Winongan, Pasuruan
Winongan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Pasuruan | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Ganis Subintang, S.STP., M.Si | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 46.331 jiwa | ||||
| Kode pos | 67182 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.14.19 | ||||
| Kode BPS | 3514210 | ||||
| Luas | 45,97 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 18 | ||||
| |||||
Winongan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Winongan terletak di bagian barat dari Kecamatan Grati yang merupakan pusat perkotaan Pasuruan timur. Winongan dilintasi jalur alternatif dari arah Probolinggo menuju Malang.[1] Pusat ekonomi dan pemerintahan kecamatan ini berada di Desa Winongan Lor yang terdapat Pasar Winongan. Kecamatan Winongan dikenal dengan sumber mata air alaminya yang melimpah seperti Pemandian Banyu Biru serta Mata air Umbulan. Mata air Umbulan terletak di Desa Umbulan dan dikenal sebagai salah satu mata air terbesar di Pulau Jawa yang kualitasnya masih baik untuk diolah menjadi air minum. Mata air ini tidak hanya dimanfaatkan untuk warga Kabupaten Pasuruan, tetapi juga dipasok ke perusahaan daerah air minum (PDAM) di daerah lain seperti Kota Pasuruan hingga Surabaya.[2]
Geografi

Winongan adalah kecamatan yang terletak di Pasuruan timur. Pusat kecamatan ini terletak di perbatasan Desa Winongan Lor dan Bandaran. Desa tersebut dapat diakses dari arah Grati atau Pasar Ngopak ke arah selatan. Geografi Winongan berupa dataran rendah yang didominasi oleh lahan persawahan yang banyak ditanami komoditas seperti jagung dan tebu. Bagian selatan dari Winongan di perbatasan Pasrepan dan Lumbang banyak ditemukan tambang pasir dan batu.
Batas wilayah Kecamatan Winongan adalah sebagai berikut:[3]
| Utara | Kecamatan Rejoso |
| Timur | Kecamatan Grati |
| Selatan | Kecamatan Pasrepan dan Kecamatan Lumbang |
| Barat | Kecamatan Gondangwetan dan Kecamatan Pasrepan |
Mata air Umbulan

Kecamatan Winongan terdapat sumber mata air alami yang cukup besar yaitu Mata air Umbulan dan Banyubiru. Mata air Umbulan terletak di Desa Umbulan dan merupakan salah satu mata air terbesar di Pulau Jawa. Mata air Umbulan dimanfaatkan untuk wisata pemandian hingga air minum karena kualitasnya masih cukup baik dan bersih. Secara ilmiah, mata air Umbulan dikategorikan sebagai jenis mata air yang muncul akibat adanya sesar (fault artesian spring) dan dihasilkan dari aliran air di bawah tekanan hidrostatik, sebagai akibat dari kekuatan gravitasi. Sumber Umbulan terletak di daerah aliran sungai (DAS) Rejoso. Mata air Umbulan sudah dimanfaatkan sejak zaman kolonial Belanda dan dimanfaatkan sekitar tahun 1917 untuk dikirim ke Kota Pasuruan dan Surabaya, tetapi dilarang dipakai oleh warga sekitarnya.[2][4]
Umbulan memiliki debit rata-rata bulanan sekitar 4 hingga 5 ribu liter/detik, tetapi yang dimanfaatkan baru sedikit sedangkan sisanya terbuang ke Kali Rejoso. Kemudian pada tahun 2017, pemerintah pusat menetapkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memaksimalkan pemanfaatan Sumber Umbulan. Proyek ini diresmikan pada tahun 2021, dan menyediakan air bersih untuk lima perusahaan daerah air minum di Jawa Timur yaitu Kabupaten dan Kota Pasuruan, Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya.[2][5] Selain dipasok ke PDAM, mata air umbulan juga diolah oleh pihak swasta seperti PT Sidogiri Mandiri Utama (anak perusahaan Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri) yang memproduksi air minum dengan merk "Santri".[6]
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Winongan terdiri dari 18 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[7]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Bandaran | Bandaran Lor, Bandaran Kidul, Beji, Gambiran, Kampung Baru, Karang Tanjung, Makam, Mayangbang, Talang Kulon, Talang Wetan | [7][8] |
| 2 | Gading | Gading, Balun, Beran, Kurban, Wedar | [7] |
| 3 | Jeladri | Beringin, Karang Ploso, Sentono Barat, Sentono Timur, Tegalpo, Watu Gede | [7] |
| 4 | Kandung | Kandung, Ngayon, Pandean | [7] |
| 5 | Karang Tengah | Karangtengah, Curah Malang, Karangmojo, Mendil | [7] |
| 6 | Kedungrejo | Krajan 01, Krajan 02, Krajan 03, Krajan 04, Krajan 05, Grobyok, Sumber Telur | [7] |
| 7 | Lebak | Lebak, Gondang, Kecik, Kemong, Ketonggo | [7] |
| 8 | Mendalan | Mendalan, Bicaan, Kalongan, Kletek Lor, Kletek Kidul, Sukun, Tunjungan, Wulu | [7][9] |
| 9 | Menyarik | Menyarik Krajan, Menyarik Kulon, Brintik Lor, Kluwes, Nyangkring, Rekesan, Sure, Umbul | [7] |
| 10 | Minggir | Minggir, Dauwan, Dauwan Randu, Getah Lor, Getah Kidul, Kurek | [7] |
| 11 | Penataan | Penataan, Brintik Kidul, Putat, Toyowono, Werakas | [7] |
| 12 | Prodo | Prodo, Bedilan, Brabo, Gendol, Jetis, Ledok, Margo Mulyo, Margo Utomo, Plalangan | [7] |
| 13 | Sidepan | Bajang, Gedok, Karangasem, Kasiman, Kedungwaru Lor, Kedungwaru Kidul | [7] |
| 14 | Sruwi | Sruwi, Bendungan, Kebonsari, Sata, Seloliman, Wonogriyo | [7] |
| 15 | Sumberrejo | Banyubiru Lor, Banyubiru Kidul, Dukuh Kulon, Dukuh Wetan, Dukuh Kidul, Dukuh Tengah, Dukuh Wates, Jambean | [7] |
| 16 | Umbulan | Umbulan Lor, Umbulan Kidul, Mulyorejo Lor, Mulyorejo Kidul | [7] |
| 17 | Winongan Kidul | Cokropaten, Diyunan, Kebon Dalem, Kemong, Pandean, Talang, Serambi | [7][10] |
| 18 | Winongan Lor | Bendo, Jungalang, Karangsono, Panci'an, Pradenan, Sentul, Tokwiro | [7] |
Tempat terkenal

- Pasar Winongan
- Mata air Umbulan - salah satu sumber mata air terbesar di Pulau Jawa dengan kualitas baik, dimanfaatkan untuk pemandian hingga diolah menjadi air minum
- Pemandian Banyubiru - mata air besar lain di Winongan
- UPT Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan (LKIL) - Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur
- UPT Perikanan Budidaya Air Tawar (PBAT) / Balai Benih Ikan Desa Penataan - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten
- PT Sidogiri Mandiri Utama - anak perusahaan dari Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sidogiri. Pabrik ini mengolah mata air Umbulan menjadi air minum dalam kemasan (AMDK) merk "Santri".[6]
- Makam Mbah Soleh Semendi - salah satu tokoh penyebar Islam penting di Pasuruan
- Puskesmas Winongan
Galeri sejarah
Pada masa kolonial Belanda, di Winongan berdiri beberapa bangunan penting seperti Stasiun Winongan dan Pabrik Gula Winongan yang sekarang sudah terbengkalai
-
Stasiun Winongan sekitar tahun 1910 -
Rel kereta di pabrik gula Winongan -
Pemandian Banyubiru (1900-an) -
Kondisi Stasiun Winongan sekarang
Referensi
- ^ "Warga Blokir Jalur Alternatif Probolinggo-Malang Protes Jalan Rusak". DETIK. 2014-05-02.
- ^ a b c Dahlia Irawati (2021-03-26). "Jangan Ada Lagi Penjajahan Gaya Baru di Umbulan". KOMPAS.
- ^ Kecamatan Winongan Dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Pasuruan. 2024-09-26.
- ^ "Menyingkap Sejarah Mata Air Umbulan". WARTA BROMO. 2015-03-26.
- ^ "Presiden Joko Widodo Resmikan SPAM Umbulan". pasuruankab.go.id. Pemerintah Kabupaten Pasuruan. 2021-03-22.
- ^ a b "GUBERNUR : TARIK KONSUMEN PERLU STRATEGI PEMASARAN BAGUS". kominfo.jatimprov.go.id. Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 2010-01-27.
- ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s "KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN PASURUAN NOMOR 1750 TAHUN 2024 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN KAMPANYE PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI PASURUAN TAHUN 2024" (PDF).
- ^ "Website Resmi Desa Bandaran". bandaran.desa.id. Pemerintah Desa Bandaran.
- ^ "Website Resmi Desa Mendalan". Pemerintah Desa Mendalan. Diakses tanggal 2025-11-22.
- ^ "Digitalisasi UMKM di Desa Winongan Kidul". PRASETYA ONLINE. Universitas Brawijaya. 2025-08-07.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



