Umat pilihan
Sepanjang sejarah, berbagai kelompok orang telah menganggap diri mereka sebagai umat pilihan dari seorang dewa, untuk tujuan tertentu. Fenomena "umat pilihan" sangat dikenal di kalangan Israel dan Yahudi, di mana istilah tersebut (Ibrani: עם סגולה / העם הנבחר, romanized: am segulah / ha-am ha-nivhar) mengacu pada bangsa Israel sebagai bangsa yang dipilih oleh Yahweh untuk hanya menyembah Dia dan untuk memenuhi misi memberitakan kebenaran-Nya ke seluruh dunia.[1] Beberapa klaim tentang terpilihnya suatu bangsa didasarkan pada klaim paralel dari kelompok yang mengklaim afiliasi dengan bangsa Israel leluhur, seperti halnya sekte Identitas Kristen dan Ibrani Hitam—keduanya menganggap diri mereka sendiri (dan bukan orang Yahudi) sebagai "Israel sejati". Yang lain melihat konsep tersebut sebagai spiritual, di mana individu yang benar-benar percaya kepada Tuhan dianggap sebagai umat pilihan yang "sejati", "orang-orang pilihan". Pandangan ini umum di antara banyak denominasi Kristen yang secara historis percaya bahwa gereja menggantikan Israel sebagai umat Allah.
Para antropolog umumnya menganggap klaim terpilih sebagai suatu bentuk etnosentrisme.[2][3]
Konsep tentang suatu umat yang disayangi atau dipilih oleh Tuhan—dapat diringkas dalam slogan-slogan seperti Gott mit uns—dapat memicu nasionalisme umum.[4][5]
Referensi
- ^ "Chosen People: Judaism". Britannica. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 September 2015.
chosen people the Jewish people, as expressed in the idea that they have been chosen by God as his special people. The term implies that the Jewish people have been chosen by God to worship only him and to fulfill the mission of proclaiming his truth among all the nations of the world.
- ^ William A. Haviland; Harald E. L. Prins; Dana Walrath; Bunny McBride (2009). The Essence of Anthropology. Cengage Learning. hlm. 159. ISBN 978-0-495-59981-4.
- ^ D. Stanley Eitzen; Maxine Baca Zinn (2003). In conflict and order: understanding society (Edisi 10th). Pearson. hlm. 84. ISBN 978-0-205-37622-3.
- ^ Smith, D. (2003). Chosen Peoples: Sacred Sources of National Identity. Oxford: Oxford University Press.
- ^ Hutchison, William R.; Lehmann, Hartmut, ed. (1994). Many are chosen: Divine Election and Western Nationalism. Minneapolis, MN: Augsburg Fortress.
Bacaan lebih lanjut
- Dave Dean Capucao (2010). Religion and Ethnocentrism: An Empirical-Theological Study. BRILL. ISBN 978-90-04-18470-1.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


