Yayasan Amai Setia

Sekolah Kerajinan Amai Setia yang kini beralih fungsi menjadi museum.
Gadis-gadis yang sedang belajar merenda di Amai Setia pada zaman kolonial Belanda.

Yayasan Amai Setia merupakan yayasan yang mengelola kerajinan di Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Agam, Sumatera Barat. Yayasan ini didirikan oleh Roehana Koeddoes bersama dua orang temannya, Rekni Putri dan Hadisah pada 11 Februari 1911 dengan nama Kerajinan Amai Setia.[1][2]

Pada awalnya, Kerajinan Amai Setia merupakan sekolah keterampilan yang ditujukan untuk perempuan. Pelajaran yang diberikan berupa kursus seperti menjahit dengan mesin, bordiran, menyulam, merenda bangku, hingga bertenun. Pada 1923, Kerajinan Amai Setia membuka nijverheidsschool atau sekolah industri, tetapi hanya bertahan sampai 1942 karena masuknya pendudukan Jepang.

Saat ini, Yayasan Amai Setia masih bertahan sebagai wadah perajin perak dan sulam di Koto Gadang.[3][4]

Referensi

  1. ^ developer, metrotvnews. "Video Selamat Pagi Indonesia : Yayasan Amai Setia Tetap Eksis Sejak 107 Tahun Lalu". metrotvnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-01-09. Diakses tanggal 2019-01-09.
  2. ^ "InfoPublik - Berumur 107 Tahun, Ini Sejarah Singkat Kerajinan Amai Setia". infopublik.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-01-09.
  3. ^ "Berusia 107 Tahun, Sejarah Singkat Kerajinan Amai Setia". www.wartaandalas.com. Diakses tanggal 2019-01-09.
  4. ^ Suluah (2018-10-27). "Koto Gadang, Perak, dan Sulam". Suluah. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-01-09. Diakses tanggal 2019-01-09.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement