Yohanes dari Tuhan

Santo

Yohanes dari Tuhan, O.H.
Santo Yohanes dari Tuhan karya Murillo (1672)
Religius
LahirJoão Duarte Cidade
8 Maret 1495
Montemor-o-Novo, Évora, Kerajaan Portugal
Meninggal8 Maret 1550(1550-03-08) (umur 55)
Granada, Kerajaan Granada, Mahkota Kastilia
Beatifikasi21 September 1630, Roma, Negara Kepausan oleh Paus Urbanus VIII
Kanonisasi16 Oktober 1690, Roma, Negara Kepausan oleh Paus Aleksander VIII
Tempat ziarahBasilika Santo Yohanes dari Tuhan, Granada
Pesta8 Maret (Gereja Katolik Roma)
Atributsedekah; tali; mahkota duri; hati
PelindungPenjual buku, rumah sakit, perawat, orang sakit mental, pasien jantung, dan orang yang sedang sekarat

Yohanes dari Tuhan, O.H. (bahasa Portugis: João de Deus; bahasa Spanyol: Juan de Dios; lahir João Duarte Cidade; 8 Maret 1495 – 8 Maret 1550) adalah seorang prajurit Portugis yang beralih menjadi pekerja kesehatan di Spanyol, yang para pengikutnya kemudian membentuk Para Bruder Hospitaler Santo Yohanes dari Tuhan, sebuah lembaga keagamaan Katolik yang didedikasikan untuk perawatan orang miskin, orang sakit, dan mereka yang memiliki gangguan mental.

Yohanes dikanonisasi oleh Paus Aleksander VIII dan dianggap sebagai salah satu tokoh agama terkemuka dalam sejarah Semenanjung Iberia.[1]

Biografi

Biografi pertama tentang Yohanes dari Tuhan ditulis oleh Francisco de Castro, imam kapelan di rumah sakit milik Yohanes dari Tuhan di Granada, Spanyol. Castro menyusun karyanya berdasarkan pengetahuan pribadinya tentang Yohanes semasa muda serta kesaksian yang ia kumpulkan dari saksi mata dan orang-orang sezaman dengan tokoh tersebut. Biografi ini diterbitkan atas permintaan langsung Uskup Agung Granada, yang juga memberikan dukungan finansial bagi penerbitannya. Castro mulai menulis pada tahun 1579, yakni 29 tahun setelah wafatnya Yohanes dari Tuhan, tetapi ia tidak sempat menyaksikan penerbitannya karena meninggal tidak lama setelah menyelesaikan karyanya. Naskah tersebut kemudian diterbitkan pada tahun 1585 oleh ibunya, Catalina de Castro.

Tak lama setelah terbitnya Historia karya Castro, sebuah terjemahan bahasa Italia diterbitkan di Roma oleh seorang imam Oratorian, Giovanni Bordini, pada tahun 1587. Meskipun terjemahan ini memuat sejumlah kesalahan penerjemahan serta komentar tambahan dari Bordini sendiri, karya tersebut menjadi sumber utama bagi sebagian besar terjemahan ke dalam bahasa lain.[1]

Kehidupan Awal

Saint John of God

Yohanes dari Tuhan lahir dengan nama João Duarte Cidade di Montemor-o-Novo (yang kini termasuk dalam Distrik Évora), Kerajaan Portugal, sebagai putra dari André Cidade dan Teresa Duarte. Keluarga ini pernah cukup terpandang, tetapi kemudian jatuh miskin, meskipun tetap memiliki iman religius yang kuat. Pada suatu hari, ketika João berusia delapan tahun, ia menghilang. Tidak jelas apakah ia diculik secara sengaja, ataukah ia terbujuk untuk pergi oleh seorang rohaniwan yang pernah menerima tumpangan di rumah keluarganya. Menurut biografi awalnya, ibunya meninggal karena kesedihan tak lama setelah peristiwa itu, sementara ayahnya kemudian bergabung dengan Ordo Fransiskan.

Yohanes muda akhirnya menjadi seorang yatim piatu yang terlantar di jalanan Kota Oropesa (dekat Toledo), Spanyol. Di tanah asing itu, ia tidak memiliki siapa pun yang merawatnya, tidak memiliki sumber penghidupan, dan harus bertahan dengan makanan apa pun yang berhasil ia temukan. Pada akhirnya, ia diterima oleh seorang pria bernama Francisco Mayoral, dan João pun menetap sebagai seorang gembala yang menggembalakan domba-dombanya di pedesaan.[2]

Kehidupan Militer

Sang petani begitu terkesan dengan kekuatan dan ketekunan Yohanes sehingga ia ingin menikahkan putrinya dengan pemuda itu dan menjadikannya sebagai ahli waris. Namun, ketika berusia sekitar 22 tahun, untuk menghindari dari tuannya, Yohanes memutuskan bergabung dengan sebuah kesatuan prajurit infanteri. Dalam kesatuan itu, ia berperang bagi Karl V, Kaisar Romawi Suci, yang kala itu dikerahkan oleh Comte Oropesa, Fernando Álvarez de Toledo y Zúñiga, melawan pasukan Prancis di Fontarabia. Saat bertugas di sana, ia diberi tanggung jawab menjaga sejumlah besar barang rampasan perang, yang sebagian besar telah dijarah ketika ia digantikan. Kecurigaan pun jatuh kepadanya; meskipun mungkin ia tidak terlibat langsung dalam pencurian, paling tidak ia dianggap lalai dalam tugas. Yohanes dijatuhi hukuman mati, dan itulah yang akan terjadi seandainya tidak ada seorang perwira turun tangan untuk membelanya hingga ia memperoleh pengampunan.[2]

Kecewa dengan peristiwa itu, setelah merasa telah memberikan pengabdian militer yang setia, Yohanes kembali ke pertanian di Oropesa. Ia lalu menghabiskan empat tahun lagi sebagai gembala, hingga suatu hari Comte beserta pasukannya melintas dalam perjalanan menuju medan perang di Hungaria melawan Turki Utsmani. Masih belum menikah, Yohanes segera memutuskan untuk kembali bergabung dengan mereka, dan ia meninggalkan Oropesa untuk terakhir kalinya. Selama 18 tahun berikutnya, ia mengabdi sebagai prajurit di berbagai wilayah Eropa.[2]

Ketika pasukan Comte berhasil membantu mengalahkan pihak Turki, mereka berlayar pulang ke Spanyol dan mendarat di A Coruña, Galicia. Merasa begitu dekat dengan tanah kelahirannya, Yohanes memutuskan untuk kembali ke kota asalnya guna mencari tahu kabar keluarganya yang telah lama hilang. Pada saat itu, ia sudah lupa nama kedua orang tuanya, tetapi masih mengingat cukup banyak detail masa kecil yang memungkinkannya menemukan seorang paman yang masih hidup di kota tersebut. Dari pamannya inilah ia mengetahui nasib keluarganya, dan setelah menyadari bahwa ia tidak lagi memiliki ikatan nyata dengan tanah kelahirannya, ia pun kembali ke Spanyol.[1]

Perjalanan ke Afrika dan Kembali ke Spanyol

Yohanes tiba di dekat Sevilla, di mana ia segera menemukan pekerjaan sebagai penggembala domba, pekerjaan yang sudah akrab baginya. Namun, dengan waktu luang untuk merenungkan hidupnya, ia mulai menyadari bahwa pekerjaan ini tidak lagi memuaskan, dan timbul dalam dirinya keinginan untuk pergi ke Afrika serta mungkin menyerahkan hidupnya sebagai martir dengan membantu membebaskan orang-orang Kristen yang diperbudak di sana. Ia pun berangkat menuju wilayah Portugis di Ceuta (terletak di pesisir utara Afrika). Dalam perjalanan, ia berteman dengan seorang ksatria Portugis yang sedang diasingkan ke sana oleh Raja Portugal karena suatu pelanggaran, dan yang bepergian bersama istri serta putri-putrinya.[1]

Setibanya di koloni tersebut, keluarga ksatria itu mendapati bahwa sedikit harta benda yang sempat mereka bawa telah dicuri, sehingga mereka jatuh miskin. Selain itu, seluruh anggota keluarga jatuh sakit. Tidak punya jalan lain, sang ksatria meminta bantuan kepada Yohanes. Yohanes berjanji untuk merawat mereka, mengobati penyakit mereka, serta bekerja demi mencukupi kebutuhan pangan mereka, meskipun warga miskin di koloni itu sering mendapat perlakuan buruk dari para penguasa setempat.[1]

Namun, desersi (pengingkaran tugas yang dilakukan dengan niat untuk tidak kembali.) oleh salah satu rekan kerja Yohanes yang melarikan diri ke kota Muslim terdekat demi menghindari perlakuan buruk warga (yang berarti ia berpindah agama) membuat Yohanes semakin diliputi keputusasaan. Merasa gelisah dan kehilangan arah rohani karena kegagalannya mengamalkan imannya selama bertahun-tahun dalam dinas militer, ia mendatangi biara Fransiskan di koloni tersebut. Di sana, ia dinasihati bahwa keinginannya tinggal di Afrika tidak membawa pertumbuhan rohani, dan ia disarankan untuk kembali ke Spanyol. Ia pun menuruti nasihat itu. Setelah mendarat di Gibraltar, Yohanes mulai mengembara di wilayah Andalusia, mencari tahu apa sebenarnya yang dikehendaki Tuhan atas dirinya.[1]

Dalam masa inilah Yohanes dikatakan mengalami sebuah penglihatan akan Kanak-Kanak Yesus, yang memberinya nama yang kelak dikenal luas, yaitu Yohanes dari Tuhan, serta menuntunnya untuk pergi ke Granada.[3] Yohanes kemudian menetap di kota itu, di mana ia bekerja menyebarkan buku, memanfaatkan mesin cetak huruf lepas yang baru ditemukan untuk menyediakan bagi masyarakat karya-karya kepahlawanan dan literatur rohani.[1]

Pertobatan dan Awal Karya Amal

San Juan de Dios salvando a los enfermos de incendio del Hospital Real (Santo Yohanes dari Tuhan menyelamatkan orang sakit dari kebakaran di Rumah Sakit Kerajaan) oleh Manuel Gómez-Moreno González (1880)

Yohanes mengalami pertobatan religius yang besar pada Hari Santo Sebastianus (20 Januari 1537), ketika mendengarkan khotbah Yohanes dari Ávila, seorang pengkhotbah terkemuka pada masanya yang kelak menjadi pembimbing rohaninya serta mendorongnya dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan kaum miskin. Pada usia 42 tahun, ia mengalami apa yang pada masa itu dianggap sebagai gangguan mental akut. Tersentuh oleh khotbah tersebut, ia melakukan penghukuman diri di muka umum, memohon belas kasihan sambil dengan penuh penyesalan meratapi masa lalunya. Ia kemudian ditahan di bagian Rumah Sakit Kerajaan yang diperuntukkan bagi penderita gangguan jiwa, di mana ia menerima perawatan sesuai praktik pada zamannya: diasingkan, dirantai, dicambuk, dan dibuat kelaparan.[4] Yohanes dari Ávila kemudian menjenguknya dan menasihatinya agar lebih aktif mengabdikan diri kepada kebutuhan orang lain daripada sekadar menanggung penderitaan pribadi. Setelah memperoleh ketenangan batin, Yohanes segera keluar dari rumah sakit untuk memulai karya di tengah kaum miskin.[5]

Pada masa ini pula, ia melakukan ziarah ke tempat suci Bunda Maria dari Guadalupe di Extremadura, di mana menurut tradisi ia mengalami penglihatan akan Santa Perawan Maria, yang mendorongnya untuk bekerja bagi kaum miskin.[6] Sekembalinya ke Granada, Yohanes mencurahkan seluruh tenaganya untuk merawat mereka yang paling membutuhkan. Ia mendirikan sebuah rumah tempat ia dengan bijaksana memperhatikan kebutuhan orang sakit dan miskin, mula-mula dengan cara meminta-minta sendiri.[5] Namun, ketika Yohanes mulai mewujudkan cita-citanya, ia menghadapi stigma terkait penyakit mental, sehingga ia sempat disalahpahami dan ditolak.[4] Untuk beberapa waktu ia bekerja sendirian, mencari perlengkapan medis di malam hari dan merawat pasien serta rumah sakit di siang hari. Tidak lama kemudian, ia mulai memperoleh dukungan dari para imam dan tabib yang dermawan.

Banyak kisah beredar mengenai tamu-tamu surgawi yang konon menjenguknya pada masa awal karya besarnya; bahkan disebutkan Malaikat Agung Rafael beberapa kali hadir untuk meringankan pekerjaannya. Untuk menghentikan kebiasaannya menukar jubah dengan setiap pengemis yang ditemuinya, Sebastián Ramírez, Uskup Tui, membuatkan sebuah jubah busana rohaniwan khusus baginya. Pakaian itu kemudian diadopsi, sebagai jubah religius para pengikutnya. Pada saat yang sama, sang uskup meneguhkan nama yang diberikan oleh Kanak-Kanak Yesus kepadanya untuk selama-lamanya, yakni Yohanes dari Tuhan.[3]

Pendirian Ordo Hospitalier

Perlahan-lahan Yohanes dari Tuhan menarik sekelompok murid yang dengan sepenuh hati merasa terpanggil untuk bergabung dalam pelayanannya. Ia kemudian mengorganisasi para pengikutnya menjadi sebuah ordo religius bernama Ordo Hospitaller. Pada tahun 1572, Takhta Suci secara resmi menyetujui ordo tersebut dengan nama Bruder Hospitaller Santo Yohanes dari Tuhan (Brothers Hospitallers of Saint John of God), yang mengabdikan diri untuk merawat orang sakit di berbagai negara di seluruh dunia.

Salah satu bentuk penghargaan atas karya pelayanan Yohanes adalah bahwa ordo ini secara resmi dipercayakan dengan tanggung jawab perawatan medis bagi Paus. Setelah Yohanes dari Tuhan wafat, kepemimpinan ordo diteruskan oleh Pedro Soriano.

Wafat, Kanonisasi, dan Peninggalan

Patung Santo Yohanes dari Tuhan di Gereja Vilar de Frades, Barcelos, Portugal.Ukirannya berbunyi:
Segala sesuatu berlalu, hanya perbuatan baik yang bertahan..

Yohanes dari Tuhan wafat pada 8 Maret 1550, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-55, di Granada. Ia meninggal karena pneumonia setelah terjun ke dalam sungai untuk menyelamatkan seorang pemuda yang hampir tenggelam. Jenazahnya mula-mula dimakamkan di Gereja Bunda Maria dari Kemenangan, yang dimiliki oleh para biarawan Minim, dan tetap berada di sana hingga 28 November 1664, ketika para Bruder Hospitaller memindahkan reliknya ke gereja rumah sakit mereka di kota tersebut.

Yohanes dikanonisasi oleh Paus Aleksander VIII pada 16 Oktober 1690, dan kemudian ditetapkan sebagai santo pelindung rumah sakit dan orang sakit. Hari pestanya dirayakan setiap tanggal 8 Maret. Pada tahun 1757, sebuah gereja didirikan untuk menyimpan reliknya. Pada 26 Oktober 1757, relik tersebut dipindahkan ke gereja baru tersebut, yang kini dilindungi oleh Ordo Ksatria Santo Yohanes dari Tuhan. Gereja ini kemudian dinaikkan statusnya menjadi sebuah basilika.

Warisan Ordo

Ordo Bruder Hospitaller Santo Yohanes dari Tuhan kini hadir di 53 negara, dengan mengelola lebih dari 300 rumah sakit, layanan, dan pusat yang melayani beragam kebutuhan medis, termasuk kesehatan jiwa dan psikiatri. Keluarga Santo Yohanes dari Tuhan (sebutan bagi mereka yang berkomitmen pada visinya) terdiri atas lebih dari 45.000 anggota, baik bruder maupun rekan kerja, serta didukung oleh puluhan ribu dermawan dan sahabat yang mengakui karya ordo tersebut dan mendukung pelayanan bagi orang sakit serta mereka yang membutuhkan di seluruh dunia.[4]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ a b c d e f g "First biography of St John of God". Hospitaller Order of St. John of God (dalam bahasa Inggris).
  2. ^ a b c Goodier, S.J., Alban, Saints For Sinners, Sheed & Ward, Inc.
  3. ^ a b Rudge, F.M. "St. John of God". The Catholic Encyclopedia.
  4. ^ a b c Forkan, Donatus, O.H. (10 Juni 2013). "About us" (PDF). Hospitaller Brothers of St. John of God (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 29 Oktober 2017. Diakses tanggal 19 Agustus 2025. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  5. ^ a b Foley, Leonard, O.F.M. "Saint of the Day". American Catholic (dalam bahasa Inggris). Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  6. ^ Baillon, Eleanor. Life of St. John of God, Thomas Richardson and Son, London, 1884

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement