka unggah.[19] Rohan menggunakan Instagram dan media sosial lainnya untuk mempromosikan CVLT, termasuk Roblox. Setelah korban bergabung dengan komunitas tersebut, ia memanipulasi mereka agar mengirimkan foto-foto seksual diri mereka sendiri sebelum kemudian menggunakannya untuk memeras mereka.[21][24] CVLT terutama menargetkan anak-anak yang rentan dan memaksa mereka menonton video NSFW untuk membuat mereka kebal terhadap kekerasan dan sadisme,[25] dengan contoh termasuk hewan yang disiksa hingga mati atau perempuan yang diperkosa di depan kamera.[26] Tuntutan Rohan terhadap para gadis yang ia peras mencakup permintaan untuk mengukir namanya atau swastika Nazi di kulit mereka, bermasturbasi menggunakan pisau, meminum cairan pemutih, atau memakan rambut mereka sendiri, apabila tidak menuruti perintah, ia berjanji akan menyebarkan foto-foto tersebut kepada kerabat korban, dan terkadang CVLT benar-benar melaksanakan ancaman tersebut. Semua tindakan tersebut direkam melalui kamera ramatraya dan disiarkan langsung di peladen Discord CVLT.[14][27] Tindakan lain termasuk korban memukul diri mereka sendiri, menyebut diri mereka dengan hinaan rasial, dan dalam kasus ekstrem anggota CVLT melakukan laporan darurat palsu terhadap mereka atau memaksa mereka melakukan bunuh diri dalam siaran langsung.[28][22] Menurut seorang jaksa, tersangka lain yang tidak disebutkan namanya mungkin turut berpartisipasi dalam aktivitas CVLT.

Sepanjang sejarahnya, organisasi tersebut berhasil melakukan pemerasan seksual terhadap sekitar 16 anak di seluruh dunia, termasuk dua anak yang tinggal di County San Bernardino, California.[29][9] Negara-negara tempat tinggal para korban Rohan meliputi Kanada, Britania Raya, Jerman, Selandia Baru, dan Estonia.[18] Martín Estrada, mantan jaksa di California, mengatakan bahwa kemungkinan terdapat ratusan korban lain yang belum teridentifikasi berdasarkan jumlah video pornografi anak yang dibuat oleh CVLT.[22] Polisi menyatakan bahwa para korban diketahui memiliki riwayat trauma akibat penganiayaan seksual atau masalah kesehatan jiwa. CVLT merupakan anggota The Com, sebuah jaringan kejahatan siber internasional yang terdiri dari berbagai kelompok, dan kelompok-kelompok ekstremis dalam The Com diketahui melakukan kejahatan serupa. CVLT digambarkan oleh aparat penegak hukum sebagai kelompok neo-Nazi, namun seorang pakar keamanan digital yang tidak disebutkan namanya dan dikutip oleh Rolling Stone menyatakan bahwa kelompok tersebut hanya menggunakan unsur tersebut untuk nilai kejut dan agar terlihat lebih provokatif, tanpa benar-benar meyakini Nazisme.[30][31] Le Monde menggambarkan estetika neo-Nazi CVLT dan 764 sebagai sesuatu yang "membingungkan dan kurang dipahami", serta menyatakan bahwa hal tersebut hanya ada untuk memperoleh "penerimaan" bagi para anggotanya.[19]

Investigasi dan penangkapan

Foto tahanan Kaleb Merritt

Pada tahun 2021, CVLT dan kelompok pecahannya 764 mulai diselidiki oleh aparat penegak hukum setelah Rohan ditangkap di Prancis dan seorang pria bernama Kaleb Merritt, salah satu pemimpin CVLT yang tinggal di Texas, ditangkap dan dihukum atas penculikan serta pemerkosaan terhadap seorang anak di bawah umur, ia saat ini menjalani hukuman 33 tahun di Pocahontas State Correctional Center.[10][32] Dilaporkan bahwa Merritt berkomunikasi dengan seorang gadis di bawah umur melalui server Discord CVLT dan meyakinkannya untuk melarikan diri dari keluarganya guna berhubungan seksual dengannya di hutan, polisi menemukan Merritt dan gadis tersebut di Henderson, North Carolina, dan menangkapnya. Gadis itu kemudian mengatakan bahwa Merritt memaksanya mengukir nama Merritt di kakinya dan menekannya untuk mengirimkan foto-foto tidak pantas dirinya sebagai bukti "pengabdian" terhadap hubungan mereka.[33][34] Ia kemudian juga didakwa atas pelanggaran terhadap empat anak lainnya.[31] Pada tahun berikutnya, 2022, seluruh anggota CVLT yang tersisa dan memiliki profil tinggi bergabung dengan 764 dan kembali melanjutkan kejahatan mereka dengan menggunakan metode CVLT.[10][35]

Pada Januari 2021, Riley Williams, peserta [[Penyerbuan Gedung Kapitol 2021 |penyerbuan Gedung Kapitol pada 6 Januari]] yang mencuri laptop Nancy Pelosi, membanggakan kejahatannya di sebuah peladen Discord yang berafiliasi dengan CVLT. Ia kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara.[21] Pada April 2021, anggota CVLT yang berusia 21 tahun, Richard Ehiemere, ditangkap di East London oleh Kepolisian Metropolitan karena memiliki 29 gambar tidak senonoh anak di ponselnya. National Crime Agency telah menyelidikinya sejak ia berusia 17 tahun, usia saat ia bergabung dengan peladen Discord CVLT.[36] Ehiemere didakwa dan dihukum atas dua dakwaan penipuan dan tiga dakwaan membagikan gambar tidak senonoh anak di server CVLT yang ia kunjungi sebanyak 383 kali, ia dijatuhi hukuman pada Mei 2025 dengan vonis 12 bulan penjara, 18 bulan hukuman bersyarat, dan pembatasan selama 10 tahun.[37][38] Pada 13 Desember 2023, FBI menangkap Kalana Limkin yang berusia 18 tahun atas kepemilikan pornografi anak. Catatan pengadilannya menunjukkan bahwa ia merupakan mantan anggota CVLT dan 764, dan ia juga mengaku sebagai pendiri kelompok pecahan Cultist saat berada dalam tahanan.[39][6] Pada tahun yang sama, FBI mengeluarkan peringatan mengenai 764 dan subkelompoknya, yang mencakup CVLT.[40] Pada 11 Desember 2024, Baron Martin, berusia 20 tahun, ditangkap dan didakwa atas produksi pornografi anak dan penguntitan dunia maya di Discord. Ia merupakan anggota CVLT dan 764.[41]

Pada Februari 2025, dua anggota CVLT di Amerika Serikat ditangkap atas satu dakwaan terlibat dalam perusahaan eksploitasi anak. Para tersangka adalah Clint Borge, pria berusia 43 tahun yang tinggal di Pāhoa, Hawaii, dan Collin Walker, pria yang berusia 23 tahun di Bridgeton, New Jersey. Polisi juga mendakwa dua pemimpin CVLT yang telah dipenjara, Rohan Rane dan Kaleb Merritt, atas kejahatan yang sama. Kedua pria tersebut terancam hukuman 20 tahun penjara atau penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat jika terbukti bersalah.[42][3] Operasi penangkapan ini dipicu setelah seorang mahasiswa Universitas Negeri Iowa, pada November 2020, melaporkan kepada polisi bahwa seseorang yang ditemuinya secara daring pada 2018 berupaya memaksanya dan menyalahgunakannya. Dua bulan kemudian, seorang penyidik yang ditugaskan pada kasus tersebut mulai menyelidiki alamat IP tersangka di Hawaii. Ia berhasil melacak pemilik alamat IP tersebut melalui data perbankannya dan mengungkap bahwa tersangka adalah Clint Borge. Ia melaksanakan penggeledahan berdasarkan surat perintah di kediaman Borge dan menginterogasinya pada Agustus 2021.[43] Selanjutnya, ia menghubungi Crimes Against Children Task Force untuk membantu penanganan kasus tersebut; organisasi itu kemudian berhasil mengaitkan Borge dengan perkara yang dipimpin HSI di California yang melibatkan empat anggota CVLT, salah satunya masih belum teridentifikasi. Ia memberi tahu HSI tentang Borge, dan mereka mengidentifikasi serta menghubungkannya dengan kelompok tersebut. Penyelidikan ini memerlukan waktu empat tahun untuk diselesaikan.[44]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Yousef, Odette (August 6, 2025). "Nihilistic online networks groom minors to commit harm. Her son was one of them". NPR News (dalam bahasa Inggris).
  2. ^ Hawkinson, Katie (1 Februari 2025). "Neo-Nazi group accused of blackmailing children into making sadistic pornography". The Independent.
  3. ^ a b "Four Members of Online Neo-Nazi Group that Exploited Minors Charged with Producing Child Sexual Abuse Material". DoJ (dalam bahasa Inggris). 30 Januari 2025.
  4. ^ a b Greyman-Kennard, Danielle (31 Januari 2025). "Neo-Nazis indicted in US for sexually exploiting minors". The Jerusalem Post (dalam bahasa Inggris).
  5. ^ Mascellino, Alessandro (6 Februari 2025). "Europol Cracks Down on Global Child Abuse Network "The Com"". Infosecurity Magazine (dalam bahasa Inggris Britania Raya). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  6. ^ a b Lamoureux, Mack (20 Februari 2024). "The Vile Sextortion and Torture Ring Where Kids Target Kids". Vice Magazine (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. ^ a b Medjeveski, Valerie (3 Januari 2025). "Rohan R. Trial: How a Student Manipulated and Tortured 12 Minors". Le Journal du Dimanche (dalam bahasa Prancis).
  8. ^ Rodriguez, Matthew (30 Januari 2025). "4 men face life in federal prison for alleged international child exploitation ring". CBS News (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  9. ^ a b Harter, Clara (31 Januari 2025). "Southland children among those coerced by neo-Nazis into producing child pornography, feds say". Los Angeles Times (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  10. ^ a b c "CVLT Historical Threat Assessment of the Precursor to 764". ARC Research (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). 11 Februari 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  11. ^ "He was suicidal and needed help. A 15-year-old girl pushed him to kill himself on a live stream". The Washington Post (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). 10 Desember 2024. ISSN 0190-8286. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  12. ^ a b Pföhringer, Daniell (25 Juni 2025). "Group 764: This is the network of pedo-satanists". Compact Magazine (dalam bahasa Jerman).
  13. ^ Oliver, Cecile (6 Februari 2025). "Hate, torture and video: the Rohan R. case, the Antibes guru 3.0 arrested thanks to the FBI". Elle Magazine (dalam bahasa Prancis).
  14. ^ a b "From Antibes, behind his computer screen, a neo-Nazi student forced teenage girls to torture themselves". France 3 (dalam bahasa Prancis). 7 Februari 2025.
  15. ^ "Horror on video: Rohan R., the virtual "guru" accused of pushing teenagers to torture themselves". BFM TV (dalam bahasa Prancis). 2 Maret 2025.
  16. ^ "What we know about Rohan R., the student from the Côte d'Azur accused of torture and acts of barbarism against twelve young girls". Nice-Matin (dalam bahasa Prancis). 10 Februari 2025.
  17. ^ Paolini, Esther (3 Maret 2025). "Teenage torture sessions and «sextortion»: inside the sadistic world of Rohan, a virtual torturer with very real abuse". Le Figaro (dalam bahasa Prancis).
  18. ^ a b Vassas, Cécile (3 Maret 2025). "The terrifying modus operandi of a guru suspected of convincing 12 teenagers to torture themselves". L'Internaute (dalam bahasa Prancis).
  19. ^ a b c d Leloup, Damien; Seelow, Soren (30 September 2025). "From neo-Nazis to pedophilia: The online world of young men drawn to extreme violence". Le Monde (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 6 Oktober 2025.
  20. ^ Le Borgne, Jeanne (3 Maret 2025). "Neo-Nazi student from Antibes leads online cult, forces minors to torture themselves". Paris Match (dalam bahasa Prancis).
  21. ^ a b c d Berg, Tina-Besiree (13 Maret 2024). "Sextortion Coms: Inside a Vile Child Exploitation Cult Run by Nazi-Linked Teens". Unicorn Riot (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  22. ^ a b c Balderas, Óscar (11 Mei 2025). "Online cults for teens: now using incel and neo-Nazi propaganda to recruit". Milenio (dalam bahasa Spanyol).
  23. ^ "764". Institute for Strategic Dialogue. 27 Maret 2025. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Juli 2025.
  24. ^ Cross, Julie (4 Maret 2024). "Unmasked: Who are the members of satanic and neo-Nazi cults 764 and CVLT targeting kids on Roblox". The Daily Telegraph.
  25. ^ Austin, Paige (30 Januari 2025). "Sadistic Neo-Nazi Pedophilia Group Groomed SoCal Children Online: DOJ". Patch Media.
  26. ^ Rokos, Brian (31 Januari 2025). "Neo-Nazi group coerced 2 San Bernardino County children and others to film child porn, harm themselves, feds say". San Gabriel Valley Tribune (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  27. ^ Robles, Carlos (30 Januari 2025). "4 members of neo-Nazi group charged with sexually exploiting children". BNO News (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  28. ^ Madera, Sophia (4 Februari 2025). "Neo-Nazi Group Members Charged with Child Sex Abuse by DOJ". Vanguard (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  29. ^ "Law enforcement targets online cult communities dedicated to extremely violent child abuse". Europol (dalam bahasa Inggris). 5 Februari 2025.
  30. ^ Breen, Kerry (6 Februari 2025). "International investigation targets online group leaders accused of child sex abuse and torture". CBS News (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  31. ^ a b Marks, Andrea (6 Februari 2025). "Violent Online Group CVLT Coerced Kids to Self-Harm, DOJ Says". Rolling Stone (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Diarsipkan dari asli tanggal 7 Februari 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  32. ^ Cantor, Dave (7 Februari 2025). "Imprisoned neofascist indicted in new child sex abuse case". VPM News (dalam bahasa Inggris).
  33. ^ Wyatt, Bill (16 Juni 2022). "Texas man sentenced in rape of Bassett girl". Martinsville Bulletin.
  34. ^ Roumeliotis, Ioanna; Mathieu-Lege, Laurence; Culbert, Andrew (1 Maret 2024). "Violent online groups are pressuring youth into harming themselves, authorities warn". CBC News.
  35. ^ "Group 764: The entire neo-Nazi terror network behind the grooming group". Volksverpetzer (dalam bahasa Jerman). 24 Juli 2025.
  36. ^ France, Anthony (25 Februari 2025). "Dramatic moment paedophile, 21, linked to neo-Nazi abuse cult is arrested in Hackney". Evening Standard.
  37. ^ Hall, Rachel (25 Maret 2025). "Blackmailing girls and encouraging suicide: the young British men in online gangs". The Guardian (dalam bahasa Inggris Britania Raya). ISSN 0261-3077. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  38. ^ Olorunfemi, Victor (2 Mei 2025). "CVLT Group: UK court jails Richard Ehiemere 12 months for cybercrime". Peoples Gazette (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  39. ^ "FBI arrests Hilo teen who allegedly created online group promoting child porn, self-harm". Hawaii News Now. 19 Desember 2023.
  40. ^ "The arrest of a 23-year-old has led the FBI to a cult with links to Satanism and Paganism". The Wild Hunt. 3 Oktober 2023.
  41. ^ "Tucson man charged with having ties to terror group". KOLD-TV. 13 Desember 2024.
  42. ^ "Puna man accused of neo-Nazi sexploitation, 'horrific acts against children'". Honolulu Star-Advertiser (dalam bahasa Inggris). 1 Februari 2025.
  43. ^ Westin, Cleo (14 Februari 2025). "Student report to ISUPD leads to charges for neo-Nazis". Iowa State Daily.
  44. ^ Mitov, Teodora (24 Februari 2025). "ISU Police solve international investigation into a neo-Nazi group that sexually exploited children online". WHO13 (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement