Batik Dermayon

Motif Batik Dermayon Complongan di Paoman

Batik Dermayon (aksara Jawa: ꦧꦠꦶꦏ꧀ꦢꦼꦂꦩꦪꦺꦴꦤ꧀) juga dikenal sebagai Batik Complongan atau Batik Paoman merupakan ragam batik khas Indramayu, provinsi Jawa Barat dengan motif pesisir laut berupa flora dan fauna laut. Motif tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi geografis dan profesi sebagian besar masyarakat Indramayu sebagai nelayan di pesisir utara Pulau Jawa. Dalam teknik pembuatan batik Dermayon terdapat titik-titik atau dot yang tersusun mirip seperti deretan semut yang disebut sebagai teknik melubangi, atau dalam bahasa Indramayu disebut sebagai nyomplongi. Motif dan teknik pembuatannya membuat Batik Dermayon berbeda dengan Batik lainnya. Sentra pembuatan Batik Dermayon berada di kelurahan Paoman, kecamatan Sindang, Indramayu.[1] Batik Dermayon masuk sebagai salah satu Kebudayaan Takbenda dari Jawa Barat dan teregistrasi secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dengan nomor register 372/M/2021.[2] Indramayu merupakan salah satu sentra penghasil batik terbesar di Jawa Barat, tiga sentra lainnya yaitu Cirebon, Garut, dan Tasikmalaya. Dari keempat daerah tersebut, Cirebon merupakan sentra tertua di Indonesia.[3]

Sejarah

Batik Dermayon memperoleh nama Dermayon dari nama asal Indramayu pada zaman dahulu yaitu Darma Ayu. Dari Darma Ayu kemudian oleh masyarakat setempat disebut sebagai Dermayoan atau Dermayuan yang berarti bergaya khas Indramayu. Batik Dermayoan sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan berkaitan dengan kondisi geografis Indramayu yang berada di pesisir Pelabuhan Cimanuk. Pelabuhan Cimanuk merupakan pelabuhan yang penting dan strategis di wilayah pesisir utara Pulau Jawa pada tahun 1513 hingga 1515. Pembuatan Batik Dermayon klasik diperkirakan dimulai pada masa Kerajaan Demak pada tahun 1527 yang ditandai dengan banyaknya perajin Batik dari Lasem dari wilayah Jawa Tengah ke Indramayu melalui perantara hilir mudik pedagang antara Jepara dan Banten. Peristiwa tersebut terlihat dari kemiripan antara Batik Lasem dan Batik Dermayon yang sama-sama dipengaruhi motif Tiongkok.[4] Awalnya kegiatan membatik dilakukan oleh para istri nelayan untuk mencari penghasilan tambahan mengingat hasil tangkapan nelayan sangat bergantung pada cuaca yang tidak menentu sembari menunggu suaminya pulang melaut selama 2 sampai 4 bulan lamanya. Selain karena faktor ekonomi tersebut, para perajin batik berkarya sebagai bentuk ekspresi mereka terhadap keindahan alam sekitarnya dan terinspirasi dari mata pencaharian sang suami yang seorang nelayan.[5]

Motif batik Dermayon

Batik Dermayon memiliki motif khas berupa flora dan fauna di pesisir Indramayu. Motif flora terdapat motif sekar niyem, kawung, srintil, tapak dara, kayu gorda, kembang ceplok, dan kembang suket. Untuk tema fauna terdapat lasem urang, iwak etong, dan merak ngibing. Motif alam benda terdapat motif gulden, siledbanji tepak, bokong semar, dan blenggi gapura. Lalu, untuk tema peristiwa terdapat dalam motif sawat pentil kuista, liris, kentangkliwed, tumpal pesung, obar-abir, dan rajeg wesi. Dalam pewarnaan Batik Dermayon menggunakan warna-warna cerah seperti ungu, hijau muda, merah, hijau, kuning, jingga, maupun merah muda yang dipengaruhi oleh batik Tiongkok.[4]

Saat ini, Batik Dermayon atau Batik Paoman sudah memiliki 50 motif batik yang sudah dipatenkan.[6] Selain dipatenkan, Batik Dermayon juga sudah bersetifikat indikasi geografis yang nantinya kan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Paoman. Di tiap kain batik terdapat kode huruf dan angka sehingga dapat ditelusuri waktu dan nama perajin batik tersebut.[1] Batik Dermayon didominasi motif flora dan fauna di pesisir laut. Motif tersebut dikombinasikan dengan banyak lengkungan dan gari-garis lancip atau disebut sebagai riritan. Untuk warna umumnya menggunakan kombinasi dasar putih dan gelap serta banyak titik-titik simetris yang disebut sebagai cecek dengan teknik cocolan jarum. Lalu, kombinasi tersebut divariasikan dengan bentuk isen-isen atau sawut yang relatif pendek dan kaku.[5]

Lihat Juga

Catatan kaki

Daftar pustaka

Sumber daring

  • "Batik Dermayon". Budaya Kita Kemendikbud.
  • Rasmadi, Sudedi (2023-01-25). "Mengenal Sejarah Batik Tulis Complongan Indramayu". detikjabar. Diakses tanggal 2025-06-17.
  • "5 Fakta Menarik tentang Batik Cirebon, Sudah Tahu?". Wastra Raya. 2021-09-01. Diakses tanggal 2025-06-17.
  • Daniswari, Dini (2024-01-01). "Batik Indramayu: Sejarah, Nama, dan Motif". Kompas. Diakses tanggal 2025-06-17.
  • Hangga Wismabrata, Michael (2022-09-01). "Mengenal Batik Dermayon Asal Indramayu, Motif Khas Pesisir Laut dan Sejarahnya". Kompas. Diakses tanggal 2025-06-17.
  • Ismail, Taufik (2019-06-16). "Dermayon dari Indramayu, Ada Motif Kapal Karam". TribunJabar. Diakses tanggal 2025-06-17.

Referensi

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement