Wonodadi, Blitar
Wonodadi | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Blitar | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Imam Safii, SH., MH | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 51.036 jiwa | ||||
| Kode pos | 66155 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.05.01 | ||||
| Kode BPS | 3505210 | ||||
| Luas | 40,35 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 11 | ||||
| |||||
Wonodadi adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Blitar yang terletak di barat. Wonodadi adalah kecamatan yang dimekarkan pada tahun 1992, dengan 7 desa berasal dari Udanawu dan 4 desa dari Srengat.[1] Wonodadi berbatasan dengan Tulungagung dan dilalui jalan penghubung Ngantru dengan Srengat yang melintas dari barat ke timur.[2] Pusat ekonomi dan pemerintahan kecamatan ini berada di Desa Wonodadi yang terdapat pasar ramai bernama Pasar Gambar.[3] Tempat ikonik lain di Wonodadi antara lain Arena Pacuan Kuda Pikatan dan Wisata Gurami Seduri.[4]
Desa Pikatan di Wonodadi diketahui merupakan salah satu desa tertua di Blitar. Hal ini dibuktikan dengan adanya Prasasti Padlegan yang ditemukan di Pikatan. Prasasti ini merupakan peninggalan Kerajaan Kadiri (Panjalu) dengan angka tahun 1038 Saka atau 1117 Masehi. Pikatan pada zaman itu bernama Padelegan dan merupakan daerah yang subur di tepi Sungai Brantas. Prasasti Padlegan adalah hadiah Sri Bameswara terhadap masyarakat Padelegan yang setia pada Kerajaan Panjalu sehingga desa ini berhak mendapatkan status Sima Swatantra atau desa bebas pajak. Prasasti tersebut sekarang disimpan di Museum Penataran sedangkan duplikatnya berada di depan Kantor Kecamatan Wonodadi.[5][6]
Geografi

(Wonodadi terletak di barat)
Wonodadi adalah kecamatan paling barat dari Kabupaten Blitar yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tulungagung, dengan titik paling ujung berada di Desa Jaten. Geografi Wonodadi berada di dataran rendah yang didominasi lahan persawahan. Wonodadi berbatasan dengan Sungai Brantas di sebelah selatan dan terhubung dengan Ngunut di seberang sungai dengan adanya jasa perahu tambangan yang disediakan masyarakat.[7]
Sedangkan di sisi barat, Wonodadi berbatasan dengan Ngantru dan dilalui jalan penghubung Ngantru dengan Srengat yang melintas dari barat ke timur. Jalur tersebut bercabang dua, yang pertama berada di tengah dan melewati pusat kecamatan, sedangkan yang kedua berada di selatan dan melewati Desa Kunir dan Gandekan.[2]
Batas wilayah Kecamatan Wonodadi adalah sebagai berikut:[8]
| Utara | Kecamatan Udanawu dan |
| Timur | Kecamatan Udanawu dan Kecamatan Srengat |
| Selatan | |
| Barat |
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Wonodadi terdiri dari 11 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun atau dukuh, yakni sebagai berikut:[8]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun / Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Gandekan | Gandekan, Setinggil, Wadang | [8] |
| 2 | Jaten | Jaten, Tambakrejo | [8] |
| 3 | Kaliboto | Kaliboto, Botorejo | [8] |
| 4 | Kebonagung | Kebonagung I, Kebonagung II, Sawahan | [8] |
| 5 | Kolomayan | Kolomayan, Cangkringan, Kamogan, Suweden | [8] |
| 6 | Kunir | Cemandi, Krajan, Manggar | [8] |
| 7 | Pikatan | Pikatan, Gendis, Karangtengah, Plosokembang, Sumberjati | [8] |
| 8 | Rejosari | Rejosari, Ngrawan | [8] |
| 9 | Salam | Salam, Centong, Jengglik, Tempel | [8] |
| 10 | Tawangrejo | Tawangrejo, Bendolowo, Jambewangi | [8] |
| 11 | Wonodadi | Wonodadi, Bakalan, Gambar, Gedangan, Seduri | [8] |
Riwayat pemekaran
Kecamatan Wonodadi dimekarkan pada tahun 1992 dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) No. 26 Tahun 1992 bersamaan dengan Kecamatan Wonotirto beserta 16 kecamatan lainnya di Jawa Timur. Kecamatan Wonodadi mencakup 7 desa di barat Udanawu dan 4 desa di barat Srengat, dengan Desa Wonodadi dijadikan ibu kota sekaligus nama kecamatan. Desa-desa yang berasal dari Udanawu terdiri dari Desa Wonodadi, Kaliboto, Salam, Jaten, Rejosari, Tawangrejo, Kebonagung. Sedangkan desa-desa yang berasal dari Srengat terdiri dari Desa Kolomayan, Pikatan, Kunir, dan Gandekan.[1]
Tempat terkenal

- Pasar Gambar di Desa Wonodadi
- Arena Pacuan Kuda Pikatan[4]
- Wisata Gurami Seduri
- Wisata Kampung Toga Turi Putih Desa Kebonagung[9]
- Dermaga perahu tambangan Sungai Brantas menuju Ngunut[7]
- Gapura perbatasan Ngantru - Wonodadi
- Puskesmas Wonodadi
Referensi
- ^ a b "Pembentukan 18 (Delapan Belas) Kecamatan Di Wilayah Kabupaten-Kabupaten Daerah Tingkat II Blitar, Lumajang, Situbondo, Lamongan, Probolinggo, Malang, Bojonegoro, Dan Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya Dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur".
- ^ a b Fajar Rahmad Ali Wardana (2025-03-11). "Jalur Antarkabupaten di Blitar Akhirnya Dapat Perhatian, Diperbaiki Jelang Lebaran". BLITAR KAWENTAR - RADAR BLITAR.
- ^ Ifa Ma'rifatul Maula (2025-02-06). "Kondisi Infrastruktur Pasar Gambar di Wonodadi Blitar Ini Memprihatinkan, Pedagang: Saat Hujan Selalu Banjir". BLITAR KAWENTAR - RADAR BLITAR.
- ^ a b Didin Cahya Firmansyah (2024-11-11). "Menguak Sejarah Tua Arena Pacuan Kuda Pikatan Blitar, Ada Kaitannya dengan Kerajaan Kediri". BLITAR KAWENTAR - RADAR BLITAR.
- ^ Didin Cahya Firmansyah (2024-11-06). "Asal Usul Prasasti Padlegan 1 dari Kerajaan Panjalu, Cikal Bakal Wilayah Wonodadi Blitar Setelah 300 Tahun Berubah Nama". BLITAR KAWENTAR - RADAR BLITAR.
- ^ "Sejarah Desa Pikatan". www.pemerintahdesapikatan.com. Pemerintah Desa Pikatan. Diakses tanggal 2025-07-05.
- ^ a b Vidya Sajar Fitri, ed. (2025-01-15). "Terdampak Musim Penghujan, Segini Pendapatan Perahu Tambangan di Tulungagung". RADAR TULUNGAGUNG.
- ^ a b c d e f g h i j k l m Kabupaten Blitar Dalam Angka 2012. BPS Kabupaten Blitar. 2012-08-16.
- ^ Muhammad Ato'illah Asyathori (2021-01-28). "Melihat Obyek Wisata Kampung Toga Turi Putih di Wonodadi Kabupaten Blitar". BLITAR KAWENTAR - RADAR BLITAR.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



