Universitas Kekaisaran Keijō
| Universitas Kekaisaran Keijō | |
|---|---|
京城帝國大學 | |
| Jenis | Nasional |
| Aktif | 1924–Agustus 1946 |
| Lokasi | , , |
| Warna | |
Universitas Kekaisaran Keijō (hangeul: 경성제국대학; hanja: 京城帝國大學) merupakan universitas kekaisaran keenam di antara sembilan universitas kekaisaran di Kekaisaran Jepang dan universitas modern pertama di Korea yang didirikan pada tahun 1926.[1]
Sejarah dan perkembangannya
Pada 1923, dibentuk Perhimpunan Persiapan Universitas Rakyat Korea di bawah pimpinan Lee Sang-jae. Gerakan ini memicu dukungan nasional untuk mendirikan universitas rakyat. Untuk menahan gerakan tersebut sekaligus mengendalikan opini publik, pemerintah kolonial Jepang mengeluarkan Peraturan Universitas Kekaisaran Keijō dan memutuskan mendirikan universitas di Korea. Universitas dibuka pada 1924 hanya dengan kursus persiapan dua tahun. Pada 1926, Jepang menambah Fakultas Hukum, Fakultas Sastra dan Fakultas Kedokteran. Berbagai gedung utama fakultas dibangun antara 1926–1928, dan pada 1927, Rumah Sakit Pemerintah Umum Korea dialihkan menjadi rumah sakit pendidikan untuk Fakultas Kedokteran. Fakultas Hukum dan Sastra memiliki empat jurusan, yaitu hukum, filsafat, sejarah, dan sastra. Pada 1929, fakultas tersebut meluluskan angkatan pertamanya, dan Fakultas Kedokteran disusul pada 1930. Jepang memilih membuka fakultas yang mendukung administrasi kolonial dan menghindari pemberian pendidikan sains tingkat tinggi kepada rakyat Korea. Akibat kebijakan itu, Fakultas Sains dan Teknik baru didirikan pada 1938 untuk memenuhi kebutuhan industri perang Jepang. Sepanjang periode kolonial, kebebasan akademik tetap dibatasi, dan kuota mahasiswa Korea dikontrol ketat, terutama di bidang teknik dan sains.[2]

Di lingkungan mahasiswa, muncul gerakan anti-imperialisme pada 1931, dipimpin oleh mahasiswa jurusan hukum bersama kelompok rahasia Doksuhwe. Mereka membentuk Dewan Mahasiswa Anti-Imperialisme Kota Gyeongseong, menyebarkan pamflet, selebaran anti-perang, dan mendukung gerakan buruh percetakan. Sekitar 19 mahasiswa ditangkap akibat aktivitas ini. Pada 1934, masa studi kursus persiapan diperpanjang menjadi tiga tahun, dan kapasitas Fakultas Sains dan Teknik ditingkatkan pada 1941 untuk kebutuhan perang. Setelah kemerdekaan Korea pada Agustus 1945, nama Universitas Kekaisaran Gyeongseong dihapus, dan staf Korea membentuk Komite Otonomi Universitas Keijō untuk mengambil alih pengelolaan akademik. Pada 10 September 1945, diadakan upacara kelulusan bagi mahasiswa tingkat akhir. Pada 19 September 1945, administrasi universitas resmi diserahkan kepada pemerintahan militer Amerika Serikat, dan lembaga tersebut berganti nama menjadi Universitas Gyeongseong. Hingga masa itu, universitas telah menghasilkan 18 angkatan lulusan Fakultas Hukum dan Sastra, 17 angkatan Kedokteran, dan 3 angkatan Sains dan Teknik, dengan sekitar 810 lulusan Korea. Pada September 1946, universitas ini resmi digabungkan ke dalam Universitas Nasional Seoul, yang baru didirikan pada tahun tersebut.[2]
Referensi
- ^ "Keijō Imperial University: Discussing Colonial Knowledge and Academism in Modern Korea - Unive". Università Ca' Foscari Venezia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-18.
- ^ a b 손, 인수(한국교원대학교, 교육학). "경성제국대학 (京城帝國大學)". 한국민족문화대백과사전 [Encyclopedia of Korean Culture] (dalam bahasa Korea). Academy of Korean Studies. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




