Antonius Agus Sriyono
Antonius Agus Sriyono | |
|---|---|
| Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci ke-19 | |
| Masa jabatan 13 Januari 2016 – 14 September 2020 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru | |
| Masa jabatan 10 Agustus 2010 – 2013 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 17 Mei 1957 Magelang, Jawa Tengah, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Almamater | Universitas Gadjah Mada |
| Profesi | Diplomat |
Antonius Agus Sriyono (Lahir 17 Mei 1957) adalah seorang diplomat Indonesia yang Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru (2010 - 2013)[1] dan Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan (2016 - 2020)[2]
Kehidupan Pribadi
Antonius Agus Sriyono lahir di Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, pada tanggal 17 Mei 1957.
Pada tahun 1982, Antonius Agus Sriyono menikah dengan Ir. Astuti Retno Widiati. Mereka dikaruniai dua orang putra dan seorang putri, yaitu Anindityo Adi Primasto, Aswiditiyo Nedwika, dan Anastasia Ameria Sekar Reevianti; serta seorang cucu, Ayara Naila Anindya.
Hobi dan Minat
Dalam waktu luangnya, Antonius Agus Sriyono aktif menulis mengenai isu-isu hubungan internasional.
Ia juga telah menjadi editor untuk sejumlah buku yaitu “Indonesia and the United Nations Security Council 1995-1996” (1997); “Hubungan Internasional: Percikan Pemikiran Diplomat Indonesia” (2004); “Pernak Pernik 30 Tahun di Dunia Diplomasi” (2014); dan "Diplomasi: Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara (2021).
Saat ini Antonius Agus Sriyono adalah anggota Pusat Studi Kebangsaan Indonesia/dosen pada Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta, serta anggota Dewan Penyantun Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Riwayat Pendidikan
Antonius Agus Sriyono adalah alumnus SMA Kolese de Britto (1975) dan Universitas Gajah Mada, jurusan Hubungan Internasional (1981).
Karier
Sejak bergabung dengan Kementerian Luar Negeri pada tahun 1984, Antonius Agus Sriyono telah menjalankan tugas diplomatik di KBRI Den Haag sebagai Sekretaris Ketiga (1987-1990), PTRI New York sebagai Sekretaris Pertama (1994-1998), KBRI Lisbon sebagai Minister Counsellor (2001-2005), KBRI Moskow sebagai Deputy Chief of Mission (2008-2010).
Di dalam negeri, Antonius Agus Sriyono pernah menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kementerian Luar Negeri (2005-2008), dan Deputi II (Koordinator Politik Luar Negeri) Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (2013-2016).[3]
Pada tahun 2010, Antonius Agus Sriyono dilantik sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru, merangkap Samoa dan Kerajaan Tonga.[4] Pada tahun 2016, ia kembali dilantik sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan.[5]
Semasa menjadi bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, Antonius Agus Sriyono antara lain berhasil sebagai perintis dan pelopor dalam rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia.[6][7] Rencana kunjungan ini belum sempat terlaksana sebagai akibat dari merebaknya wabah COVID-19 pada tahun 2020. Antonius Agus Sriyono memasuki masa purna tugas pada tahun 2020. Sebelum bergabung dengan Kementerian Luar Negeri, Antonius Agus Sriyono bekerja di Yayasan Prasetiya Mulia.
Tanda Kehormatan
Vatikan :
Knight Grand Cross of the Order of Pope Pius IX (GCPO)[8]
Referensi
- ^ "Antonius Agus Sriyono: BERKEMBANG DALAM SPIRITUAL DAN MORAL". HIDUPKATOLIK.com. 2020-05-31. Diakses tanggal 2026-01-05.
- ^ "Nuevo embajador de Indonesia presenta sus cartas credenciales al Papa Francisco - Rome Reports" (dalam bahasa Spanyol (Eropa)). 2016-03-21. Diakses tanggal 2026-01-05.
- ^ Media, Kompas Cyber (2014-01-17). "Indonesia Kecam Pelanggaran Wilayah Laut oleh Australia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-01-05.
- ^ "Presiden SBY Lantik 24 Duta Besar". detiknews. Diakses tanggal 2026-01-05.
- ^ Armenia, Resty (2016- 01- 13). "Jokowi Lantik 13 Dubes Indonesia untuk Negara Sahabat". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2026-01-05.
- ^ Stella (2020-02-06). "jokowi berikan undangan kepada Paus". parokivianney. Diakses tanggal 2026-01-05.
- ^ "Indonesia invita oficialmente al Papa a visitar el país islámico más poblado del mundo". Tres Lineas. Diakses tanggal 2026-01-05.
- ^ Media, Kompas Cyber (2019-10-07). "Paus Fransiskus Beri Pesan Saat Lantik Uskup Agung Ignatius Suharyo sebagai Kardinal". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-01-05.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.






