Yatai (gerobak makanan)

Yatai (屋台) merupakan kios makanan keliling berukuran kecil yang umum ditemukan di Jepang, biasanya menyajikan ramen atau berbagai hidangan sederhana lainnya. Secara harfiah, istilah ini berarti “gerai toko”. Yatai umumnya mulai beroperasi pada sore hari di sepanjang jalan atau area pejalan kaki, kemudian dibongkar dan dipindahkan kembali pada larut malam atau menjelang pagi.[1][2]
Walau tradisi menjajakan makanan dengan kios keliling telah ada sejak abad ke-17, yatai baru benar-benar berkembang pesat pada masa Zaman Meiji (1868–1912). Saat itu, yatai berbentuk gerobak kayu beroda dua yang mudah didorong. Popularitasnya kembali meningkat selama dan sesudah Perang Dunia II, tetapi menjelang Olimpiade Tokyo 1964, pemerintah Jepang mulai memperketat aturan karena kekhawatiran terkait kebersihan dan kesehatan. Kini, yatai masih banyak ditemukan di Prefektur Fukuoka, meski jumlahnya terus menurun dari waktu ke waktu.[3][4]
Model gerobak

Yatai umumnya berupa gerobak kayu beroda yang dilengkapi dengan peralatan memasak dan area tempat duduk bagi pelanggan. Saat dipindahkan, pegangan dan bangku dapat dilipat ke dalam agar lebih ringkas. Ukuran rata-rata satu gerobak sekitar 3 meter kali 2,5 meter. Para pedagang biasanya menawarkan hidangan seperti ramen, gyoza, dan tempura, serta minuman seperti bir, sake, dan shōchū. Yatai umumnya mulai beroperasi setelah matahari terbenam dan tutup menjelang pagi hari.[5][6]
Budaya
Pada tahun 1933, Satomura Kinzo menulis sebuah cerita pendek berjudul Chronicle of Starting a Shina Soba Shop, yang mengisahkan kehidupan seorang penjual yang menggunakan yatai. Cerita tersebut menggambarkan sudut pandang kiri yang menyoroti perjuangan kelas pekerja dan kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh para pedagang yang masih menggunakan yatai pada masa itu.[3]
Selain itu, istilah yatai juga digunakan untuk menyebut kendaraan hias dalam berbagai festival di Jepang, seperti Festival Takayama di Prefektur Gifu. Berbeda dari mikoshi (kendaraan hias yang dipanggul), yatai pada festival ini berupa gerobak beroda yang dihiasi dengan detail rumit, bahkan ada yang dilengkapi boneka mekanis yang bergerak saat prosesi berlangsung. Di luar musim festival, beberapa gerobak yatai ini biasanya dipamerkan di museum khusus bernama Yatai Kaikan (屋台会館).[7]
Referensi
- ^ Murakami, Hyōe; Richie, Donald, ed. (1980). A Hundred More Things Japanese. Tokyo: Japan Culture Institute. hlm. 66–67. ISBN 9780870404726. LCCN 81112282. OCLC 7133178.
- ^ "屋台" [Yatai]. Nihon Kokugo Daijiten (dalam bahasa Jepang). Tokyo: Shogakukan. 2012. OCLC 56431036. Diakses tanggal 2012-09-05.
- ^ a b Solt, George (2014). The untold history of ramen : how political crisis in Japan spawned a global food craze. Berkeley: University of California Press. ISBN 9780520282353. Diakses tanggal 3 March 2016. – via Project MUSE (perlu berlangganan)
- ^ Hayata, Eisuke (8 September 2007). "Hakata 'yatai' days numbered as owners age, tape gets redder". Japan Times. Japan Times. Diakses tanggal 3 March 2016.
- ^ Mather, Cotton; Karan, PP; Iijima, Shigeru (2015). Japanese Landscapes: Where Land and Culture Merge. Lexington: The University Press of Kentucky. hlm. 39–40. ISBN 9780813149844. – via Project MUSE (perlu berlangganan)
- ^ "Meals on Wheels". Fukuoka Now. Fukuoka Now. 24 October 2011. Diakses tanggal 3 March 2016.
- ^ "Takayama Matsuri Yatai Kaikan". www.japan-guide.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-26.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


