Bubode, Tomilito, Gorontalo Utara
Bubode | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Gorontalo | ||||
| Kabupaten | Gorontalo Utara | ||||
| Kecamatan | Tomilito | ||||
| Kode pos | 96252 | ||||
| Kode Kemendagri | 75.05.07.2004 | ||||
| Luas | -1.975 Ha | ||||
| Jumlah penduduk | - | ||||
| Kepadatan | - | ||||
| |||||
Bubode adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Tomilito, kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, Indonesia. Desa ini terdiri atas 4 dusun.
Desa ini dilalui oleh Sungai Tapa Ginta dan Mohulo. Karena sering dilanda banjir, pada tanggal 14 Mei 2015 desa ini dinyatakan sebagai Kampung Siaga Bencana.
SEJARAH DESA BUBODE
Desa DAmbalo adalah sebuah Desa yang letaknya dikawasan timur Kecamatan Kwandang ( Induk dari Kecamatan TOmilito) yang merupakan desa dengan luas terbesar kedua setelah beberapa Desa yang ada di Kecamatan Kwandang dan masyarakatnya terdiri dari beberapa golongan, suku, agama dan Ras yang bermukim di sepanjang Jln Trans Sulawesi dan lereng lereng serta gunung yang tersebar dalam (7) tujuh Dusun yaitu Dusun Jembatan Merah, Dusun Hukolo,DUsun Milango,Dusun Bubode,Dusun Le Ato dan Dusun Somulango, semua Dusun Tersebut adalah satu kesatuan utuh dalam wilayah hukum Desa Dambalo Kecamatan Kwandang.
seiring dengan Berjalannya Waktu sebagaimana yang diisukan 24 Tahun yang lalu isu pemekaran Desa sudah diisukan oleh para tokoh dan masyarakat dalam Desa Dambalo yang menghimpun diri berpisah untuk menjadi satu Desa yang Defenitif, hingga akhirnya pada tahun 2010, komunitas masyarakat beserta para pemuda yang di pelopori oleh RISKAL GOU, dan ELWIN JUNUS sebagai Ketua dan Sekretaris Panitia yang didukung oleh Pemerintah Desa Dambalo pada masa Pemerintahan IWAN HUMOLUNGO ( Kepala Desa DAmbalo) dan para aparatnya ikut mendukung bersama-sama masyarakat bersatu padu menyatukan kebulatan tekad untuk mekar dari Desa DAmbalo dan membentuk Desa baru yaitu Desa MILANGO,BUBODE dan LEYAO serta Desa jembatan Merah untuk menjadi Desa Defenitif lepas dari Desa DAmbalo, setelah memalui proses penantian yang panjang akhirnya pada Tangghal 17 Januari Tahun 2011 Lahirlah Peraturan Daerah Kabupaten Gorontalo Utara yang menetapkan lahirnya Desa BUBODE mekaran dari Desa DAmbalo dalam wilayah hukum Kabupaten Gorontalko Utara, sekaligus dilantiknya ELWIN JUNUS sebagai Penjabat Kepala Desa Bubode untuk pertama kalinya dalam sejarah terbentuknya Desa Bubode
ASAL MULA DESA BUBODE
Pada kurun waktu sekitar abad ke 18 jalur trans Atinggola-Kwandang sudah dibuka secara manual yang dikerjakan oleh penduduk setempat serta para pendatang dari kecamatan limboto, pada waktu itu sebagian darim para pendatang memilih menetap untuk sementara waktu dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di dusun bubode, hingga akhirnya dari waktu ke waktu sebagian penduduk lokal merasa iri dengan keberadaan mereka sehingga banyak menyebabkan perselisihan dan pertikaian yang berkepanjangan, hal ini membuat para pendatang memilih untuk hijrah dan kembali pulang ke kampung asalnya, akan tetapi pasca kepulangan mereka ada lagi pendatang yang masuk kelokasi tersebut, mereka datang dikarenakan ada informasi bahwa diwilayah tersebut lahanya masih subur, hasil perkebunan melimpah, akan tetapi masalah/pertentangan di antara mereka kembali terjadi, hingga akhirnya tempat tersebut oleh para orang tua di beri nama BUYOBODE(asal kata Bahasa Gorontalo) yang berarti PERSELISIHAN/SELISIH PAHAM lambat laun nama tersebut seiring dengan berjalannya waktu dikenal oleh masyarakat dan diabadikan sebagai nama Desa Baru yaitu DESA BUBODEDesa Defenitif mekaran dari Desa DAMBALOKecamatan Tomilito Kabupaten Gorontalo Utara.
Bubode 28 Februari 2012RG
Batas
| Utara | Desa Molantadu |
| Timur | Kecamatan Gentuma Raya |
| Selatan | Desa Leyao dan Kecamatan Kwandang |
| Barat | Desa Bulango Raya dan Milango |
Tempat menarik
- Bendungan Bubode
- Air Terjun Mohulo
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



