Amilmetakresol

Amilmetakresol
Data klinis
AHFS/Drugs.comInternational Drug Names
Rute
pemberian
Oral (pelega tenggorokan)
Kode ATC
  • None
Status hukum
Status hukum
  • OTC
Data farmakokinetika
MetabolismeOksidasi, glukuronidasi
EkskresiMelalui ginjal
Pengenal
  • 5-Metil-2-pentilfenol
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.013.722 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC12H18O
Massa molar178,28 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
Titik leleh24 °C (75 °F)
  • CCCCCC1=C(C=C(C=C1)C)O
  • InChI=1S/C12H18O/c1-3-4-5-6-11-8-7-10(2)9-12(11)13/h7-9,13H,3-6H2,1-2H3 checkY
  • Key:CKGWFZQGEQJZIL-UHFFFAOYSA-N checkY
  (verify)

Amilmetakresol (disingkat AMC) adalah antiseptik yang digunakan untuk mengobati infeksi mulut dan tenggorokan. Ia digunakan sebagai bahan farmasi aktif dalam beberapa tablet hisap pelega tenggorokan seperti Strepsils dal lain-lain. Biasanya dikombinasikan dengan alkohol diklorobenzil, suatu antiseptik lainnya.[1][2]

Kegunaan medis

Dalam bentuk permen pelega tenggorokan, amilmetakresol digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan dan infeksi ringan di mulut dan tenggorokan termasuk faringitis dan gingivitis.[1][3]

Sebuah metaanalisis tahun 2017 menemukan bahwa kombinasi AMC dengan alkohol diklorobenzil memiliki sedikit keuntungan dibandingkan pelega tenggorokan tanpa obat dalam hal menghilangkan nyeri.[4][5]

Kontraindikasi

Tidak ada kontraindikasi yang diketahui selain hipersensitivitas terhadap zat ini.[1][2]

Efek samping

Amilmetakresol terkadang menyebabkan rasa nyeri pada lidah. Reaksi hipersensitivitas sangat jarang terjadi dan menunjukkan gejala seperti mual atau dispepsia, meskipun tidak sepenuhnya jelas efek samping mana yang disebabkan oleh AMC dan mana yang disebabkan oleh alkohol diklorobenzil atau bahan lain dalam tablet hisap.[1][3]

AMC memiliki toksisitas rendah dengan LD50 sebesar 1500 mg/kg berat badan (pada tikus).[3][6]

Overdosis

Belum ada kasus overdosis yang dilaporkan. Obat ini diperkirakan tidak akan menimbulkan gejala selain ketidaknyamanan gastrointestinal.[1][2]

Interaksi

Tidak ada interaksi dengan obat lain yang diketahui.[1][2]

Farmakologi

Mekanisme kerja

Amilmetakresol adalah zat antibakteri dan antivirus. Zat ini juga memblokir saluran natrium dengan cara yang mirip dengan anestesi lokal.[3] Zat ini memiliki koefisien Rideal-Walker sebesar 250.[6]

Farmakokinetik

Zat ini diserap dengan cepat. Zat ini dioksidasi menjadi asam karboksilat, diglukuronidasi, dan dengan cepat dikeluarkan melalui ginjal.[1][3]

Kimia

AMC merupakan turunan dari m-kresol, dengan gugus pentil yang terikat pada atom karbon keenam. Zat murni ini meleleh pada suhu 24 °C (75 °F), dan mendidih antara 137 dan 139 °C (279 dan 282 °F) pada tekanan 6,7 kilopascal (50 mmHg). Zat ini larut dalam air, etanol, aseton, dietil eter, dan minyak.[6]

Referensi

  1. ^ a b c d e f g Haberfeld H, ed. (2020). Austria-Codex (dalam bahasa German). Vienna: Österreichischer Apothekerverlag. Neo-Angin-Pastillen. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ^ a b c d "Strepsils - Summary of Product Characteristics (SPC) - (eMC)". Datapharm UK (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-02-20.
  3. ^ a b c d e "Amylmetacresol". DrugBank. DB13908. Diakses tanggal 20 May 2021.
  4. ^ Weckmann G, Hauptmann-Voß A, Baumeister SE, Klötzer C, Chenot JF (October 2017). "Efficacy of AMC/DCBA lozenges for sore throat: A systematic review and meta-analysis". International Journal of Clinical Practice. 71 (10): 1742–1241. doi:10.1111/ijcp.13002. PMID 28869700. S2CID 23055607.
  5. ^ McNally D, Shephard A, Field E (2012). "Randomised, double-blind, placebo-controlled study of a single dose of an amylmetacresol/2,4-dichlorobenzyl alcohol plus lidocaine lozenge or a hexylresorcinol lozenge for the treatment of acute sore throat due to upper respiratory tract infection". Journal of Pharmacy & Pharmaceutical Sciences. 15 (2): 281–294. doi:10.18433/j31309. PMID 22579007.
  6. ^ a b c Twort CC, Baker AH (May 1942). "Further researches on bactericidal mists and smokes". The Journal of Hygiene. 42 (3): 266–283. doi:10.1017/s0022172400035476. PMC 2199819. PMID 20475630.

Bacaan lebih lanjut

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement