Yana (Buddhisme)
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme Mahāyāna |
|---|
Yāna (Sansekerta: यान dan Pāli: "kendaraan") merujuk pada suatu cara atau metode praktik spiritual dalam agama Buddha. Konon, semua metode tersebut diajarkan oleh Buddha Gautama sebagai respons terhadap berbagai kemampuan individu. Secara lahiriah konvensional, ajaran dan praktik tersebut mungkin tampak kontradiktif, tetapi pada dasarnya semuanya memiliki tujuan yang sama.[1]
Pemaparan Yana dalam teks-teks Mahayana
Penganut Buddhisme Mahāyāna sering mengemukakan dua skema berbeda mengenai tiga yana (三乘). Pertama, berikut adalah tiga jalan menuju pembebasan yang bermuara pada salah satu dari tiga jenis Buddha:
- Śrāvakayāna (Kendaraan Pendengar; 声闻乘): Sebuah jalan untuk mencapai tujuan menjadi seorang arhat yang memperoleh pembebasan setelah mendengarkan ajaran seorang samyaksambuddha (Buddha yang sepenuhnya tercerahkan).
- Pratyekabuddhayāna (Kendaraan Pencerahan Tunggal 独觉乘): Pratyekabuddha mencapai pembebasan, tetapi tidak mengajarkan makhluk lain. Pratyekabuddha tidak bergantung pada guru dan dapat menemukan Dharma meskipun tidak bertemu dengan Buddha. Mereka kadang-kadang dikatakan menjalankan jalan ini secara diam-diam dan menyendiri.
- Bodhisattvayāna (Kendaraan Besar; 菩萨乘) : Bodhisattva mencapai pembebasan dan ingin memberi manfaat sebanyak mungkin makhluk. Seorang Bodhisattva yang telah mencapai tujuan ini disebut Samyaksambuddha. Seorang Samyaksambuddha akan menyebarkan Dharma dan memimpin murid-muridnya menuju pencerahan.
Klasifikasi kedua muncul dengan munculnya Vajrayāna, yang menciptakan hierarki ajaran dengan Vajrayāna sebagai jalan tertinggi.[2] Vajrayāna sendiri menjadi berlapis-lapis, terutama dalam Buddhisme Tibet.
Ketika Buddha Shakyamuni mengajar, ia memberikan ajaran yang sesuai dengan kemampuan individu para muridnya. Hīnayāna diajarkan kepada mereka yang memiliki kemampuan lebih rendah dengan penekanan pada tindakan tubuh dan ucapan. Mahāyāna diajarkan kepada mereka yang memiliki kemampuan lebih tinggi dengan penekanan pada tindakan pikiran, dan Vajrayāna diajarkan kepada makhluk-makhluk istimewa yang mampu secara langsung menyadari sifat alami dari batin. Secara lahiriah pada tingkat konvensional, ajaran dan praktik ini mungkin tampak bertentangan, tetapi pada hakikatnya, semuanya memiliki tujuan yang sama.[3]
Lihat pula
Referensi
- ^ The Venerable Thrangu Rinpoche,"The Three Vehicles of Buddhist Practice" https://www.rinpoche.com/teachings/3vehicles.pdf Diarsipkan 2021-07-01 di Wayback Machine.
- ^ Trungpa, Chögyam (8 April 2013). The Tantric Path of Indestructible Wakefulness. Shambhala Publications. hlm. 27. ISBN 9781590308042.
But if you cannot understand the hinayana and the mahayana, you cannot understand the vajrayana. ... The vajrayana is an extension of the mahayana ... first you should become accomplished on the hinayana level ... begin to understand innate buddha nature ... qualified to listen to the teachings of the ultimate result in the vajrayana.
- ^ The Venerable Thrangu Rinpoche, "The Three Vehicles of Buddhist Practice" https://www.rinpoche.com/teachings/3vehicles.pdf Diarsipkan 2021-07-01 di Wayback Machine.
Pranala luar
- Brahmana Sutra (metta.lk) in Pali, Samyutta Nikaya IV.4 (scroll to middle of page, or Find... the word dhammayànaü)
- Simile of the Dhamma Chariot (Dhammayana) (scroll downto the 5th entry) Partial translation of Samyutta Nikaya IV.4
- Sanskrit Dictionary based on The Practical Sanskrit-English Dictionary of Vaman Shivaram Apte Enter yaana in the search box
- Cologne Digital Sanskrit Lexicon Project. Enter yana in the search box
- Entry for yāna in the Pali-English Dictionary, Chipstead, Pali Text Society, 1921–1925,
- The Nine Yānas by Alak Zenkar Rinpoche
- Buddhism: Three Yānas (Vehicles)
- Developing Buddhist Traditions in America and the West: The Seven Waves by Brett Greider
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


