Wregas Bhanuteja
| Wregas Bhanuteja | |
|---|---|
Wregas Bhanuteja - TIFF 2023 | |
| Lahir | Raphael Wregas Bhanuteja 20 Oktober 1992 Yogyakarta, Indonesia |
| Pendidikan | SMA De Britto College Yogyakarta |
| Almamater | Institut Kesenian Jakarta |
| Pekerjaan | |
| Tahun aktif | 2012–sekarang |
| Penghargaan | 4 Piala Citra |
Raphael Wregas Bhanuteja (lahir 20 Oktober 1992) adalah seorang sutradara dan penulis skenario asal Indonesia. Pada tahun 2016, Wregas Bhanuteja menjadi sutradara Indonesia pertama yang memenangkan penghargaan di Semaine de la Citique, Cannes Film Festival, untuk film pendeknya berjudul Prenjak.[1] Wregas telah menyutradari 3 film panjang di antaranya Penyalin Cahaya, Budi Pekerti, dan Para Perasuk.
Biografi
Wregas Bhanuteja lahir di Jakarta [2]dan belajar membuat film pendek di SMA De Britto College Yogyakarta.[3] Setelah lulus SMA pada 2010, ia kuliah di Fakultas Film dan TV, Institut Kesenian Jakarta, jurusan penyutradaraan film.[4]
Selama studinya, Wregas menghasilkan beberapa film pendek, antara lain Senyawa (2012), yang diambil dari film seluloid 16 mm.[5] Pada tahun 2013, ia lantas mengajukan diri untuk magang bersama Riri Riza, kemudian meminta portfolionya, dan ia lantas mengirimkan film-film pendeknya. Lalu, ia diterima magang sebagai asisten sutradara ketiga dalam film Sokola Rimba (2013). Pada tahun 2014, Wregas lulus dari Institut Kesenian Jakarta dengan tugas akhir, sebuah film pendek berjudul Lemantun (2014) tentang lemari warisan neneknya.[6] Lemantun meraih beberapa penghargaan film pendek terbaik, yaitu dalam Festival Film Pendek XXI 2015 dan Apresiasi Film Indonesia 2015.[7]
Pada 2015, film pendek Wregas berjudul Lembusura (2014), berkisar tentang letusan Gunung Kelud, masuk seleksi di Berlin International Film Festival ke-65 Tahun 2015, bersaing di bagian Berlinale Shorts Competition.[8][9] Wregas dinobatkan sebagai sutradara termuda di festival pada usia 22 tahun.[6] Setelah Berlin, dia membuat film pendek lagi berjudul The Floating Chopin (2015), interpretasi dari lagu Chopin Larung oleh band Guruh Gipsy (Guruh Soekarnoputra).[10]
Pada tahun 2016, Wregas bekerja sama dengan Studio Batu Yogyakarta menulis dan menyutradarai Prenjak (2016), sebuah kisah tentang seorang wanita yang menjual korek api di Yogyakarta. Prenjak terpilih dalam Semaine de la Critique ke-55, Festival Film Cannes 2016 dan dianugerahi Leica Cine Discovery Prize untuk film pendek.[11] Hal ini menjadikan Wregas sebagai sutradara Indonesia pertama yang menerima penghargaan di Festival Film Cannes.[12][13]
Pada tahun 2019, Wregas kembali membuat film pendek berjudul Tak Ada yang Gila di Kota Ini/No One Is Crazy In This Town (2019). Film tersebut terpilih untuk mengikuti kompetisi Wide Angle: Asian Short Film Competition sebagai bagian dari Festival Film Internasional Busan yang diadakan pada 3-12 Oktober 2019 di Busan, Korea Selatan. Film yang merupakan adaptasi dari cerita pendek dengan judul yang sama karya Eka Kurniawan, menceritakan kisah Marwan (diperankan oleh Oka Antara) yang diperintahkan untuk mengasingkan orang-orang dengan gangguan jiwa ke hutan.[14]
Pada tahun 2021 di tengah pandemi Covid 19, Wregas membuat film panjang pertamanya berjudul Penyalin Cahaya yang diperankan oleh Shenina Cinnamon, Chicco Kurniawan, Jerome Kurnia, Lutesha, Dea Panendra, dan Giulio Parengkuan. Film ini world premiere di Busan International Film Festival 2021[15] serta memenangkan 12 Piala Citra di Festival Film Indonesia 2021 termasuk Film Cerita Panjang Terbaik.[16]
Pada tahun 2023 Wregas membuat film panjang keduanya berjudul Budi Pekerti yang diperankan oleh Sha Ine Febriyanti, Angga Yunanda, Prilly Latuconsina, Dwi Sasono, Omara Esteghlal, dan Ari Lesmana. Film ini world premiere di Toronto International Film Festival 2023 [17]serta mendapatkan Piala Citra untuk Sha Ine Febriyanti sebegai Pemeran Utama Perempuan Terbaik, dan Prilly Latuconsina untuk Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik.[18]
Pada tahun 2025 Wregas membuat film panjang ketiganya berjudul Para Perasuk yang diperankan oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, Ganindra Bimo, dan Indra Birowo.[19] Film ini terpilih untuk world premiere di Sundance Film Festival 2026 dalam program World Cinema Dramatic Competition.[20]
Filmografi
Film
| Tahun | Judul | Dikreditkan sebagai | Catatan | ||
|---|---|---|---|---|---|
| Produser | Penulis | Sutradara | |||
| 2013 | Sokola Rimba | Tidak | Tidak | Ya | Magang Asisten Sutradara |
| 2016 | Ada Apa Dengan Cinta? 2 | Tidak | Tidak | Ya | Di balik layar |
| Athirah | Tidak | Tidak | Ya | ||
| 2021 | Penyalin Cahaya | Tidak | Ya | Ya | Debut film panjang dan tayang di Netflix; Cerita; Skenario bersama Henricus Pria |
| 2023 | Budi Pekerti | Tidak | Ya | Ya | |
| 2026 | Para Perasuk |
Tidak | Ya | Ya | |
| TBA | Therefore I Am | — | Ya | Ya | Penulis bersama Daud Sumolang |
Film pendek
| Tahun | Judul | Dikreditkan sebagai | Catatan | ||
|---|---|---|---|---|---|
| Sutradara | Penulis | Produser | |||
| 2011 | Hanuman | Ya | Tidak | Tidak | Debut film pendek |
| 2012 | Senyawa | Ya | Tidak | Tidak | |
| 2014 | Lemantun | Ya | Ya | Tidak | |
| 2015 | Tamasya Keluarga | Tidak | Tidak | Tidak | Sebagai ahli properti |
| Lembusura | Ya | Ya | Ya | ||
| 2016 | The Floating Chopin | Ya | Tidak | Tidak | Bersama Ersya Ruswandono |
| Kostum | Tidak | Tidak | Ya | Film pendek Malaysia; juga sebagai Sinematografer | |
| Prenjak | Ya | Ya | Ya | Juga sebagai Penyunting | |
| 2017 | Dry Season in My House | Ya | Ya | Tidak | |
| 2018 | Waung / Warmest Regards from a Dog | Ya | Ya | Tidak | |
| 2019 | Tak Ada yang Gila di Kota Ini | Ya | Ya | Tidak | |
Penghargaan dan nominasi
| Tahun | Penghargaan | Kategori | Karya yang dinominasikan | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| 2012 | JAFF Blencong Award | Best Short Film | Senyawa | Nominasi |
| 2015 | Piala Maya | Film Cerita Pendek Terpilih | Lemantun | Menang |
| HKIFF Golden Firebird Award | Best Short Film | Lembusura | Nominasi | |
| Golden Berlin Bear | Nominasi | |||
| 2016 | HKIFF Golden Firebird Award | The Floating Chopin | Nominasi | |
| JAFF Blencong Award | Nominasi | |||
| Festival Film Cannes | Discovery Award | Prenjak | Menang | |
| Queer Palm - Short Film | Nominasi | |||
| Festival Film Internasional Melbourne | Best Fiction Short Film | Menang | ||
| SGIFF Silver Screen Award | Best Southeast Asian Short Film | Menang | ||
| Festival Film Indonesia | Film Pendek Terbaik | Menang | ||
| 2017 | Indonesian Box Office Movie Awards | Behind The Scene Terbaik | Ada Apa Dengan Cinta? 2 | Menang |
| 2019 | Festival Film Indonesia | Film Pendek Terbaik | Tak Ada yang Gila di Kota Ini | Menang |
| 2020 | Festival Film Sundance | Short Film Grand Jury Prize | Nominasi | |
| 2021 | Festival Film Indonesia | Sutradara Terbaik | Penyalin Cahaya | Menang |
| Penulis Skenario Asli Terbaik (Bersama Henricus Pria) | Menang | |||
| Festival Film Tempo | Sutradara Pilihan | Menang | ||
| Skenario Pilihan | Menang | |||
| 2023 | Piala Maya | Penyutradaraan Berbakat Karya Film Panjang Perdana Terpilih (Piala Iqbal Rais) | Menang | |
| Penulisan Skenario Asli Terpilih (Bersama Henricus Pria) | Nominasi | |||
| Festival Film Indonesia | Sutradara Terbaik | Budi Pekerti | Nominasi | |
| Penulis Skenario Asli Terbaik |
Menyutradarai pertunjukan Piala Citra
Di bawah arahan Wregas, para aktor ini telah menerima nominasi Piala Citra dan menang atas penampilan mereka dalam peran masing-masing.
| Tahun | Penampil | Film | Hasil |
|---|---|---|---|
| Pemeran Utama Pria Terbaik Festival Film Indonesia | |||
| 2021 | Chicco Kurniawan | Penyalin Cahaya | Menang |
| 2023 | Angga Yunanda | Budi Pekerti | Nominasi |
| Pemeran Pendukung Pria Terbaik Festival Film Indonesia | |||
| 2021 | Jerome Kurnia | Penyalin Cahaya | Menang |
| Giulio Parengkuan | Nominasi | ||
| 2023 | Omara Esteghlal | Budi Pekerti | Nominasi |
| Dwi Sasono | Nominasi | ||
| Pemeran Utama Perempuan Terbaik Festival Film Indonesia | |||
| 2021 | Shenina Cinnamon | Penyalin Cahaya | Nominasi |
| 2023 | Sha Ine Febriyanti | Budi Pekerti | Menang |
| Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik Festival Film Indonesia | |||
| 2021 | Dea Panendra | Penyalin Cahaya | Nominasi |
| 2023 | Prilly Latuconsina | Budi Pekerti | Menang |
Referensi
- ^ "'Prenjak' dari Yogyakarta menang di Cannes, Indonesia catat sejarah". BBC News Indonesia. 2016-05-20. Diakses tanggal 2025-12-26.
- ^ Kompasiana.com (2021-10-18). "Wregas Bhanuteja, Filmmaker Indonesia Potensi Kelas Internasional". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-12-26.
- ^ "Profil Wregas Bhanuteja". tirto.id. Diakses tanggal 2020-12-08.
- ^ Akbar, Muhammad Rizqi. "Profil Wregas Bhanuteja, Sutradara Film Budi Pekerti Asal Jogja". detikjogja. Diakses tanggal 2025-12-26.
- ^ Indonesia, Femina (2016-06-11). "Wawancara Wregas Bhanuteja: Kekuatan Wanita di FIlm Prenjak". femina.co.id. Diakses tanggal 2020-12-08.
- ^ a b "Wregas Bhanuteja". Generation T. 12 December 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 July 2020. Diakses tanggal 17 July 2020.
- ^ "Wregas Bhanuteja – Institut Kesenian Jakarta" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-12-08.
- ^ Mediatama, Grahanusa (28 December 2015). "Indonesian cinema 2015: The year of going global". kontan.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 July 2020. Diakses tanggal 17 July 2020.
- ^ "Lembusura". Berlinale.de. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 July 2020. Diakses tanggal 17 July 2020.
- ^ Post, The Jakarta. "ESSAY: Watching 'Floating Chopin' in Bali". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-08.
- ^ "Indonesian short movie Prenjak wins award at Cannes". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 July 2020. Diakses tanggal 17 July 2020.
- ^ "RI filmmaker makes history at Cannes". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 July 2020. Diakses tanggal 17 July 2020.
- ^ "Wregas Bhanuteja | La Semaine de la Critique of Festival de Cannes". Semaine de la Critique du Festival de Cannes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 July 2020. Diakses tanggal 17 July 2020.
- ^ "Short film 'Tak Ada yang Gila di Kota Ini' to compete at Busan festival". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 April 2020. Diakses tanggal 17 July 2020.
- ^ adp. "Penyalin Cahaya Bakal Tayang Perdana di Busan Film Festival". hiburan. Diakses tanggal 2025-12-26.
- ^ antaranews.com. "Penyalin Cahaya raih 12 Piala Citra FFI 2021 - Infografik ANTARA News". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-26.
- ^ "Film Budi Pekerti Bakal Tayang di Festival Film Internasional Toronto |Republika Online". Republika Online. Diakses tanggal 2025-12-26.
- ^ "Prilly Latuconsina Raih Piala Citra Pertama sebagai Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik". Tempo. 2023-11-14. Diakses tanggal 2025-12-26.
- ^ "Daftar Pemain Film Para Perasuk beserta Jadwal Tayangnya". kumparan. Diakses tanggal 2025-12-26.
- ^ [email protected], Dahono Fitrianto- (2025-12-13). "Kisah Kerasukan Mengantar "Para Perasuk" ke Sundance Film Festival 2026". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-12-26.
Pranala luar
- Wregas Bhanuteja di IMDb (dalam bahasa Inggris)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


