Banjar, Air Joman, Asahan
Banjar | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Utara | ||||
| Kabupaten | Asahan | ||||
| Kecamatan | Air Joman | ||||
| Kode pos | 21263 | ||||
| Kode Kemendagri | 12.09.09.2005 | ||||
| Luas | ... km2 | ||||
| Jumlah penduduk | 4.215 jiwa[1] | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km2 | ||||
| |||||
Desa Banjar merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Warga setempat umumnya menyebut desa ini dalam tiga sebutan yang mengarah ke masing masing daerah dalam desa tersebut, yaitu Pasar 10 Lorong Buntet (Dusun I), Air Putih (Dusun II), dan Kampung Banjar (Dusun III - VI). Penyebutan daerah ini juga ada dikarenakan dulunya terjadi perpisahan pemukiman antar etnis di Desa ini, di mana Lorong Buntet dulunya adalah pemukiman etnis Jawa, Air Putih adalah pemukiman etnis Melayu Asahan (Batak Muslim), dan Kampung Banjar dihuni mayoritas etnis Banjar. Namun sekarang semuanya sudah saling berbaur, dan dinding budaya sudah terasa hampir tidak ada lagi.
Suku Banjar yang ada di Air Joman sebagian besar menetap di Desa Banjar. Dinamakan desa Banjar karena pada mulanya merekalah yang pertama kali membuka lahan dan membuat area perumahan di lingkungan tersebut. Namun, seiring perkembangan zaman, sekarang wilayah desa Banjar juga sudah banyak di tempati oleh suku-suku yang lainnya. Namun, untuk desa Banjar dusun IV masih banyak didiami oleh suku Banjar. Menurut ketua dusun IV berdasarkan data yang ada maka dapat diketahui bahwa masyarakat yang ada di desa Banjar dusun IV sebanyak 678 orang. Dengan ketentuan suku Banjar sebanyak 465 orang dan selebihnya suku-suku yang lainnya. Bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari juga masih sering menggunakan bahasa daerah, khususnya bahasa Banjar. Walaupun terkadang penggunaan bahasa Banjar tersebut sering bercampur aduk dengan bahasa-bahasa yang lain, karena disebabkan pembauran lingkungan masyarakat yang terjadi.[2]
Komposisi etnis dalam populasi keseluruhan desa Banjar cukup berimbang antara etnis Melayu Asahan, Banjar, dan Jawa. Terdapat pula beberapa pemukiman etnis Batak Toba dan Simalungun yang menganut agama Kristen. Pemukiman mereka umumnya disebut warga setempat sebagai "Barisan". Kemajemukan etnis ini menjadikan banyak bahasa daerah yang masih dituturkan oleh masing masing etnis, dan semuanya saling memahami antar bahasa. Namun dikarenakan daerah ini dulunya merupakan wilayah kekuasaan kesultanan Asahan, bahasa Melayu Asahan menjadi Lingua Franca utama di desa ini, diikuti bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Untuk adat istiadat terutama pernikahan, umumnya masyarakat Desa Banjar sering menggunakan adat Melayu walaupun beretnis Batak, Banjar, atau Jawa. Namun, kesenian etnis Jawa masih tetap hidup kuat di desa ini terutama Kuda Lumping dan Jaran Kepang.
Referensi
- ^ (Inggris) Sensus penduduk tahun 2010, halaman 219
- ^ Nila Sudarti, M.Pd; Dra. Tuti Herawati, M.Pd. (7 Mei 2018). "ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA BANJAR DAERAH AIR JOMAN (KAJIAN PRAGMATIK)". Kisaran: Universitas Asahan. ; ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link) This paper has been presenting at The 11th International Workshop And Conference Of Asean Studies In Linguistics, Islamic And Arabic Education, Social Sciences And Educational Technology 2018 in Kisaran, North Sumatera, Indonesian on 7 May 2018
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



