Warta Malaya
| Leading Malay Daily Newspaper in Malaya | |
Halaman Warta Malaya (6 Januari 1930), berisi iklan Laktogen, "Makanan Susu Bagi Kanak2 dan Ibu2" | |
| Tipe | Harian |
|---|---|
| Pemilik |
|
| Pendiri | Syed Hussein bin Ali Alsagoff |
| Penerbit |
|
| Pemimpin redaksi | Onn Jaafar Syed Sheikh Syed Ahmad Al-Hadi Syed Hussein bin Ali Alsagoff Ibrahim Yaacob |
| Didirikan | 1 Januari 1930 |
| Bahasa | Melayu |
| Berhenti publikasi | 14 Agustus 1942 |
| Pusat | 185, Cecil Street, Singapura. |
| Negara | Singapura, Negeri-Negeri Selat (di bawah penjajahan Britania) |
Warta Malaya (ورت ملايا), juga dikenal sebagai Warta Melayu adalah bekas surat kabar harian berbahasa Melayu di Singapura dan Malaya.[1] Ditulis dengan abjad Jawi, surat kabar ini mulai terbit pada tahun 1930. Surat kabar ini kemudian menjadi salah satu surat kabar Melayu dengan jumlah pembaca terbesar pada tahun 1930-an.[2] Surat kabar ini terlibat dalam politik tahap awal nasionalisme Melayu, dan kemudian dimiliki Kesatuan Melayu Muda, sebuah partai politik sayap kiri Melayu pada masa itu.[3] Surat kabar ini berhenti terbit pada tahun 1942.[4]
Sejarah
Warta Malaya dicetak di Singapura oleh Anglo-Asiatic Press Limited, penerbit yang didirikan pada 1929 oleh Syed Hussein bin Ali Alsagoff, anggota keluarga Alsagoff/Assegaf. Edisi perdananya terbit pada 1 Januari 1930 dengan harga 10 sen (0,10 dolar Selat).[5] Awalnya, koran ini berisi 12 halaman, kemudian pada bulan pertamanya diperpanjang menjadi 16 halaman. Pada 1 Januari 1934, Anglo-Asiatic Press Limited berubah nama menjadi Warta Malaya Press Limited. Harga koran ini diturunkan menjadi 6 sen seiring meningkatnya laba penjualan. Karena kesuksesan koran ini, diterbitkan juga dua koran mingguan yang terafiliasi, yaitu Warta Ahad (sejak 1935) dan Warta Jenaka (sejak 1936).[6]
Disebut "berapi-api dan pedas" pada tahun-tahun awalnya, perhatian utama redaksi Warta Malaya adalah isu-isu orang Melayu dan untuk mengabari pembaca Melayu tentang berita mancanegara.[7] Koran ini membawa berita-berita dari negeri-negeri Muslim di luar Singapura dan Malaya, dan mengklaim sebagai koran Melayu pertama yang berlangganan kepada kantor-kantor berita internasional.[8] Warta Malaya membahas berbagai topik terkait hak-hak orang Melayu, termasuk pendidikan, hak politik, dan pembangunan ekonomi.[9] Banyak anggota Warta Malaya yang kelak menjadi tokoh politik penting di Singapura dan Malaya/Malaysia. Contohnya adalah Onn Jaafar, pendiri dan presiden pertama Pertubuhan Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO), Abdul Rahim Kajai yang digelari "Bapak Jurnalisme Melayu", dan Yusof Ishak, Presiden Singapura pertama. Pada April 1941, Ibrahim Yaacob, tokoh nasionalis Malaya dan presiden Kesatuan Melayu Muda (KMM), membeli surat kabar ini dan menggunakannya untuk propaganda anti Britania. Setelah Singapura dikuasai Jepang pada Februari 1952, surat kabar ini tetap diizinkan terbit oleh pemerintah militer Jepang. Namun, Warta Malaya berhenti terbit pada 14 Agustus 1942.[2]
Pimpinan redaksi
Onn Jaafar adalah pemimpin redaksi pertama Warta Malaya, menjabat dari 1930 hingga 1933. Posisi ini kemudian diteruskan Syed Sheikh Ahmad Al-Hadi (1933-1934), seorang pemimpin gerakan Kaum Muda yang mendukung Modernisme Islam. Syed Hussien bin Ali Alsagoff, pemilik surat kabar, mengambil kendali redaksi dari 1934 hingga 1941. Kemudian ia diteruskan Ibrahim Yaacob hingga akhir terbitnya surat kabar ini pada 1942.
| Pemimpin redaksi | Awal | Akhir |
|---|---|---|
| Onn Jaafar | 1930 | 1933 |
| Syed Sheikh Syed Ahmad Al-Hadi | 1933 | 1934 |
| Syed Hussein bin Ali Alsagoff | 1934 | 1941 |
| Ibrahim Yaacob | 1941 | 1942 |
Lihat pula
Referensi
- ^ Hassan 1963, hlm. 53.
- ^ a b Jeman, Sulaiman (7 November 1988). "The rise of Malay newspapers". The Straits Times. hlm. 6. Diakses tanggal 1 February 2022.
- ^ Kheng 1979, hlm. 94.
- ^ A M.Iskandar, Haji Ahmad (1973). Persuratkhabaran Melayu, 1876-1968 (dalam bahasa Melayu). hlm. 23.
- ^ "Matter of Muslim Interest". The Singapore Free Press and Mercantile Advertiser. 17 January 1930. hlm. 13. Diakses tanggal 1 February 2022.
- ^ Hassan 1963, hlm. 60.
- ^ Anthony C., Milner (2002). The invention of politics in colonial Malaya (dalam bahasa Inggris). New York: Cambridge University Press. hlm. 265–266. ISBN 0521003563.
- ^ Hassan 1963, hlm. 58-59.
- ^ Yew Soon, Tan; Yew Peng, Soh (1994). The development of Singapore's modern media industry (dalam bahasa Inggris). Singapore: Times Academic Press. hlm. 20. ISBN 9812100393.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


