Yance Rumbino

Yance Rumbino (22 Juni 1953 – 30 Mei 2024) adalah seorang guru dan penulis lagu asal Papua, Indonesia.

Lahir dari pasangan Roberth Rumbino dan Aleksanderina Morin, ia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Biak Numfor, hingga menyelesaikan pendidikan di Sekolah Guru. Setelah lulus, ia memulai kariernya sebagai guru di Paniai, Papua Tengah. Selama mengajar di Papua Tengah, pengalaman tersebut menjadi sumber inspirasi bagi Rumbino untuk menciptakan lagu Tanah Papua. Dalam lagu tersebut, ia menggambarkan keindahan alam Papua, termasuk gunung-gunung tinggi yang kaya akan emas.[1]

Karya

Pada 1975, Yance Rumbino pertama kali naik pesawat Twin Otter. Dalam perjalanan satu jam tersebut, ia terpesona oleh keindahan alam Papua, seperti Puncak Jaya yang dikelilingi gunung dan awan mirip salju abadi. Ketika menginjakkan kaki di Puncak Jaya, Yance sangat terkesima dengan kehidupan masyarakat di pegunungan yang selama ini tidak ia ketahui, mengingat keterbatasan media pada masa itu.[2]

Pesawat hanya mengantarnya sampai Mulia, ibu kota Puncak Jaya. Dari sana, Yance berjalan kaki selama satu hari satu malam menuju Sinak. Sepanjang perjalanan, ia merasa Papua penuh misteri, dengan pemandangan yang memukau, seperti burung kakatua putih terbang di lereng gunung. Di perjalanan, Yance hanya membawa uang Rp 300 untuk membeli tebu sebagai pengganti air minum dan ubi untuk dimasak dengan cara dikubur dalam abu.

Di Sinak, Yance menemukan masyarakat yang hidup bergantung pada alam, tanpa mengenal nasi. Mereka hanya makan ubi dan minum air dari lereng gunung. Yance merasa seperti utusan yang memiliki panggilan untuk membantu masyarakat di sana.

Selama bertugas, ia juga pernah berjalan kaki dari Sinak ke Tiom, Lanny Jaya, dan terpesona oleh alam sekitar, seperti lembah Baliem dan udang selingkuh di Wamena. Daerah tersebut sangat dingin, dengan tanaman ubi dan sayuran yang tumbuh subur.

Pada 1985, Yance kembali ke Nabire bersama istrinya dan melewati perjalanan berat. Di bukit Gamei, ia menemukan emas di sungai dan merasa bahwa sungai-sungai di Papua suatu saat akan mengalirkan emas. Dalam perjalanan pulang, Yance merenung tentang tanah Papua yang kaya, tetapi sumber daya manusianya kurang. Ia berharap Papua bisa maju dengan peningkatan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.

Pengalaman-pengalaman tersebut akhirnya menginspirasi Yance untuk menulis lagu pada 1985. Lagu tersebut berjudul Irian Jayaku, yang kemudian dikenal dengan judul Tanah Papua.

Lagu "Tanah Papua" menjadi kekayaan intelektual komunal

Pada tahun 2020, lagu Tanah Papua telah resmi didaftarkan sebagai kekayaan intelektual komunal milik Pemerintah Provinsi Papua Barat di Kementerian Hukum dan HAM. Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Papua Barat, Antonius Ayorbaba, mengungkapkan bahwa lagu tersebut telah terdaftar dan menerima sertifikat kekayaan intelektual komunal dari Kemenkumham. Dengan penerbitan sertifikat tersebut, lagu Tanah Papua yang diciptakan oleh Yance Rumbino kini secara resmi menjadi milik Pemerintah Provinsi Papua Barat.[3]

Penghargaan ini juga menandai pelepasan hak paten Rumbino atas lagu tersebut, menjadikannya aset daerah. Rumbino menyatakan bahwa setelah penghargaan ini, ia tidak lagi berhak menerima royalti atas lagu Tanah Papua. Sebagai kompensasi atas pelepasan hak cipta, Rumbino menerima Rp500 juta dari Pemprov Papua Barat, serta sertifikat hak cipta dan uang simbolis sebesar Rp500 ribu. Penghargaan ini diberikan bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Provinsi Papua Barat di Manokwari.[4]

Saat pembukaan PON yang berlangsung di Jayapura, Provinsi Papua, kegiatan itu dibuka oleh penampilan artis yang berasal dari Papua, antara lain Edo Kondologit bersama Michael Jakarimilena, Nowela Elizabeth Auparay. Mereka membuka dengan menyanyaikan lagu "Tanah Papua" ciptaan Yance Rumbino.[5]

Pada Kamis, 30 Mei 2024, ia meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada pukul 01.24 WIB dini hari. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh masyarakat Papua, yang telah mengenal dan mencintai karya-karya musiknya, terutama Tanah Papua, yang terus menjadi lagu wajib dalam acara-acara penting di tanah kelahirannya.[6]

Referensi

  1. ^ Mampioper, Dominggus (30 Mei 2024). "Yance Rumbino, pencipta lagu Tanah Papua berpulang". Tabloid Jubi. Diakses tanggal 5 Oktober 2025.
  2. ^ Papua, Sasagu (2024-05-30). "Cerita Mendiang Yance Rumbino, Pencipta Lagu Tanah Papua Saat Jadi Guru di Puncak Jaya Tahun 1975". sasagupapua.com. Diakses tanggal 2025-10-05.
  3. ^ antaranews.com (2020-11-10). "Lagu Tanah Papua telah didaftarkan ke Kemenkumham". Antara News. Diakses tanggal 2025-10-05.
  4. ^ Munandar, Aries. Tabloid Jubi https://arsip.jubi.id/lagu-tanah-papua-jadi-aset-daerah-papua-barat/. Diakses tanggal 5 Oktober 2025.
  5. ^ Home; Terkini; News, Top; Terpopuler; Nusantara; Nasional; Sulteng, Seputar; Polhukam; Humaniora (2021-10-02). "Pesta kembang api akhiri upacara pembukaan PON XX Papua". Antara News Palu. Diakses tanggal 2025-10-05.
  6. ^ Media, Kompas Cyber (2024-05-30). "Yance Rumbino, Pencipta Lagu "Tanah Papua" Tutup Usia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-10-05.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement