Yusman

Yusman
Lahir12 November 1964 (umur 61)
Sukamenanti, Pasaman Barat, Sumatera Barat
KebangsaanIndonesia
AlmamaterInstitut Seni Indonesia
PekerjaanSeniman, pematung
Dikenal atasPembuat patung Presiden Indonesia
Suami/istriMurtri Yuni Arnawati

Yusman (lahir 12 November 1964) adalah seorang seniman Indonesia yang berprofesi sebagai pematung. Yusman adalah alumnus Institut Seni Indonesia Yogyakarta tahun 1994. Yusman telah membuat berbagai patung monumen di sejumlah daerah di Indonesia.[1] Pada tahun 1995, ia dipercaya oleh Presiden Soeharto untuk membuat karya monumental yaitu Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat yang diresmikan oleh Presiden Soeharto. Yusman telah dipercaya untuk membuat karya-karya monumen dan patung bertaraf nasional sejak era Presiden Soeharto hingga sekarang (2018). Karya Monumennya telah 17 kali diresmikan oleh Presiden-Presiden RI. Mulai dari Presiden Soeharto, Presiden Megawati Soekarnoputri, Presdien Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo. Ia telah meraih 3 penghargaran rekor MURI untuk karya seni monumental yang ia buat. Salah satu yang paling fenomenal adalah pada tahun 2014, Yusman dipercaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat enam buah patung Presiden Indonesia dengan bahan perunggu untuk dipajang Istana Kepresidenan Bogor.[2][3]

Karya

Yusman Bersama Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam Peresmian Monumen Dwikora dan Trikora di Cilangkap (salah satu karya monumen Yusman)
Monumen Dwikora dan Trikora di Cilangkap, 2009

Monumen Mandala

Monumen Mandala merupakan monumen skala nasional pertama yang dikerjakan oleh Yusman. Monumen ini dibuatnya di Kota Ujung Pandang (kini Kota Makassar) pada tahun 1995.[4] Monumen Mandala diresmikan pendiriannya oleh Soeharto selaku Presiden Indonesia.[5]

Yusman juga menjadi pembuat Monumen Sultan Ageng Tirtayasa.[6] Monumen ini dibuat dan ditempatkan di Kabupaten Serang pada tahun 1998.[7] Pada tahun 2001, Yusman membuat relief untuk Bung Hatta selaku salah satu proklamator kemerdekaan Indonesia. Relief ini dibuat di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Peresmiannya diadakan pada tahun 2001 oleh Hamzah Haz selaku Wakil Presiden Indonesia saat itu.

Pada tahun 2002, Yusman membuat Monumen Bung Hatta di Universitas Bung Hatta.[8] Monumen ini masuk dalam wilayah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Pendidikan

Yusman menempuh pendidikan dasar (SD) di Sukamenanti, Pasaman Barat, lalu melanjutkan pendidikan menengah ke jurusan seni dekorasi di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Negeri Padang yang kini bernama SMK Negeri 4. Setamat SMSR pada tahun 1985, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Jurusan Seni Patung Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.[1][2]

Penghargaan

  • Penghargaan MURI atas pembuatan Relief Monumen Panglima Besar Soedirman terpanjang di Dunia di Pacitan.[1]
  • Penghargaan MURI atas Pembuatan Patung Berkelompok Terbesar di Indonesia pada Monumen Panglima Besar Soedirman di Cilangkap.
  • Penghargaan MURI atas Pameran Patung Berkelompok Terbesar di Indonesia dalam rangka Pameran Tunggal Yusman " Menandai Indonesia " di Jogja Gallery dan Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta 2018

Referensi

  1. ^ a b c "Yusman - Pembuat Patung Tujuh Presiden RI" Diarsipkan 2015-07-22 di Wayback Machine. Padang Ekspres, 28 September 2014. Diakses 18 Juli 2015.
  2. ^ a b "Hanya Butuh Waktu Dua Bulan untuk Membuat 6 Patung Presiden" Okezone.com, 08 Agustus 2014. Diakses 18 Juli 2015.
  3. ^ "Akhir Agustus, enam patung Presiden RI siap dipamerkan" Merdeka.com, 24 Agustus 2014. Diakses 18 Juli 2015.
  4. ^ Gerbang: Pameran Tunggal Patung Karya Yusman (PDF). Bantul: Studio Patung Yusman, CV. Rejeki Creative. 2022. hlm. 22. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ Abdullah, A., dan Al-Mustafa, O. (2019). Kota Para Demonstran. Airlangga University Press. hlm. 79. ISBN 978-602-473-064-2. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Erlita, Pipit (7 September 2022). "Nostalgia Sejarah: Pameran Yusman di Galeri Nasional Indonesia". Written.id. Diakses tanggal 1 Juni 2025.
  7. ^ BantenNews.co.id (10 November 2018). "Patung Pahlawan Nasional 'Sultan Ageng Tirtayasa' Ditelantarkan di Pinggir Jalan". Banten News. Diakses tanggal 1 Juni 2025.
  8. ^ Redaksi (10 November 2024). "Yusman, Maestro di Balik Patung dan Relief Bung Hatta serta Monumen Garuda Pramuka". Langgam.id. Diakses tanggal 1 Juni 2025.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement