Andaleh Baruh Bukik, Sungayang, Tanah Datar
Andaleh Baruh Bukik | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Barat | ||||
| Kabupaten | Tanah Datar | ||||
| Kecamatan | Sungayang | ||||
| Kode Kemendagri | 13.04.07.2002 | ||||
| Luas | 25 Km² | ||||
| Jumlah penduduk | - | ||||
| |||||
Andaleh Baruh Bukik merupakan salah satu nagari yang termasuk dalam kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.[1] Nagari ini terletak kurang lebih 10 KM dari Batusangkar, ibu kota dari kabupaten Tanah Datar. Nagari ini dapat diakses melalui Jl. Sungayang, jalan raya kabupaten yang menghubungkan kota Batusangkar dengan kecamatan Lintau Buo dan Lintau Buo Utara.
Wilayah Administratif
Nagari Andaleh Baruh Bukik terdiri dari 2 jorong[2], yakni:
- Baruh Bukik
- Andaleh
Potensi Wisata
Nagari Andaleh Baruh Bukik masih memiliki banyak bangunan Rumah Gadang yang rata-rata berumur di atas 100 tahun. Seluruh bangunan rumah adat ini berada dalam kondisi yang cukup terjaga dan masih dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan adat oleh kaum atau para pemiliknya.
Nagari ini memiliki kegiatan budaya unik yaitu Simuntuk atau Ci Muntu, yaitu orang bertopeng dan berpakaian hitam-hitam yang terbuat dari kulit dan daun enau/nira yang banyak terdapat di nagari Andaleh Baruh Bukik. Pemain Simuntuk atau Ci Muntu adalah pemuda atau anak nagari setempat. Mereka muncul di perayaan anak nagari seperti pada masa liburan Idul Fitri atau ketika perayaan 17 Agustusan. Para pemain Simuntuk akan berkeliaran di jalan-jalan, melakukan atraksi membuat perayaan semakin meriah sambil menakut-nakuti anak-anak. Beberapa Simuntuk akan membawa tangguk, sejenis keranjang terbuat dari jaring kecil untuk menampuang uang pemberian masyarakat.[3][4]
Selain Si Muntu, nagari Andaleh Baruh Bukik memiliki tradisi budaya lain seperti Panjat Pinang dan Tari Piring khas nagari setempat.
Potensi Ekonomi
Nagari Andaleh Baruh Bukik juga terkenal dengan perkebunan pohon enau (Arenga pinnata).[5] Masyarakat nagari mengolah tanaman enau dengan mengambil air nira menjadi produk-produk unggulan seperti nira talua, yaitu minuman air nira panas yang dicampur dengan telur mentah (biasanya telur bebek).[6] Air nira juga diolah menjadi gula enau.[7][8] Tidak hanya itu, buah pohon enau juga diolah menjadi kolang-kaling yang jamak dijadikan sebagai topping atau tambahan pada makanan/minuman seperti kolak atau es teler.[9][10] Pengolahan buah enau ini telah dilakukan dalam skala UMKM oleh masyarakat setempat dan selalu sibuk ketika mendekati bulan puasa atau menjelang Idul Fitri karena kebutuhan masyarakat luas akan kolang-kaling untuk pelengkap kudapan berbuka puasa.[9][11]
Referensi
- ^ "Desa Wisata Adat Budaya Andaleh Baruh bukik". jadesta.kemenparekraf.go.id. Diakses tanggal 2026-01-15.
- ^ https://langgam.id/nagari-andaleh-baruh-bukik-sungayang-kabupaten-tanah-datar/
- ^ Zikwan, Almah Bubi (2018-03-16). "Dokumentasi dan Analisis Fungsi Arakan Si Muntu di Nagari Koto Malintang, Andaleh Baruah Bukik, Ganggo Mudiak dan Surantiah". UNIVERSITAS ANDALAS.
- ^ admin2 (2025-10-02). ""Simuntuk" dalam Alek Nagari: dari Tradisi Lokal Menuju Atraksi Wisata Mancanegara". Langgam.id. Diakses tanggal 2026-01-15. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ AgroTani (2025-02-08). "Pohon Aren / Enau (Arenga Pinnata) Penjelasan Lengkap". Agrotani Sejahtera. Diakses tanggal 2025-09-12.
- ^ "Niro Talua, Minuman Nikmat dari Tanah Datar, Mampirlah di Warung Nita » Tirasonline.com". 2025-08-14. Diakses tanggal 2025-09-12.
- ^ Indra, Fanny Indra (2025-06-17). "Pelaksanaan Fungsi Kelompok Tani Mayang Sari di Nagari Andaleh Baruh Bukik, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat". Universitas Andalas.
- ^ Winona, Alya Yukha; Rusdi, Rusdi (2022). "Kehidupan Sosial Ekonomi Industri Rumah Tangga Gula Enau (Aren) Di Nagari Andaleh Baruh Bukik Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar (1998-2020)". Jurnal Kronologi (dalam bahasa Inggris). 4 (2): 454–468. doi:10.24036/jk.v4i2.422. ISSN 2722-3515.
- ^ a b NANDA, LAMENDRA (2014-01-26). "ANALISIS USAHA PENGOLAHAN BUAH AREN MENJADI KOLANG-KALING (STUDI KASUS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI NAGARI ANDALEH BARUH BUKIK KECAMATAN SUNGAYANG KABUPATEN TANAH DATAR)". Universitas Andalas.
- ^ Azhar, Zul; Aimon, Hasdi; Putra, Hari Setia; Efendi, Rer Nat Jon; Syamwil, Syamwil; Ardi, Zadrian; Farida, Anni (2021-03-12). "Pengembangan Model Hilirisasi Produk Berbasis Aren dan Berwawasan Lingkungan Pada Masyarakat Nagari Andaleh Baruh Bukik Kabupaten Tanah Datar". Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat. 21 (1): 27–33. ISSN 1411-6960.
- ^ Agency, ANTARA News (2021-04-08). "Jelang Ramadhan, warga Andaleh Baruah Bukik mulai produksi buah kolang kaling (Video)". Antara News Sumbar. Diakses tanggal 2026-01-15.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




