Ziziphus mucronata

Ziziphus mucronata
dedaunan (musim panas) dan buah (musim dingin)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Rosales
Famili: Rhamnaceae
Genus: Ziziphus
Spesies:
Z. mucronata
Nama binomial
Ziziphus mucronata
Sinonim[1]
  • Ziziphus madecassus H. Perrier

Ziziphus mucronata atau yang dikenal sebagai garkad kerbau, adalah pohon dari famili Rhamnaceae yang asli Afrika Selatan. Pohon ini bersifat gugur dan dapat mencapai tinggi hingga 17 meter. Ia mampu tumbuh di berbagai jenis tanah dan ditemukan di beragam habitat, terutama hutan terbuka, sering di tanah yang terbentuk dari endapan sungai, serta kerap tumbuh di gundukan rayap. Namanya dalam bahasa Zulu, umLahlankosi, merujuk pada penggunaannya sebagai penanda makam kepala suku, sementara nama dalam bahasa Afrikaans, Blinkblaar-wag-'n-bietjie, menggambarkan daun muda yang hijau mengkilap dan duri yang melengkung.

Deskripsi

Pohon ini berukuran kecil hingga sedang, biasanya mencapai tinggi sekitar 10 meter, meskipun dalam beberapa kasus dapat tumbuh hingga 17 meter. Kulit batang muda berwarna merah-coklat, sedangkan batang dewasa memiliki kulit abu-abu kasar dengan retakan membentuk blok persegi panjang, memperlihatkan lapisan kayu merah berserabut. Seiring bertambahnya usia, kulit kayu menjadi lebih kasar dan berubah menjadi abu-abu gelap atau coklat. Pohon atau semak ini memiliki cabang dengan pola zigzag yang khas, dilengkapi sepasang duri, yang satu lurus dan satu bengkok, meskipun pada beberapa pohon dewasa duri dapat hilang sepenuhnya. Buahnya bervariasi dalam ukuran, di beberapa daerah dapat lebih besar dari anggur, dan matang menjadi coklat-merah tua. Bunga berwarna kuning kehijauan dengan kilau perak muncul dari Oktober hingga April dalam tandan padat di ketiak daun, sedangkan buah dapat ditemukan antara Februari dan Agustus.[2]

Ekologi

Bunga kecil berwarna kuning kehijauan dari pohon ini menarik banyak serangga karena menghasilkan nektar yang melimpah, yang kemudian dimanfaatkan untuk membuat madu. Beberapa jenis burung juga memakan buahnya yang berwarna merah kecokelatan. Selain itu, daun dan buah pohon ini menjadi sumber makanan bagi satwa liar maupun ternak domestik, dengan jerapah dan impala sering memakan dedaunannya.[3]

Kegunaan

Berbagai bagian pohon ini memiliki banyak kegunaan medis dan praktis. Akar, kulit kayu, dan daun digunakan secara tradisional untuk mengobati rasa sakit, disentri, gangguan pernapasan, infeksi kulit, bisul, luka, dan pembengkakan. Daun yang dihancurkan dapat menghentikan pendarahan, sedangkan mandi uap dari kulit kayu digunakan untuk memurnikan dan merawat kulit. Di Afrika Timur, akar juga dimanfaatkan untuk mengobati gigitan ular. Selain kegunaan medis, cabang pohon digunakan untuk melindungi kandang ternak atau sebagai tanda makam, dan kayunya dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau untuk membuat peralatan. Aktivitas ini terkait dengan kandungan senyawa bioaktif seperti alkaloid peptida dan anti jamur yang terdapat di kulit kayu dan daun.[4]

Referensi

  1. ^ The Plant List: A Working List of All Plant Species, diakses tanggal 28 November 2025
  2. ^ "Ziziphus mucronata | PlantZAfrica". pza.sanbi.org. Diakses tanggal 2025-11-28.
  3. ^ Nombulelo Mazibuko, Kwazulu Natal Herbarium, April 2007
  4. ^ Watt, J.M. & Breyer-Brandwijk, M.G., 1932. The medicinal and poisonous plants of southern Africa. Livingstone, Edinburgh.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement