Wahyu progresif (Bahá'í)

Wahyu progresif adalah ajaran inti dalam Iman Baháʼí yang menyatakan bahwa kebenaran agama diwahyukan oleh Tuhan secara bertahap dan bersifat siklik sepanjang waktu melalui serangkaian Utusan ilahi, dan bahwa ajaran-ajaran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan tempat kemunculannya.[1][2] Dengan demikian, ajaran Baháʼí mengakui asal ilahi beberapa agama dunia sebagai tahapan-tahapan berbeda dalam sejarah satu agama yang sama, sambil meyakini bahwa wahyu Baháʼu'lláh adalah yang paling mutakhir (meskipun bukan yang terakhir—karena tidak akan pernah ada yang terakhir), dan oleh karena itu yang paling relevan bagi masyarakat modern.[1]

Ajaran ini merupakan interaksi antara ajaran-ajaran yang lebih sederhana dan implikasi-implikasinya. Konsep dasarnya berkaitan erat dengan pandangan Baháʼí tentang kesatuan hakiki Tuhan dan hakikat para nabi, yang disebut Manifestasi Allah. Ajaran ini juga berhubungan dengan pandangan Baháʼí mengenai tujuan dan hakikat agama, hukum, keyakinan, budaya, dan sejarah. Karena itu, wahyu dipandang sebagai sesuatu yang sekaligus progresif dan berkelanjutan, dan dengan demikian tidak pernah berhenti.[3]

Referensi

Kutipan

  1. ^ a b Smith, Peter (2000). "Progressive revelation". A concise encyclopedia of the Baháʼí Faith. Oxford: Oneworld Publications. hlm. 276–277. ISBN 1-85168-184-1.
  2. ^ Effendi, Shoghi (1974). Baháʼí Administration. Wilmette, Illinois, USA: Baháʼí Publishing Trust. hlm. 185. ISBN 0-87743-166-3.
  3. ^ ʻAbdu'l-Bahá, The Promulgation of Universal Peace, hlm. 378.

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement