Baro't saya

Baro't saya adalah pakaian tradisional untuk wanita di Filipina. Secara harfiah, "baro't saya" berasal dari bahasa Tagalog, yang merupakan singkatan dari "baro at saya" dan artinya adalah "kemeja dan rok" (atau "blus dan rok"). Pakaian ini secara tradisional terdiri dari empat bagian, yaitu baro (atau camisa) yang dapat berupa blus atau atasan, seringkali terbuat dari kain ringan, tipis, atau berbordir (seperti serat nanas/piña atau serat pisang/jusi), saya (atau falda) berupa rok panjang, pañuelo (atau alampay) berupa selendang atau saputangan yang dikenakan di atas bahu, dan tapis (atau patadyong) berupa kain persegi panjang pendek yang dikenakan di atas rok.
Baro't saya merupakan pakaian nasional Filipina yang menggabungkan unsur-unsur dari gaya pakaian asli masyarakat Filipina dan kolonial Spanyol.
Deskripsi
Secara tradisional, pakaian tradisional baro't saya adalah satu kesatuan yang terdiri dari empat bagian utama. Pertama, baro atau camisa, blus atasan yang ringan dan longgar. Ciri khasnya adalah lengan yang bervolume, sering disebut lengan kupu-kupu (butterfly sleeves) atau lengan panjang berkerut, biasanya terbuat dari serat piña (serat nanas), jusi (serat pisang atau sutra), atau organza yang tipis dan tembus pandang.[1] Kedua, ada saya, berupa rok panjang, biasanya mencapai mata kaki. Saya terbuat dari kain katun, sutra, atau tekstil lokal lainnya, seringkali bermotif kotak-kotak atau bergaris.[2] Ketiga, pañuelo (atau alampay) berupa selendang besar berbentuk persegi atau segitiga yang dilipat dan dikenakan di atas bahu dan leher.[2] Biasanya dibuat dengan bahan yang sama dengan atau bahan pelengkap baro. Keempat, tapis berupa kain persegi panjang pendek yang dililitkan di pinggang dan dikenakan di atas saya.[3] Tujuan penggunaannya adalah untuk memberikan lapisan tambahan serta dekorasi dan biasanya menggunakan kain dengan warna kontras atau berbordir.[4]
Sejarah
Sebelum masa kolonial, para wanita Filipina sudah mengenakan baro (blus sederhana tanpa kerah) dan tapis (kain yang dililitkan sebagai rok) yang kelak menjadi cikal bakal baro't saya.[4][5] Saat masa kolonial Spanyol, desain pakaian ini ikut pula dipengaruhi oleh mode fesyen Spanyol. Bahan baro menjadi lebih halus dengan lengan mengembang, dan saya menjadi rok panjang penuh. Pada periode ini muncul varian paling ikonik, yaitu Traje de Mestiza (bahasa Indonesia: Gaun María Clara), gaun ini memiliki ciri khas lengan kupu-kupu yang sangat besar dan selendang (pañuelo) yang kaku. Pakaian ini sering diasosiasikan dengan wanita Filipina kelas atas atau bangsawan.[4]
Setelah masa kolonial Spanyol, pakaian ini terus beradaptasi. Lengan kupu-kupu mengalami modernisasi, dan lahirlah varian yang lebih sederhana dan serbaguna seperti terno, yaitu gaun tunggal yang memiliki ciri khas lengan kupu-kupu yang dijahit langsung pada gaun.[6]
Referensi
- ^ Gischa, Serafica (2021-03-18). "Barong Tagalog dan Baro't Saya, Pakaian Tradisional Filipina". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ a b "Baro't Saya". Philippine Folklife Museum Foundation | San Francisco, Ca (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ "Tapis". Philippine Folklife Museum Foundation | San Francisco, Ca (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ a b c Camacho, Review Author: (2020-10-28). "Stephanie Coo's Clothing the Colony: Nineteenth-Century Philippine Sartorial Culture, 1820–1896". Philippine Studies: Historical and Ethnographic Viewpoints. 68 (3). doi:10.13185/2244-1638.1064. ISSN 2244-1638. Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
- ^ Inc, Primer Media. "A Guide to the Philippines' National Costume". Tips & Guides (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ "6 Filipino designers modernize the 'terno'". Philstar Life. Diakses tanggal 2025-11-02.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


