Aur Cina, Batang Cenaku, Indragiri Hulu

Aur Cina
Negara Indonesia
ProvinsiRiau
KabupatenIndragiri Hulu
KecamatanBatang Cenaku
Kode pos
29355
Kode Kemendagri14.02.07.2019 Suntingan nilai di Wikidata
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²
Peta
PetaKoordinat: 0°40′51″S 102°16′9″E / 0.68083°S 102.26917°E / -0.68083; 102.26917


Aur Cina merupakan salah satu desa di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, Indonesia. Mayoritas penduduk desa ini suku asli Melayu.

Kebudayaan Melayu di Desa Aur Cina tecermin dalam tradisi kehidupan masyarakat yang terus dilestarikan, misalnya memainkan Silat Pangean, Bergebano, dan Berzanji pada acar kenduri tertentu.

Desa Aur Cina terdiri dari 5 dusun yaitu Tanjung Beringin, Lubuk Leban, Pematang Duku, Pulau Kembang, dan Pematang Sengon.

Menuurt tokoh masyarakat, Suharto, nama Aur Cina berasal dari kata aur yang berarti bambu dan Cina yang merupakan nama etnis, karena di dusun Lubuk Leban banyak ditemukan tanaman bambu yang berasal dari Cina, yaitu Bambu Cina.

Di Desa Aur Cina saat ini terdapat beberapa program yang konsentrasi untuk peningkatan kapasitas keluarga, seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Rumah Data Kependudukan Kampung (RDKK)..

kearifan local masyarakat desa aur cina sangat terkait dengan budaya melayu dan tercermin dalam berbagai tradisi yang masih di lestarikan seperti seni bela diri yaitu silat pangean dan tradisi" bersih desa" yang di lakukan setiap tahunnya yang bertujuan untuk membersihkan desa dari hal -hal yang tidak baik dan memohon keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

kegiatan usaha tani masyarakat desa aur cina umumnya berfokus pada perkebunan kelapa sawit,seringkali dalam pola kemitraan dengan perusahaan. sebagian masyarakat bekerja sebagai buruh tani di perkebunan atau lahan pertanian orang lain. posyandu desa aur cina adalah pelayanan kesehatan masyarakat desa yang berperan dalam pemeriksaan kehamilan,imunisasi,dan pelayanan KB. mata pencarian masyarakat ialah perkebunan sawit baik yang di kelola sendiri maupun memaluli kemitraan dengan perusahaan perkebunan. terjadi perubahan positif seperti pembangunan mesjid Al-fatah yang di bangun baru dengan swadaya masyarakat,menunjukan gotong royong dan peningkatan fasilitas ibadah. mobilitas utama warga bergantung pada jalan lintas selatan yang menghubungkan wilayah tersebut ke arae lain.titik penting mobilitas berada di sekitar simpang dk2,desa aur cina.

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement