Bencana lingkungan

Burung laut yang mati akibat tumpahan minyak Exxon Valdez di Prince William Sound, Alaska. Pada Maret 1989, sekitar 10,8 juta galon minyak mentah tumpah ke lingkungan, menewaskan lebih dari 250.000 ekor burung laut, 2.800 berang-berang laut, 300 anjing laut, 250 elang botak, serta banyak sekali satwa liar lainnya.[1] Industri perikanan Alaska pun mengalami kerugian yang teramat besar akibat bencana ini.

Bencana lingkungan atau bencana ekologis adalah peristiwa malapetaka yang menimpa alam sebagai akibat langsung dari aktivitas manusia.[2] Inilah yang membedakannya dari gangguan lain seperti bencana alam atau tindakan perang yang disengaja, misalnya pengeboman nuklir.

Bencana lingkungan menunjukkan bagaimana dampak perubahan lahan oleh manusia telah menyebabkan konsekuensi yang meluas dan/atau berjangka panjang.[3] Dampaknya menjelma dalam bentuk kematian satwa liar, manusia, maupun tumbuhan, atau berupa kerusakan parah terhadap kesehatan serta kehidupan manusia yang kadang memaksa terjadinya migrasi.[4] Tak jarang, bencana ekologis menjadi pemicu lahirnya konflik lingkungan yang lebih luas, ketika kelompok-kelompok terdampak bangkit menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang dianggap sebagai penyebabnya.

Referensi

  1. ^ "Exxon Valdez | Oil Spills | Damage Assessment, Remediation, and Restoration Program". darrp.noaa.gov. Diakses tanggal 2023-12-09.
  2. ^ Jared M. Diamond, Collapse: How Societies Choose to Fail or Succeed, 2005
  3. ^ "Burning oil night and day". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-02-08.
  4. ^ End-of-the-World Scenario:ecological Disaster

Bacaan lanjutan

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement