Abies alba
| Abies alba | |
|---|---|
| Di Silesian Beskids, Poland | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Gymnospermae |
| Divisi: | Pinophyta |
| Kelas: | Pinopsida |
| Ordo: | Pinales |
| Famili: | Pinaceae |
| Genus: | Abies |
| Spesies: | A. alba
|
| Nama binomial | |
| Abies alba | |
Peta persebaran:
| |
| Sinonim[2] | |
|
Daftar
| |
Abies alba atau yang dikenal sebagai cemara perak eropa, merupakan spesies cemara yang berasal dari wilayah pegunungan di Eropa. Persebarannya meliputi daerah mulai dari Pegunungan Pirenia di barat hingga Normandia, kemudian ke arah timur melalui Alpen dan Karpatia, mencakup negara-negara seperti Slowakia, Slovenia, Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Montenegro, Serbia, serta meluas ke selatan hingga Italia, Bulgaria, Kosovo, Albania, dan bagian utara Yunani.[1][3]
Penamaan
Kata Abies berasal dari bahasa Latin yang berarti "yang menjulang" atau "yang tumbuh tinggi", dan istilah ini dahulu digunakan untuk menyebut pohon-pohon besar maupun kapal. Sementara itu, kata alba bermakna "putih" atau "cerah pucat", merujuk pada warna khas kulit batang pohon ini.[4]
Deskripsi
Abies alba merupakan jenis pohon konifer besar yang dapat mencapai tinggi antara 40 hingga 50 meter, dengan batang berdiameter hingga 1,5 meter. Beberapa individu luar biasa bahkan tercatat mencapai 60 meter dengan diameter batang mencapai 3,8 meter. Spesies ini tumbuh pada ketinggian antara 300 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut, terutama di atas 500 meter pada kawasan pegunungan yang menerima curah hujan tahunan lebih dari 1.000 milimeter.[5]
Daunnya berbentuk jarum yang pipih dengan panjang 1,8–3 cm dan lebar sekitar 2 mm, berwarna hijau tua mengilap di bagian atas serta memiliki dua pita stomata berwarna putih kehijauan di bagian bawah; ujung daunnya umumnya sedikit berlekuk. Buahnya berukuran 9–17 cm panjang dan 3–4 cm lebar, tersusun atas sekitar 150–200 sisik, masing-masing dilengkapi dengan daun pelindung yang menonjol dan dua biji bersayap yang akan dilepaskan saat buah matang dan hancur. Kayunya berwarna putih pucat, yang menjadi asal penamaan spesifik alba.[4]
Kegunaan
Pada masa Romawi Kuno, kayu Abies alba dimanfaatkan untuk membuat tong yang digunakan dalam penyimpanan dan pengangkutan anggur serta berbagai bahan lainnya.[6] Dari resin pohon ini dapat diekstraksi minyak esensial beraroma pinus yang khas, yang kini digunakan sebagai bahan dalam parfum, produk perawatan tubuh seperti sabun dan mandi aromaterapi, serta inhalan aerosol.[1] Cabang, daun, kulit kayu, dan kayunya juga dimanfaatkan dalam pembuatan bir separ tradisional.[7] Kayu Abies alba dikenal kuat tetapi ringan, berwarna terang dengan serat panjang, berbutir halus, dan bertekstur rata. Karena sifat-sifat tersebut, kayunya banyak digunakan dalam konstruksi bangunan, pembuatan furnitur, kayu lapis, pulp, serta bahan baku industri kertas.[8]
Referensi
- ^ a b c Farjon, A. (2017). "Abies alba". 2017 e.T42270A83978869. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-2.RLTS.T42270A83978869.en. ;
- ^ a b "Abies alba". World Checklist of Selected Plant Families (WCSP). Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 12 October 2016 – via The Plant List.
- ^ Gualtiero Simonetti (1990). Stanley Schuler (ed.). Simon & Schuster's Guide to Herbs and Spices. Simon & Schuster, Inc. ISBN 978-0-671-73489-3.
- ^ a b Gledhill, David (2008). "The Names of Plants". Cambridge University Press. ISBN 9780521866453 (hardback), ISBN 9780521685535 (paperback). pp 32, 41
- ^ Rushforth, K. (1987). Conifers. Helm. ISBN 0-7470-2801-X.
- ^ Kilby, Kenneth (1977), The cooper and his trade, Fresno, California, Linden Publishing, p.99. ISBN 0941936163
- ^ The London Medical Gazette (dalam bahasa Inggris). Longman. 1837.
- ^ Wolf, Heino. "Silver fir - Abies alba" (PDF). EUFORGEN Technical Guidelines for Genetic Conservation and Use. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 23 January 2017. Diakses tanggal 18 October 2016.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


