Wahyu 7
| Wahyu 7 | |
|---|---|
Wahyu 13:16-14:4 yang tertulis pada fragmen Papirus 47 dari abad ke-3 M. | |
| Kitab | Kitab Wahyu |
| Kategori | Apokalips |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Baru |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 27 |
Wahyu 7 (disingkat "Why 7") adalah pasal ketujuh Wahyu kepada Yohanes, kitab terakhir dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1][2] Buku ini secara tradisional dikaitkan dengan Rasul Yohanes,[3][4] tetapi identitas pasti dari penulisnya masih menjadi titik perdebatan akademis.[5] Wahyu 6 sampai Wahyu 8:5 mencatat pembukaan Tujuh meterai.[6] Bab ini berisi penglihatan penulis tentang "Empat Malaikat dari Empat Angin", penyegelan 144.000 orang dan "Pujian dari Kumpulan Besar Orang-Orang Tebusan".[7] Bagian dalam bab ini adalah 'sebuah sisipan dalam rangkaian angka tujuh'.[8] Pengarangnya diyakini adalah Yohanes bin Zebedeus, seorang dari Keduabelas Rasul Yesus Kristus.[9][10][11]
Teks
- Naskah aslinya ditulis dalam bahasa Yunani.
- Sejumlah naskah tertua yang memuat salinan pasal ini antara lain adalah
- Codex Sinaiticus (~330-360 M)
- Codex Alexandrinus (~400-440 M)
- Codex Ephraemi Rescriptus (~450 M; terlestarikan: ayat 1-13)
- Pasal ini dibagi atas 17 ayat.
- Berisi penglihatan Yohanes akan peristiwa yang terjadi di sorga setelah keenam meterai pertama dibuka.
Struktur
Pembagian isi pasal:
- Wahyu 7:1–8 = Orang-orang yang dimeteraikan dari bangsa Israeli
- Wahyu 7:9–17 = Orang banyak yang tidak terhitung banyaknya
Ayat 4
- Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: 144.000 (seratus empat puluh empat ribu) yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. (TB)[12]
Ayat 9
- Kemudian daripada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. (TB)[13]
Ayat 14
- Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. (TB)[14]
Lihat pula
Referensi
- ^ Merrill C. Tenney. 1995. Survei Perjanjian Baru. Malang: Yayasan Penerbit Gandum Mas.
- ^ Peter Wongso. 1999. Eksposisi Doktrin Alkitab: Kitab Wahyu. Malang: Seminari Alkitab Asia Tenggara.
- ^ Davids, Peter H (1982). I Howard Marshall and W Ward Gasque (ed.). New International Greek Testament Commentary: The Epistle of James (Edisi Repr.). Grand Rapids, Mich.: Eerdmans. ISBN 0802823882.
- ^ Evans, Craig A (2005). Craig A Evans (ed.). Bible Knowledge Background Commentary: John, Hebrews-Revelation. Colorado Springs, Colo.: Victor. ISBN 0781442281.
- ^ F. L. Cross, The Oxford Dictionary of the Christian Church, (New York: Oxford University Press, 1997), 45
- ^ Bauckham 2007, hlm. 1289.
- ^ Simcox, W. H.,Cambridge Bible for Schools and Colleges on Revelation 7, accessed 19 October 2018
- ^ Bauckham 2007, hlm. 1294.
- ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
- ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 979-415-905-0.
- ^ C. Groenen. 1984. Pengantar ke Dalam Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius. Hlm.394-398.
- ^ Wahyu 7:4 - Sabda.org
- ^ Wahyu 7:9 - Sabda.org
- ^ Wahyu 7:14 - Sabda.org
Pranala luar
- (Indonesia) Teks Wahyu 7 dari Alkitab SABDA
- (Indonesia) Audio Wahyu 7
- (Indonesia) Referensi silang Wahyu 7
- (Indonesia) Komentari bahasa Indonesia untuk Wahyu 7
- (Inggris) Komentari bahasa Inggris untuk Wahyu 7
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


