Bara Batu, Labakkang, Pangkajene dan Kepulauan
Bara Batu | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Peta lokasi Desa Bara Batu | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Selatan | ||||
| Kabupaten | Pangkajene dan Kepulauan | ||||
| Kecamatan | Labakkang | ||||
| Kode Kemendagri | 73.10.07.2013 | ||||
| Luas | 10,850 Km² | ||||
| Jumlah penduduk | 4.950 Jiwa | ||||
| Kepadatan | 456 jiwa/km² | ||||
| |||||
Bara Batu adalah sebuah desa di Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia diberi julukan Labbakang Timur yang awalnya tergabung dalam wilayah Desa Taraweang . Namun, kemudian pada tanggal 02 September 1989 Desa Taraweang mengalami pemekaran menjadi 3 desa yang kemudian berdiri sendiri yaitu Desa Taraweang itu sendiri , Desa Batara , dan Desa Bara Batu. Desa Bara Batu awalnya terdiri dari 3 kampung yaitu kampung baru, kampung Bulusipong, dan kampung Kalamesue.
Sebelum bernama Desa Bara Batu, Desa ini bernama Kampung Baru yang didalamnya memiliki lokasi bersejarah bernama Bara Batu (benteng batu) yang merupakan benteng pertahanan Panglima perang Kerajaan Labbakang Andi Maruddani Petta Bonto-Bonto yang berperang melawan Belanda pada tahun 1860-1866. Benteng yang ditemukan tersebut menjadi asal muasal pemberian nama desa ini menjadi Bara Batu.
Benteng pertahanan yang digunakan sebagai tempaat persembunyiannya tersebut pada mulanya berada di Bunguro, yaitu di Bowong Cindea, kemudian di serang oleh Belanda maka berpindah ke Tabo-Tabo yaitu Tarokapae, kemudian berpindah ke benteng Bara Baru.
Desa Bara Batu diresmikan pada tahun 1991 dan memiliki sebuah monumen TNI-AD yang berada di dekat lapangan sepak bola yang mana menjadi sebuah saksi sejarah bahwa di desa ini sebelum bernama Bara Batu pernah berdiri suatu Perumahan Tentara (HOME Base) disebut juga sebagai DESTAMAR (Desa Sapta Marga) yang dihuni oleh para TNI-AD yang berasal dari KIPAN A (Kompi Senapan A ) Batalyon Infanteri / Yonif 724 , Kodam XIV Hasanuddin yang kira-kira jumlahnya 150 orang Tentara yang dipimpin oleh Kolonel Hasan Sammana, Kapten Nurdin Ariyadi, dan Kapten Mustakim.
Desa Bara Batu pun yang terdiri dari 3 kampung, di ubah menjadi dusun. Terpilihnya bapak Haris, S.I.kom menjadi kepala Desa beliau memasukkan dua dusun lagi di Desa Bara Batu menjadi lima dusun. Kelima dusun tersebut sekarang adalah :
1. Dusun Kampung Baru dikepalai oleh bapak H. Syaharuddin
2. Dusun Bulu Sipong dikepalai oleh bapak Supriadi
3. Dusun Kalamesue dikepalai oleh bapak Kamaruddin
4. Dusun Bulu Tanae dikepalai oleh bapak Taeni
5. Dusun Attupunge dikepalai oleh bapak Muh. Arief K.
Kepala Desa Bara Batu memberikan sebuah tagar / julukan di Desa Bara Batu dengan kata BARA BATU MANTAP sebagai ciri khasnya ,hal ini tecerminkan pada kepribadian bapak kepala desa Bara Batu yaitu mudah, amanah, nasionalis, toleransi, adil dan peduli disingkat MANTAP [1]
Referensi
- ^ Munandar, Haris (2024). Hasan, S. (ed.). Kecamatan Labakkang dalam Angka 2024. Pangkajene dan Kepulauan: Badan Pusat Statistik Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. hlm. 8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Pranala luar
- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



