Zakharia 7

Zakharia 7
Kitab Zakharia 6:15-13:9 pada Codex Gigas, yang dibuat sekitar abad ke-13.
KitabKitab Zakharia
KategoriNabi-nabi Kecil
Bagian Alkitab KristenPerjanjian Lama
Urutan dalam
Kitab Kristen
38
pasal 6
pasal 8

Zakharia 7 (disingkat Zak 7) adalah bagian dari Kitab Zakharia dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Memuat Firman Allah yang disampaikan dengan perantaraan nabi Zakharia.[1][2]

Teks

Naskah sumber utama

Waktu

  • Peristiwa yang dicatat di pasal ini terjadi pada tanggal 4 bulan ke-9 tahun ke-4 pemerintahan Darius, raja Persia.[3] (~518 SM)

Struktur

Ayat 1

Pada tahun yang keempat zaman raja Darius datanglah firman TUHAN kepada Zakharia, pada tanggal empat bulan kesembilan, yakni bulan Kislew.[3]

Ayat 2

Adapun penduduk Betel telah mengutus Sarezer dan Regem-Melekh serta orang-orangnya untuk melunakkan hati TUHAN.[4]

Ayat 2 bahasa Ibrani

Teks Masoret:

וישלח בית־אל שר־אצר ורגם מלך ואנשיו לחלות את־פני יהוה׃

Transliterasi:

wa-yish-lakh bêṯ-’êl shar-’e-tser wə-re-ḡem-me-leḵ wa-’ă-nā-šāw; lə-khal-lō-wṯ ’eṯ-pə-nê Yah-weh.

Terjemahan harfiah:

Dan diutuslah (oleh) Betel, Sharezer dan Regem-Melekh dan orang-orangnya, untuk memohon di hadapan Tuhan.

Ayat 3

Untuk menanyakan kepada para imam dari rumah TUHAN semesta alam dan kepada nabi, demikian: "Haruskah kami sekalian menangis dan berpantang dalam bulan yang kelima seperti yang telah kami lakukan bertahun-tahun lamanya?"[5]

Hukum Allah mewajibkan puasa satu hari setiap tahun, yaitu pada Hari Raya Pendamaian pada bulan ke-7. Pada saat ini orang Yahudi telah menambahkan sebuah puasa pada bulan ke-5 untuk memperingati pembinasaan Bait Suci oleh pasukan Nebukadnezar (2 Raja–raja 25:8–9). Kini setelah Bait Suci dibangun kembali (518 SM), mereka ingin mengetahui apakah mereka perlu terus melaksanakan hari puasa itu.

  • 1) Firman Tuhan menunjukkan bahwa mereka tidak berpuasa dengan benar (lihat Matius 6:16); puasa mereka sekadar upacara lahiriah saja, hampa kelaparan dan dahaga yang sungguh-sungguh akan Allah dan kebenaran-Nya.
  • 2) Umat itu perlu memperhatikan para nabi seperti Yesaya (bandingkan Yesaya 58:3–5) dan memberikan tanggapan dengan puasa sambil berdoa memohon kasih karunia untuk hidup kudus dan benar di hadapan Allah dan sesama (Zakharia 7:8–10).[6]

Referensi

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ a b Zakharia 7:1
  4. ^ Zakharia 7:2
  5. ^ Zakharia 7:3
  6. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.

Lihat pula

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement