Batu Lubang Pantai, Makbon, Sorong
Batu Lubang Pantai | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Papua Barat Daya |
| Kabupaten | Sorong |
| Kecamatan | Makbon |
| Kode Kemendagri | 96.01.01.2005 |
Batu Lubang Pantai adalah Kampung yang terletak di Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Indonesia.[1] Kampung ini memiliki kode wilayah 92.01.01.2007.[1] Batu Lubang Pantai memiliki luas wilayah sekitar 7,525 km²,dengan populasi penduduk mencapai sekitar 200–280 jiwa yang terbagi dalam sekitar 50 kepala keluarga.[2] Jaraknya dari pusat Kota Sorong sekitar ±25 km dengan akses transportasi melalui jalur darat, yang dahulu hanya dapat dicapai melalui jalur laut sebelum pembangunan infrastruktur darat pada tahun 2018.[3]
Pariwisata
Kampung Batu Lubang Pantai dikenal sebagai bagian dari kawasan wisata bahari di wilayah Papua Barat Daya yang memiliki berbagai potensi wisata alam dan budaya lokal. Destinasi wisata di sekitar kampung meliputi berbagai pantai dengan formasi batuan dan pasir, serta aktivitas bahari seperti diving dan snorkeling yang tercantum dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sorong tentang pengembangan pariwisata daerah.[4] Di sekitar kawasan pantai terdapat gugusan pulau-pulau kecil yang dapat diakses menggunakan perahu masyarakat setempat. Salah satu lokasi yang dikenal adalah Bukit Salib yang berkaitan dengan sejarah masuknya agama Kristen di wilayah tersebut.[5] Selain itu, Jembatan 200 berfungsi sebagai sarana penghubung sekaligus ruang rekreasi, yang sering digunakan pengunjung untuk berjalan kaki dan menikmati lanskap pesisir.[2]
Budaya
Budaya masyarakat di Kampung Batu Lubang Pantai didominasi oleh tradisi Suku Moi, salah satu suku asli Papua di wilayah Sorong dan sekitarnya. Rumah adat Suku Moi umumnya berbentuk rumah panggung sederhana yang dibangun dari bahan alami seperti kayu, bambu, dan atap daun sagu.[6] Rumah adat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang kegiatan sosial dan adat, yang mencerminkan nilai kebersamaan serta hubungan masyarakat dengan lingkungan alam.[5]
Selain rumah adat, ekspresi budaya masyarakat ditampilkan melalui tarian tradisional yang dipentaskan dalam upacara adat, penyambutan tamu, serta kegiatan kepariwisataan. Tarian-tarian tersebut diiringi alat musik tradisional seperti tifa dan nyanyian berbahasa daerah. Salah satu tarian yang dikenal dan sering ditampilkan adalah Tari Yospan (Yosim Pancar), yang berfungsi sebagai tarian pergaulan dan penyambutan, sekaligus sebagai sarana pelestarian budaya lokal.[6]
Referensi
- ^ a b "Data Kampung Papua Barat oleh Kemendagri". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 2017/09/30. ;
- ^ a b "EL-JUGHRAFIYAH". ejournal.uin-suska.ac.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-15.
- ^ "Kampung Batu Lubang Pantai". kampungbatulubangpantai.com. Diakses tanggal 2026-02-15.
- ^ Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong. (2015–2025). "Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong. No.12 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Kabupaten Tahun 2015-2025". https://peraturan.bpk.go.id/Details/232346/perbup-kab-sorong-no-26-tahun-2022. Diakses tanggal 15 Februari 2026. ; Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
- ^ a b La Ibal , Murni , Fitriyanti (2025). "Konsep Pengembangan Wisata Pantai Kampung Batu Lubang Pantai Diskrit Makbon Kabupaten Sorong". https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jughrafia/article/view/37788. Volume, 05, Issue 02, Tahun 2025. doi:http://dx.doi.org/10.24014/jej.v5i2.37788. ; ; ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ a b Tirsa Ninia Lina, Frenny Silvia Pormes (2024-12-24). "Rancang Bangun Website Kampung Batu Lubang Pantai sebagai Destinasi Wisata dan Sarana Promosi Pariwisata". https://journal.nurulfikri.ac.id/index.php/JTT/article/view/1416. Vol 10 No 2 (2024): Desember, 2024. doi:https://doi.org/10.54914/jtt.v10i2.1416. ; ;
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


